Cinta Tulus Gadis Buta

Cinta Tulus Gadis Buta
Bab 63


__ADS_3

Kini, Kevin dan yang lainnya, tengah menunggu tim medis yang tengah berusaha keras untuk menyelamatkan Elia. tentu saja, mereka semua merasakan ketakutan yang sangat berlebihan. Apalagi, Elia kini tengah mengandung. dan itu sangat membahayakan.


" Vin, loe yang sabar ya, kita berdoa aja, semoga kondisi Elia baik-baik saja." ucap Justin mencoba untuk menenangkan sahabatnya itu.


Mendengar hal itu, Gavin hanya mengagukan kepala secara perlahan. Namun demikian, matanya masih terfokus pada ruangan tindakan itu.


Tak lama berselang, seorang dokter datang menghampiri Gavin yang masih terduduk lemas di tempatnya. Seketika itu pula, Gavin segera berdiri dan menghampiri dokter itu.


" Dok bagaimana keadaan istri saya?" tanyanya setelah berhasil menggapai dokter itu. Terlihat sekali, ekspresi wajah dokter itu yang sangat tegang.


" Ada apa Dok?"


Gavin semakin merasa khawatir. karena dari tadi, dokter itu hanya terdiam. Seraya sesekali menghembuskan nafasnya panjang.


" lebih baik anda Jujur saja dok, Apa yang sebenarnya terjadi pada Elia!" tanya Gavin Yang sepertinya telah kehilangan kesabarannya. Terbukti, laki-laki itu tanpa sadar membentak orang yang lebih tua.

__ADS_1


"Vin, jaga bicaramu!" tegur Justin karena laki-laki itu melihat sikap kurang ajar yang ditunjukkan oleh sahabatnya itu terhadap orang yang lebih tua.


seketika itu pula, Gavin segera duduk di kursi tunggu Seraya meraup wajahnya dengan kedua tangannya." Maaf Dok saya tidak termasuk kurang ajar!" ucapnya dengan nada yang begitu frustasi.


Dokter laki-laki setengah baya itu, hanya menganggukkan kepala Seraya tersenyum kecil saat mendengar penuturan dari seorang Gavin Harsono. Karena, ternyata di dunia ini masih ada orang yang bersikap seperti laki-laki itu.


Apalagi Gavin, adalah seorang pengusaha sukses. yang tentunya, akan sedikit arogan. Apalagi, jika orang itu banyak uang. pastilah akan bersikap lebih parah. Namun, Sepertinya itu tidak berlaku untuk seorang Gavin Harsono.


" jadi, Bagaimana keadaan istri saya.?" ucap laki-laki itu saat merasa Hatinya sudah tenang. dan tidak dikuasai oleh Nafsu amarah.


" sepertinya, janin yang ada di dalam kandungan istri anda, tidak bisa kami selamatkan. kami mohon maaf" ungkapnya Seraya menundukkan kepala.


Seketika itu pula, dunia Gavin seakan runtuh seketika. dan jantungnya, akan lepas dari tempatnya. saat laki-laki itu, mengetahui fakta yang begitu menyakitkan. hingga membuatnya, seketika Luruh ke lantai. Dengan tangisan yang begitu pilu.


" Kenapa ini bisa terjadi ya Tuhan?" tanya laki-laki itu Seraya menangis terisak. tentu saja hal itu membuat kedua sahabatnya, segera menghampiri dan membantunya untuk berdiri.

__ADS_1


" sabar, Fin sabar, semua akan baik-baik saja percaya sama gue." ucap Arman yang mencoba menguatkan laki-laki itu.


" Iya Fin, mungkin saja, ini adalah hikmah dari setiap kejadian. mungkin saja, Tuhan tidak ingin melihat penderitaan anak lu. yang pastinya akan dibenci oleh neneknya sendiri." ucap Justin menimpali.


Sejenak, Gavin yang mendengar penuturan dari kedua sahabatnya itu, hanya terdiam. mencoba untuk mencerna ucapan dari mereka. benar apa kata Justin. Jika saja anaknya ini dapat lahir dengan selamat, dia pasti akan merasakan kesakitan yang teramat sangat. Karena mendapat kebencian dari neneknya sendiri.


*****


" Elia bangun, kamu harus kuat. ada aku yang akan selalu mendampingimu." ucapnya berbisik di telinga wanita itu. Setelah Elia dipindahkan ke ruangan perawatan VVIP.


" Bro, lu nggak ada niatan untuk menyelidiki semuanya? Siapa dalang dari semua ini?" tiba-tiba saja, Arman bocah seperti itu.


tentu saja ucapan dari Arman itu, membuat Gavin menoleh. dan setelahnya, laki-laki Tampan itu segera menghubungi anak buahnya untuk mencari siapa dalang dari musibah kecelakaan ini.


" Halo, segera Kalian cari Siapa dalang dari kecelakaan yang menimpa istriku." ucapnya dengan nada yang sangat tegas. dan juga terdengar begitu mengerikan.

__ADS_1


Setelah memerintahkan hal itu, Gavin segera duduk di kursi samping ranjang. Seraya sesekali, menggenggam tangan Elia untuk menguatkan gadis itu.


" Aku tidak tahu apakah kau akan sanggup jika mendengar cerita ini nanti." ujar Gavin Soraya mengusap kepala gadis itu.


__ADS_2