Cinta Tulus Gadis Buta

Cinta Tulus Gadis Buta
Bab 86


__ADS_3

Beberapa hari kemudian, proses lamaran itu benar-benar terjadi. dan hal itu, tentu saja membuat Elia seketika hancur. Karena, untuk kesekian kalinya Gadis itu harus dikhianati oleh orang yang menurutnya sangat Tulus.


Elia hanya bisa menundukkan kepala dan juga sesekali mengusap air matanya yang jatuh membasahi wajah cantiknya itu.


" Sudahlah Elia, Kau tidak perlu lagi menangis seperti ini. aku tahu, Kau hanya berpura-pura kan?" tanya Monalisa Seraya menatap sinis ke arah saudara tirinya itu.


Entah Sejak kapan, Kakak tirinya itu masuk ke dalam kamarnya. dan sekarang, berada di ambang pintu.


" Aku ikhlas kalau kakak akan menjadi istri mas Gavin. karena aku benar-benar tulus mencintainya." ucapnya Seraya mengukir senyuman tipis.


" Halah bullshit. nggak usah munafik kamu." ucap Monalisa dengan nada tidak suka. Karena tujuan gadis itu memang ingin menghancurkan mental dari adik tirinya itu.

__ADS_1


" Sudahlah sayang, lebih baik kita segera pergi saja. karena, hari Minggu nanti kau akan menjadi istri kesayangan di keluarga ini." ucap Sofia Seraya menggandeng tangan Putri kesayangannya itu.


" Iyalah mah, untuk apa juga aku ada di sini, nggak guna banget!" ucapnya dengan sengaja mendorong tubuh Elia. hingga gadis itu, seketika terjerembab di atas kasur.


Kemudian, segera melangkahkan kakinya untuk meninggalkan kamar Elia. yang sekarang, terletak di belakang bersama dengan para asisten rumah tangga yang ada di sana.


Entah setan apa yang merasuki tubuh dan pikiran Gavin, hingga membiarkan ibunya berbuat semena-mena pada wanita lemah itu. Wanita, yang diakui Gavin adalah istri kesayangannya itu. Tapi, Lihatlah sekarang laki-laki Tampan itu sama sekali tidak memperdulikan kondisi istrinya.


Apakah sebegitu bencinya Gavin terhadap Elia, hingga laki-laki itu sama sekali tidak ingin menyentuh atau bahkan menatap wajah gadis itu. Memang, Terkadang manusia itu memiliki sifat yang plin plan. hanya, karena rasa cemburu yang berlebihan, membuat seseorang Terlena dan bahkan menyakiti orang yang tulus menyayanginya.


Walaupun, dirinya memiliki kekurangan fisik. Namun, tidak berarti gadis itu terhalang untuk meminta sesuatu kepada yang di atas.

__ADS_1


" semoga, semuanya dapat berjalan dengan normal kembali." gumam gadis Malang itu Seraya mengusap air matanya yang tampak deras membasahi wajah cantik itu.


****


Malam harinya, semua keluarga Harsono termasuk Elia, menikmati makan malam seperti biasa. Bahkan, wajah Gavin seperti tidak terjadi apa-apa terhadap kehidupannya nanti.


Sementara Hesti yang melihat itu, hanya tersenyum simpul dan melanjutkan aktivitas makannya Seraya sesekali, menatap menantunya itu dengan tatapannya sangat sinis.


" akhirnya, mama bisa mendapatkan menantu yang sesuai dengan kriteria mama." ucap wanita paruh baya itu Soraya tersenyum penuh arti.


Ivan yang mendengar itu, seketika menoleh dan menatap istrinya. Namun, tatapan itu tidak berarti apa-apa untuk Hesti.

__ADS_1


Sementara Gavin yang juga mendengar ucapan dari ibunya, sama sekali tidak bereaksi apapun. laki-laki Tampan itu, masih tetap menikmati makan malamnya dengan hening dan juga pandangan yang lurus ke depan.


Sementara Elia yang juga ada di sana, hanya dapat menundukkan kepala. hatinya terasa sangat sakit saat harus menerima kenyataan ini.


__ADS_2