
Di sepanjang perjalanan, otak Gavin masih bekerja cukup keras. untuk menemukan, kejanggalan yang diperlihatkan oleh ibunya itu. Mengapa, wanita paruh baya itu menjadi lebih lembut terhadap Elia. Padahal, yang Gavin tahu, ibunya itu sangat membenci wanita yang berada di sampingnya itu.
Namun, Mengapa sekarang berbeda 180 derajat. Seperti Tengah merencanakan sesuatu. Gavin yang memikirkan itu, seketika menggelengkan kepala.
" Semoga saja tidak benar." lirihnya
Tentu saja, ucapan dari Gavin, terdengar sampai ke telinga Elia. hingga wanita itu seketika menoleh ke arah samping di mana sumber suara itu berasal.
" Kenapa Mas, Kok bicara sendiri?" tanya Elia dengan raut wajah penasaran dan juga bingung.
Gavin yang mendengar itu, seketika mengusap kepala istrinya dengan gerakan lembut." tidak apa-apa, Mas hanya merasa, sikap Mama hari ini aneh." jujur laki-laki itu.
Elia tersenyum kecil mendengar penuturan dari suaminya itu." Mas ini aneh. justru bagus kalau mama sudah bersikap lembut kepadaku. mungkin saja, Mama sudah sedikit menerimaku." ujarnya.
Gavin yang mendengar ucapan dari istrinya itu, hanya menganggukkan kepala kemudian juga ikut tersenyum kecil." semoga saja, Apa yang kamu katakan itu memang benar adanya." ucapnya dalam hati.
****
__ADS_1
Tak berselang lama, mobil yang dikendarai oleh Gavin, telah sampai di depan toko bunga. dan dengan segera, laki-laki Tampan itu segera menuntun istrinya untuk masuk ke dalam bangunan yang beraroma wangi itu. Karena berbagai jenis tanaman, berada di area bangunan itu.
" Bianca!" Gavin berteriak Memanggil nama karyawannya yang biasanya menemani Elia saat bekerja di sini. dan tak berselang lama, seorang gadis cantik keluar dari dalam toko itu.
" Iya Tuan, ada apa?" tanya Bianca tanpa menatap ke arah lain. sehingga tak menyadari, kehadiran Elia yang berada di samping Atasannya itu.
Gavin langsung menunjuk ke arah Elia yang berada di sampingnya. Hal itu membuat Bianca, seketika langsung paham apa yang dimaksud oleh Atasannya itu. dengan segera, gadis cantik itu menganggukkan kepala. dan mulai menggandeng tangan istri dari atasannya itu.
" kamu kerja baik-baik aja di sini, Nanti sore, Aku akan kembali lagi ke sini untuk menjemputmu." ucap Gavin seraya mengusap kepala istrinya dengan perasaan sayang. dan itu, membuat Bianca yang berada di sana, merasa sangat terharu.
Karena ternyata, orang yang memiliki kekurangan fisik seperti Elia. masih bisa mendapatkan ketulusan cinta dari seorang laki-laki. Apalagi manusia yang memiliki kesempurnaan fisik seperti dirinya. pasti akan mendapatkan laki-laki yang jauh lebih menyayanginya.
" Iya Mas hati-hati." ucap Elia Seraya tersenyum kecil. setelah itu, dua wanita cantik itu, segera menapaki bangunan yang memang cukup luas.
" Nah sekarang, aku ajari kamu cara untuk mengemas bunga-bunga ini menjadi cantik. oke," ucap Bianca penuh dengan semangat.
Sementara Elia yang mendengar itu, hanya menganggukkan kepala Seraya tersenyum tipis. Setelahnya, mereka berdua mulai bekerja dan mulai sibuk dengan aktivitas masing-masing.
__ADS_1
Memang, walaupun Elia memiliki kekurangan fisik, namun soal kecerdasan, wanita itu sama seperti orang-orang pada umumnya. Terbukti, Baru beberapa hari Elia berada di sana, Wanita itu sudah Mahir dalam mengerjakan apa yang harus dikerjakan di dalam toko bunga itu.
*****
Sementara itu di lain tempat, lebih tepatnya di tempat kerja. Gavin terlihat Tengah duduk di kursi kebesarannya. Soraya sesekali, tersenyum sendiri karena membayangkan wajah cantik istrinya.
Dirinya sudah seperti ABG yang baru merasakan manisnya jatuh cinta. hingga tak menyadari, keberadaan kedua sahabatnya itu.
Arman dan Justin yang melihat sahabatnya tersenyum seorang diri, seketika Saling pandang. ada kengerian di ekspresi wajah mereka.
" lu nggak apa-apa Fin, Kok senyum-senyum sendiri, gue jadi takut. Takut lo,--" belum sempat laki-laki itu melanjutkan ucapannya, sebuah geplakan mendarat mulus di kening Justin.
Plak
"awwhh! sadis banget tangannya. kayak Mama yang lagi marah!" gerutu Justin Soraya mengusap bekas geplakan sahabatnya itu.
Sementara Gavin yang mendengar itu, hanya menatap kedua sahabatnya itu dengan tatapan malas." lebih baik, kalian kerja. nggak usah ngobrol aja. mau makan gaji buta? Hmm," ucapnya Seraya melayangkan tatapan tajam kepada kedua sahabatnya itu.
__ADS_1
Seketika itu pula, Justin dan Arman mendengus kesal. Kemudian, kedua laki-laki Tampan itu segera keluar dari ruangan sahabat sekaligus Atasannya itu.
Sementara Gavin, laki-laki Tampan itu kembali memejamkan mata. Meresapi Seluruh Rasa yang mulai menyatu dengan sumsum tulangnya itu." aku janji, akan membahagiakanmu dan menjagamu dengan sepenuh hati." ucapnya Seraya tersenyum kecil.