
Hari ini, adalah Hari Istimewa bagi Gavin. karena hari ini, laki-laki itu akan melepas masa lajang. Sayangnya, pesta yang akan diadakan, hanyalah pesta sederhana. yang hanya Mengundang keluarga dan juga orang-orang terdekat.
Hal itu atas usulan dari Hesti Aulia Ibu dari Gavin. entah apa yang merasuki wanita paruh baya itu, hingga menginginkan pesta yang bernuansa sederhana saja.
Karena beberapa kali Jika ditanya, wanita paruh baya itu hanya mengatakan ingin menikahkan anaknya secara meriah dan mewah. namun kenyataannya sekarang, pernikahan Gavin hanya diadakan sesederhana mungkin.
Jelas saja Hesti melakukan itu. karena wanita paruh baya itu, tidak ingin semua orang tahu jika dirinya memiliki menantu yang mengalami kekurangan.
" nggak usah tegang Bro," ucap Justin Seraya menepuk bahu laki-laki Tampan itu. Gavin yang melihat itu, hanya melirik sesaat. Setelahnya, laki-laki itu kembali fokus ke arah depan. Seraya mulutnya berkomat kamit seperti membaca sesuatu.
Karena diam-diam, Gavin merasa sangat grogi dan nervous. Untuk itulah dirinya selalu menghafalkan nama Elia agar tidak lupa melafalkannya saat prosesi pernikahan nanti berlangsung.
__ADS_1
Tak lama berselang, pintu kamar Gavin diketuk dari luar. dan dengan segera, laki-laki itu beserta kedua temannya, segera melangkahkan kaki untuk keluar dari kamar itu.
" silakan tuan," ucap seorang wanita paruh baya Seraya menuntun laki-laki itu untuk menuju ke tempat acara.
****
Kini, Gavin dan juga Elia, Tengah duduk di atas pelaminan. dengan dikelilingi oleh keluarga Harsono. Sementara keluarga dari Elia, tidak ada yang menampakan diri mereka.
Tentu saja hal itu membuat Elia yang diberitahu oleh Gavin sebelumnya, memasang wajah yang sangat sedih." Apa sebenci itu Ayah terhadapku?" tanya Gadis itu dengan ada yang sangat Lirih. dan tak terasa, air mata Gadis itu mengalir seperti anak sungai yang tidak ada penyekatnya.
tentu saja, Hal itu membuat Elia mengangguk patuh. dan di sepanjang acara itu, mata Hesti tak lepas dari sosok menantu barunya itu. wanita paruh baya itu, menatap Elia dengan Tatapan yang sangat mengerikan.
__ADS_1
Bak Seekor buaya yang ingin menerkam mangsanya hidup-hidup." Tunggu saja gadis sialan! kau akan merasakan akibatnya!" geram Hesti Seraya menatap nyalang ke arah gadis Malang itu.
*****
Selesai acara, mereka semua berkumpul di ruang keluarga untuk berbincang-bincang. dan sesekali, Hesti akan menatap sinis ke arah gadis yang baru saja beberapa jam lalu menjadi menantunya itu.
" Maaf Tuan Nyonya, di luar ada keluarga dari nona Elia." ucap salah satu asisten rumah tangga menghampiri keluarga yang sedang bersantai itu.
Elia yang mendengar itu, dengan segera, langsung bangkit dari duduknya. dan hendak melangkah untuk menghampiri keluarganya itu.
Walaupun kehadirannya tidak diinginkan oleh keluarganya, tidak berarti Elia harus melakukan hal yang sama. karena Gadis itu yakin, semua manusia akan berubah pada akhirnya. dan dia sangat berharap, jika ayahnya akan kembali menyayanginya.
__ADS_1
" tunggu Elia, kita keluar sama-sama." ucap Gavin Seraya menggenggam jemari sang istri. Kemudian, menuntunnya untuk keluar dari dalam rumah.
Sementara Hesti yang melihat itu, tak henti-hentinya menatap sinis Seraya berkomat-kamit seperti seorang dukun yang sedang membacakan mantranya.