Cinta Tulus Gadis Buta

Cinta Tulus Gadis Buta
Bab 15


__ADS_3

Setelah kepergian Gavin, Elia saat ini berada di dapur sendirian. Hal itu membuat teman-temannya, seketika berlari menghampirinya. bukan untuk sambutan hangat. Melainkan, untuk menghina dan mencaci maki.


Terutama Manohara. Entah mengapa, Gadis itu sangat membenci Elia. Bahkan, saat pertama kali melihat wajah Elia pun, Manohara sudah merasa tidak sudi bertatap muka dengannya.


Begitupun dengan Bu Laksmi. wanita paruh baya yang menjabat sebagai kepala pelayan di restoran itu pun, sama seperti Manohara. tidak pernah menyukai gadis yang bernama Elia Tiara Dewi.


Entah apa yang dipikirkan oleh mereka. sampai sampai tega memusuhi gadis yang bahkan tidak tahu lagi warna kehidupan di dunia ini. sepatutnya, mereka semua saling merangkul untuk menguatkan Elia agar dapat bersemangat untuk menjalani hidup di tengah keterbatasannya.


Namun kenyataannya, mereka semua Malah kompak untuk menjauhi gadis Malang itu. hanya karena, rasa Iri hati dan juga cemburu yang berlebihan yang mereka miliki.


Brak


Elia tersentak kaget, saat seseorang menggebrak meja dapur dengan cukup kuat. hingga membuat gadis itu, seketika sedikit terjengkang ke belakang.


" apa yang sudah kamu lakukan pada tuan muda Gavin,?" tanya Manohara dengan mencengkeram dagu gadis itu.


Hingga membuat si empunya, meringis kesakitan. karena kuku Manohara yang memang terkenal panjang itu terasa menusuk ke dalam kulit Elia.


Elia yang mendengar pertanyaan dari temannya itu, seketika menggelengkan kepala dengan tubuh bergetar hebat.


" aku tidak melakukan apa-apa" jawab gadis itu dengan kedua tangan yang mere-mas bagian bawah pakaiannya.


Plak


Manohara yang merasa geram pun, akhirnya melayangkan satu tamparan keras yang mendarat di pipi Mulus Elia.


Tentu saja, Hal itu membuat semua orang yang ada di sana, seketika terperangah kaget. Terutama, si kepala pelayan yang tak lain adalah Bu Laksmi.


" Manohara, jangan berlebihan memberikan pelajaran pada dia. bagaimana nanti Kalau Bu Nella tahu,?" tanya wanita paruh baya itu dengan sedikit panik.


Manohara yang mendengar pertanyaan dari Bu Laksmi pun, sekilas menatap ke arah wanita paruh baya itu. Kemudian, kembali menatap Elia yang tengah memegangi pipinya yang terasa berdenyut itu.


" Ibu tenang saja. Bu Nella tidak akan pernah tahu kalau Tidak diberitahu." ucap Manohara dengan menetap Elia dengan tatapan sinis dan juga tajam.

__ADS_1


Kemudian, dengan perlahan mendekatkan tubuhnya pada Elia. dan setelahnya, mencengkeram dagu gadis cantik itu.


" ih gadis bodoh, Dengarkan Aku baik-baik. Jangan pernah kau untuk coba-coba mendekati calon suamiku lagi." ucap Manohara dengan percaya dirinya.


Sementara Elia yang mendengarnya, hanya menganggukkan kepala. Seraya bulir bening mengalir di dalam bola mata indahnya.


Dirinya tidak akan pernah menyangka. jika rekan-rekannya, tega dan berani berbuat sejauh ini dengan menyakitinya.


" bagus! sekarang, segera selesaikan pekerjaanmu. dan jangan pernah berhenti jika kau belum menyelesaikan semuanya." ucap Manohara Seraya melirik ke arah mangkok yang tadinya berisi makanan yang dibuatkan oleh laki-laki yang ia idam-idamkan itu.


" dan satu lagi, sebagai hukumannya karena kau telah memakan makanan yang dibuatkan oleh calon suamiku, maka seharian ini, kau tidak akan pernah mendapatkan jatah makan. Mengerti,!" sentak Manohara dengan tatapan tajamnya.


Seketika itu pula, Elia segera menganggukkan kepala dengan masih berderai air mata. setelah puas menyiksa gadis lemah tak berdaya itu, Manohara segera melangkah pergi untuk menyelesaikan pekerjaannya.


