
Akhirnya, setelah melewati perdebatan yang panjang, Hesti dan Elia sampai juga di depan sebuah butik ternama di kota itu. Senyum aneh wanita paruh baya itu, seketika terbit di kedua sudut bibirnya. entah apa, yang ada di dalam pikiran wanita setengah baya itu.
" Ayo turun!" ucap Hesti Seraya membuka pintu mobil miliknya.
Elia yang mendengar perintah dari ibu mertuanya itu, segera menganggukkan kepala. dan dengan segera, ikut membuka pintu mobil dan langsung keluar Seraya meraba-raba jalan dengan tongkatnya.
Tanpa diketahui, ternyata ada banyak pasang mata manusia yang memandang Elia dengan Tatapan yang sangat berbeda-beda. ada yang memandang dengan tatapan jijik, ada yang memandang dengan tatapan mengiba.
" Halo Nyonya Hesti, apa kabar?" tiba-tiba saja, dari arah belakang, terdengar suara yang menyapa wanita paruh baya itu. dan Hal itu membuat Hesti langsung menatap ke arah sumber suara.
" eh Nyonya Sherly, apa kabar?" tanya Hesti Seraya tersenyum ramah. Namun, sekarang giliran wanita yang ada di hadapan Hesti yang terdiam seribu bahasa.
Tubuhnya seperti kaku tak bisa bergerak. dan lidahnya, seakan kelu tak bisa membuka dan mengatakan sesuatu. tepat setelah, wanita paruh baya itu melihat gadis yang ada di samping Hesti.
" nyonya, Nyonya Sherly kenapa?" tanya Hesti Seraya Melambaikan tangan tepat di di depan wajah Sherly. tentu saja,
Hal itu membuat Sherly, segera mengerjap mengerjapkan matanya. untuk memastikan, bahwa apa yang ia lihat itu, benar-benar apa atau hanyalah bayangan Semata.
__ADS_1
Tes,
air mata wanita itu, seketika luluh saat menyadari, jika yang ada di hadapannya itu, adalah kenyataan bukan hanya khayalan Semata. tentu saja, hal itu semakin membuat Hesti yang melihatnya, semakin merasa kebingungan.
" nyonya, Apakah Nyonya baik-baik saja?" tanya Hesti yang terdengar sedikit panik. Karena, Sherly adalah salah satu teman baiknya dalam geng sosialita yang dibentuk oleh para istri pejabat itu.
Sherly yang mendengar itu, segera menganggukkan kepala. Kemudian, menanyakan Siapa gadis yang ada di sampingnya itu.
" Maaf nyonya, Bolehkah saya bertanya?" tanya Sherly. Soraya tatapannya, tak lepas dari gadis yang ada di hadapannya itu.
" mau tanya apa Nyonya Sherly?" tanya wanita itu Seraya memasang wajah bingung. Jujur Saja, Hesti merasa sangat kebingungan dengan tingkah yang ditunjukkan oleh teman arisan sosialitanya itu.
Namun, sepertinya kali ini berbeda karena wanita paruh baya itu, malah terdiam seribu bahasa.
" dia siapanya nyonya?" tanya Sherly Seraya menunjuk ke arah Elia.
Hesti yang mendengar itu, sejenak terdiam. dirinya bingung harus menjawab apa. Jika Hesti menjawab, bahwa Elia adalah menantunya, pasti semua teman-temannya yang ada di butik ini, pasti akan langsung menghinanya.
__ADS_1
Namun, jika tidak mengakui Elia sebagai menantunya, maka penyamarannya di depan suami dan putranya, pasti akan langsung terbongkar. dan Hesti tidak menginginkan hal itu. karena wanita paruh baya itu, memiliki rencana yang lebih besar.
Untuk itulah, Hesti akan lebih bersikap baik terhadap Elia. agar rencana yang ia susun dari awal, tidak berakhir mengecewakan. Setelah berpikir cukup lama, akhirnya Hesti mengatakan sesuatu. sesuatu yang membuat Sherly seketika terdiam.
" dia menantuku nyonya," ucap Hesti Seraya berkata sedikit lirih. Bertujuan, agar teman-teman yang lainnya tidak mendengar ucapannya. Karena jujur saja, Hesti merasa sangat malu jika harus memperkenalkan gadis yang sama sekali tidak ada di dalam list jodoh yang cocok untuk putranya.
Namun, dirinya sama sekali tidak memiliki pilihan lain. Karena, banyak diantara teman-temannya, yang memiliki hubungan erat dengan suami dan putranya. dan jika hal ini sampai terdengar oleh kedua laki-laki itu, maka dapat dipastikan Rencananya akan hancur berantakan. dan istri tidak ingin mendapatkan kehancuran itu sebelum keinginannya tercapai.
Degh
Seketika itu pula, Sherly yang mendengarnya, mematung di tempatnya saat ini berdiri. Karena, wanita paruh baya itu, merasa sangat syok dengan ucapan yang baru saja dilontarkan oleh teman arisannya itu.
" A-pa itu be-nar?" tanya Sherly dengan suara sedikit tergagap.
Hesti yang melihat dan mendengar ucapan temannya itu, hanya menganggukkan kepala. Seraya, menatap Sherly dengan wajah bingungnya.
" memangnya, Ada apa nyonya, sepertinya Anda sangat terkejut sekali?" tanya Hesti yang merasa sangat penasaran.
__ADS_1
Sherly yang mendengar itu, langsung menggelengkan kepala. Karena, wanita itu tidak mungkin mengatakan hal yang sebenarnya sekarang. ditambah, ini adalah tempat umum. Bisa-bisa, suaminya akan mengetahui hal ini. dan semua pasti akan terbongkar. dan Sherly tidak ingin hal itu terjadi.