Cinta Tulus Gadis Buta

Cinta Tulus Gadis Buta
Bab 56


__ADS_3

Gavin yang sudah merasa tidak tahan dengan tingkah laku sang ibu, segera menarik tangan istrinya untuk menjauh dari rumah itu.


" Hei Gavin tunggu!" teriak Hesti yang ikut menyusul sang anak. Namun, dengan segera langsung dicegah oleh sang suami.


" Sudahlah mah jangan keterlaluan seperti itu!" seru Ivan yang berada di belakang wanita paruh baya itu.


Mendengar ucapan dari sang suami, seketika membuat Hesti menghentikan langkahnya. dan dengan segera, menoleh ke arah sang suami.


" Pah, mama itu sedang menyelamatkan anak kita. dari serangan wanita tidak benar seperti Elia!" ucap Hesti dengan nada yang berapi-api.


Ivan yang mendengar itu, menghela nafas panjang. dan dengan segera, langsung menarik tangan istrinya itu untuk masuk ke dalam rumah." lebih baik, Kita istirahat saja. kita itu baru saja pulang dari perjalanan bisnis. Papa capek Mah. mau tidur!" ucap Ivan Seraya melangkahkan kakinya untuk menuju kamar pribadi.

__ADS_1


Sementara Hesti yang masih berada di tempatnya, seketika mendengus kesal." ini tidak bisa dibiarkan. aku harus mencari cara, untuk memisahkan mereka berdua." gumamnya Seraya berjalan ke sana kemari untuk memikirkan sesuatu.


Memang Hesti adalah ibu yang lain daripada yang lain. jika umumnya, seorang ibu akan merasa senang jika anaknya sudah mendapatkan pendamping hidup. Namun, Sepertinya itu tidak berlaku bagi pemikiran Hesti. Karena wanita itu masih bersikeras untuk memisahkan Putra dan juga menantunya.


Hanya karena, Elia tidak sempurna dalam hal fisik. Namun, seharusnya Hesti tidak perlu khawatir. Karena, putranya itu adalah pengusaha yang sangat sukses. dengan mudah, Gavin bisa menyewa asisten rumah tangga dan juga pengasuh. Namun, sepertinya wanita itu masih memikirkan omongan orang.


Hesti seketika terhenti, saat pikiran wanita paruh baya itu melintas nama Monalisa. nama seorang gadis yang pernah ia jodohkan dengan putranya itu.


****


Sementara itu di dalam mobil, Elia masih saja meneteskan air mata. Sungguh, ucapan dari ibu mertuanya itu sangat melukai perasaannya. apa sebegitu rendahnya dirinya. hingga tidak ada kesempatan baginya.

__ADS_1


Gavin yang melihat itu, seketika perasaan bersalahnya, menyeruak masuk ke dalam relung hatinya.


" Elia, aku minta maaf atas kejadian yang baru saja terjadi. Tolong jangan dimasukkan ke dalam hati. ucapan dari mama." ucapnya Seraya menatap Elia sekilas. dan dengan segera, kembali menetap ke arah jalan raya.


Karena memang dirinya harus fokus dalam menyetir agar tidak terjadi sesuatu hal yang tidak diinginkan.


Elia yang mendengar itu, sama sekali tidak menyahut. Sepertinya, Elia masih begitu sakit hati dengan apa yang dikatakan oleh ibu mertuanya.


Gavin yang melihat reaksi istrinya itu, hanya bisa menghela nafas panjang. ingin sekali, laki-laki itu membawa pergi istrinya dari rumah orang tuanya. Namun, ucapan Elia selalu terngiang-ngiang di dalam kepalanya.


Seburuk apapun orang tua kamu dia juga orang tua aku yang patut aku hormati jadi jangan pernah kamu melawan ataupun meninggalkan rumah ini.

__ADS_1


Itulah ucapan yang selalu diingat oleh Gavin dari sang istri. tak terasa, kedua sudut bibir laki-laki itu, seketika terangkat membentuk sebuah senyuman tipis. saat mengingat ucapan bijak dari istrinya itu.


__ADS_2