Sepeninggal Manohara, Bu Laksmi dan beberapa karyawan yang lain, datang menghampiri Elia. masih dengan tatapan sinisnya.


" makanya, jadi perempuan itu, jangan pernah melakukan trik-trik kotor seperti itu." ucap Bu Laksmi menyindir ke arah gadis itu.


Entahlah, Ke mana perginya Hati Nurani semua manusia yang berada di restoran ini. Sampai-sampai, tega menganiaya gadis lemah tak berdaya seperti Elia.


Setelah puas memaki gadis itu, Bu Laksmi dan yang lainnya pun segera meninggalkan tempat itu untuk melanjutkan aktivitasnya masing-masing.


Sepeninggal teman-temannya, Elia menangis dengan pilunya. gadis Malang itu bahkan harus sampai menggigit Bibir bawahnya karena tidak ingin sampai teman-temannya mendengar tangisan itu.


" apa sebenarnya salahku Tuhan, Mengapa aku harus mendapatkan perlakuan seperti ini? Aku rindu kebahagiaan yang sempat hadir dalam hidupku. Hiks hiks hiks." ucapnya dengan terisak.


****


Sementara itu di luar ruang belakang, semua karyawan terlihat sangat tegang. terutama, Manohara dan juga Bu Laksmi. Bahkan, tubuh mereka berdua pun, sampai bergetar hebat karena saking takutnya.


" Selamat pagi semuanya," siapa seorang wanita cantik dengan sangat ramah dan juga lembut.


"pa- pagi bu Nella." ucap Manohara dan Bu Laksmi beserta karyawan yang lain secara bersamaan. Namun dengan nada terbata-bata.

__ADS_1


Sejenak Bu Nella menatap karyawannya satu persatu. hal itu tentu saja membuat Manohara dan Bu Laksmi yang melihat itu, seketika tubuh mereka bergetar hebat.


" bagaimana, Apakah restoran ini mengalami kemajuan?" tanya Bu Nela pada semua karyawan yang tengah berbaris rapi di sana.


" bagus Bu." ucapnya dengan serempak. hal itu tentu saja membuat Bu Nela yang mendengarnya, seketika menganggukkan kepala.


" Tolong panggilkan manajer keuangan restoran ini." ucapnya Seraya melangkahkan kaki masuk ke dalam ruangan pribadinya.


Tiba-tiba saja, wanita cantik berusia 30 tahun itu, menghentikan langkahnya. kemudian berbalik arah menatap ke arah karyawannya." Oh ya, nanti, Tolong panggilkan Elia Setelah saya selesai berbincang-bincang dengan manajer restoran ini." ucapnya Seraya tersenyum tipis.


Mendengar ucapan dari Bu Nella, membuat Bu Laksmi segera mengganggukan kepala. sementara Manohara, Malah semakin menatap sinis ke arah gadis Malang itu.


" dasar gadis sialan." umpatnya dalam hati. kemudian melangkah pergi dari sana.


******


Sementara itu di tempat lain, terlihat seorang laki-laki tampan Tengah duduk di atas kursi singgasananya. dengan sesekali memutar kursi itu.


" Bagaimana caranya, aku bisa mendapatkan kamu Elia?" tanyanya Seraya menyandarkan kepalanya di sandaran kursi empuk itu.


Tok tok tok


tak lama berselang, terdengar ketukan pintu dari arah luar ruangannya. hal itu tentu saja membuat Gavin, segera membuyarkan pikirannya. dan menyuruh orang itu untuk masuk.


" masuk" titah Gavin dengan tegas. tak lama berselang, pintu ruangan itu segera dibuka. dan tak lama berselang, masuklah seorang wanita cantik dan juga seksi, melangkah Anggun masuk ke dalam ruangan itu.


Wanita itu tampak tersenyum tipis Seraya melangkahkan kakinya mendekati meja Gavin." Permisi Pak, ini laporan keuangannya Bapak minta." ucap wanita itu Seraya sesekali mencuri pandang ke arah laki-laki yang tengah duduk anteng itu.


Gavin yang mendengarnya, menganggukkan kepala. Kemudian, segera meraih laporan yang dilapisi oleh map coklat itu.


Nb: mampir yuk di karya temen author nih bagus banget ceritanya di jamin ngak nyesel


__ADS_1


__ADS_2