Cinta Tulus Gadis Buta

Cinta Tulus Gadis Buta
Bab 87


__ADS_3

Beberapa hari kemudian, keluarga Harsono Tengah sibuk mempersiapkan Semua printilan-printilan yang akan digunakan untuk acara pernikahan yang sangat diimpikan oleh Hesti sang ibu.


Sementara Elia, semakin merasa hancur karena suaminya tak pernah lagi memberi perhatian padanya. dan itu, membuat Elia semakin merasa sendiri di dunia ini. Untungnya, Gadis itu tidak pernah berniatkan untuk mengakhiri hidupnya yang malang itu.


Karena dirinya selalu beranggapan, jika suatu saat nanti, Tuhan akan menunjukkan kuasanya. dan dia harus sabar untuk mendapatkan hari itu tiba.


Tok tok tok


Saat pikiran Elia Tengah menerawang jauh, terdengar sebuah ketukan dari luar pintu kamarnya. dan dengan segera, gadis itu berjalan secara perlahan untuk membuka pintu kamarnya.


Karena, Elia sudah mulai hafal dengan letak pintu di kamar itu. hal itu tentu saja, memudahkan Elia untuk berjalan selayaknya orang normal.


" Cepat ganti bajumu. kita akan berangkat ke rumah sakit sekarang." ucap Gavin dengan nada yang sangat datar dan juga dingin.


Diam-diam, Elia menggigit Bibir bawahnya karena merasa perubahan suaminya itu Terlalu drastis. Namun, Elia tidak ingin mempermasalahkan hal itu. Gadis itu hanya menganggukkan kepala. Kemudian kembali masuk ke dalam kamar untuk mempersiapkan semuanya.

__ADS_1


***


" Kalian mau ke mana?" tanya Hesti saat melihat Putra dan menantunya itu keluar dari kamar dengan membawa satu tas besar.


" hari ini, Elia akan menjalani operasi." ucap Gavin dengan nada dasarnya.


Sontak saja, ucapan dari laki-laki tampan itu membuat semua orang yang ada di sana, merasa sangat terkejut. Terutama, Hesti dan Elia.


"apaa?!" pekik Hesti dengan suara yang melengking." kau sudah gila, ingin mengorbankan uangmu demi wanita seperti dia?" tanya wanita paruh baya itu Seraya menunjuk ke arah Elia.


" huh Ya sudahlah Terserah kamu saja. Tapi, setelah operasi itu selesai, segera bawa dia pulang. jangan sampai menghabiskan uangmu!" ucap Hesti dengan nada ketusnya.


Sepertinya wanita paruh baya itu sudah mulai Jengah dengan menantu yang tidak diharapkan itu. dirinya berpikir, dengan kejadian itu Gavin akan 100% menjauhi Elia. Namun ternyata, dugaannya salah besar. laki-laki Tampan itu masih perhatian.


Gavin yang mendengar ucapan dari ibunya, hanya menganggukkan kepala saja. Kemudian, dengan segera menarik tangan Elia untuk segera menuju ke rumah sakit.

__ADS_1


***


Di sepanjang perjalanan menuju ke arah rumah sakit, suasana terlihat sangat hening. Namun, di balik itu semua, ada seseorang yang tengah mencuri pandang.


" Apa benar dia sudah tidak memiliki rasa padaku?" tanya Gavin seorang diri dalam hatinya.


Sementara Elia, gadis cantik itu hanya menundukkan kepala. mencerna setiap kalimat yang telah keluar dari mulut suaminya itu.


Sakit? Tentu saja itu rasanya sangat menyakitkan. mendapati kenyataan, jika orang yang mengaku mencintainya dengan tulus, malah tega berbuat seperti itu.


Perlahan-lahan, Gadis itu mulai mengangkat wajahnya. dan dengan segera, mulai menolehkan wajahnya ke arah Gavin yang telah sibuk mengemudikan mobilnya itu.


" percaya padaku Mas, Aku tidak pernah melakukan hal yang kau butuhkan itu." setelah mengatakan hal itu, Elia kembali menundukkan kepala.


Sementara Gavin yang mendengar penuturan istrinya itu, melirik sekilas ke arah Elia. dan kemudian, kembali terfokus pada jalanan yang ada di depan sana.

__ADS_1


__ADS_2