Cinta Tulus Gadis Buta

Cinta Tulus Gadis Buta
Bab 32


__ADS_3

" jadi sekarang Apa tujuanmu?" dengan ekspresi wajah biasa saja, Justin bertanya seperti itu seakan-akan tidak ada yang terjadi.


Arman segera menyenggol lengan sahabatnya itu saat menyadari tatapan dan raut wajah yang begitu menyeramkan terlihat dari wajah Gavin.


Tentu saja, Hal itu membuat Justin yang menyadari hal itu, segera menundukkan kepala. karena merasa takut. Apalagi, semua biaya kehidupannya, masih ditanggung oleh Gavin. Karena laki-laki itu, masih bekerja di perusahaan milik Gavin.


Sementara Gavin yang sedari tadi diam, seketika menghela nafasnya panjang. Karena, menurutnya percuma juga memberikan hukuman pada kedua sahabatnya itu. toh saat ini, semuanya sudah kadung terjadi. dan Gavin tidak dapat merubah semua itu.


" sekali lagi, Tolong maafkan kami Gavin, kami benar-benar tidak bermaksud untuk membuatmu Berada di posisi seperti ini." ucap Justin saat mereka bertiga sudah cukup lama terdiam.


"hmm, Sudahlah, toh semua sudah terjadi. mau tidak mau, Suka tidak suka. gue akan langsung bertanggung jawab." ucap Gavin dengan ekspresi wajah yang sangat tenang.


Mendengar penuturan dari sahabatnya itu, seketika membuat kedua laki-laki itu Saling pandang dengan Tatapan yang menyiratkan tanda tanya.


" kok nada bicara lu seperti itu? Bukannya lu bilang lu mulai tertarik dengan gadis itu? tapi kenapa nada bicara Lu begini?" beberapa pertanyaan sukses diajukan oleh Arman yang memang merasa sangat penasaran.

__ADS_1


"hmm, Gue memang sayang sama dia. Tapi, gue juga merasa bingung dan takut." ucapnya dengan nada Lirih.


" takut gimana maksud lo?" tanya Justin dengan raut wajah yang sangat penasaran. Karena memang, sahabatnya ini begitu banyak menyimpan rahasia hingga membuatnya menjadi sangat begitu misterius.


" pasti Mama sama Papa nggak akan setuju. apalagi lo tau sendiri gimana kondisi Elia." ucap Gavin Seraya menatap kedua sahabatnya itu secara bergantian.


" Hm kalau itu sih sudah pasti. tapi bagaimanapun juga, lu juga harus bertanggung jawab. Iya memang bukan salah lu sih. Tapi lu kan yang ngelakuin itu." ucap Arman kemudian.


Akhirnya, mereka bertiga sama-sama terdiam menyelami isi kepala masing-masing dan juga lamunan masing-masing.


Brak


Seketika itu pula, Gavin segera memukul meja yang ada di hadapannya. Tentu saja itu membuat sebagian orang merasa sangat terkejut. dan membuatnya, menjadi pusat perhatian.


Namun Gavin sama sekali tidak peduli. laki-laki Tampan itu, kini kembali melayangkan tatapan tajam terhadap kedua sahabatnya itu.

__ADS_1


" tenang Fin, Gue hanya ingin menebus semua kesalahan yang gue buat." ucap Justin juga tampak sangat gemetar menjelaskan semua pada sahabatnya itu.


" Terus lu pikir, Elia mau gitu lu nikahin? kemarin aja gue ditolak" ucap Gavin mendesah pelan pada akhir kalimatnya.


" Jadi lu udah pernah ngelamar dia?" tanya Arman Seraya menatap ke arah Gavin dengan ekspresi wajah bertanya-tanya.


" Iyalah makanya gue ke sini." ucapnya Seraya menyandarkan punggung kesandaran kursi.


" lebih baik, Lu tunggu saja beberapa minggu. kalau ada perubahan sama gadis itu, lu segera tanggung jawab." ucap Arman memberi saran.


" maksudnya, kalau dia hamil gitu?" tanya Kevin memperjelas ucapan sahabatnya itu. Arman dan Justin yang mendengar itu, hanya menganggukkan kepala.


Nb : nih author bawa cerita yang begitu memukau


__ADS_1


__ADS_2