
Beberapa hari kemudian, hari ini. Tepat hari Minggu di mana keluarga Gavin Harsono akan melamar Elia menjadi bagian dari keluarga mereka. Walaupun, hal itu sangat ditentang oleh Hesti Aulia. karena wanita paruh baya itu, tidak akan pernah setuju.
" Gavin, Kenapa kamu mau menikahi Gadis itu sih, Apa sebenarnya tujuannya?" tanya wanita paruh baya itu Seraya menatap ke arah sang Putra yang duduk di sebelahnya.
" jangan mulai deh Mah, kan Gavin sudah pernah bilang beberapa kali," ucap laki-laki itu Seraya menghela nafas panjang.
Hesti yang mendengar itu, seketika memalingkan wajah Seraya mendengus karena melihat tingkah keras kepala dari anak laki-laki satu-satunya itu.
Sementara itu Ivan Harsono yang sedari tadi diam, seketika membuka suara karena merasa sudah sedikit lelah dengan tingkah anak dan istrinya itu.
" Sudahlah mah, Gavin itu udah besar. dia sudah bisa menentukan hidupnya sendiri." ucap laki-laki paruh baya itu Seraya menenangkan emosi sang istri.
__ADS_1
Hesti yang mendengar itu, seketika menatap suaminya dengan Tatapan yang sangat tajam." Pah Mamah memang menginginkan Gavin untuk menikah cepat-cepat. tapi, bukan begini caranya, Mama tidak ingin punya menantu yang kekurangan seperti dia." ujar Hesti Seraya menunjuk ke arah Elia yang tengah duduk di taman belakang rumah itu.
Gavin yang mendengar itu, seketika menghembuskan nafasnya kasar. selalu saja, ibunya berkata seperti itu. Padahal, kondisi yang dialami oleh Elia ini, bisa saja disembuhkan. karena ini bukan kondisi yang permanen.
" mah Janganlah seperti itu. Elia itu bisa sembuh kalau mama lupa." ucap Gavin mencoba mengingatkan sang ibu.
Sementara itu Hesti yang mendengarnya, hanya terdiam. Karena Wanita paruh baya itu tidak akan pernah merestui putranya menikahi wanita seperti itu. Apapun alasannya.
" Sudahlah. lebih baik, kita semua bersiap-siap saja. lebih cepat, lebih baik." ucap Ivan Harsono saat mereka sudah sama-sama terdiam.
Gadis cantik itu juga dipoles sedemikian rupa oleh salah satu asisten rumah tangga yang ada di sana. dan dengan kebaya yang sangat sederhana.
__ADS_1
****
di dalam kamar milik asisten rumah tangga Gavin, Elia sedang dipoles menggunakan make up yang sangat sederhana. dan juga kebaya yang tak kalah sederhananya.
Namun, justru Hal itu membuat Gavin merasa sangat terpesona dengan gadis yang sebentar lagi akan menjadi istrinya itu.
" cantik sekali gadis ini" gumam Gavin Seraya matanya tak lepas dalam memandang gadis yang ada di hadapannya itu.
Sementara itu Hesti yang mendengar pernyataan dari Gavin, seketika memutar bola mata malas." Sudahlah Ayo kita berangkat, nanti malah kemalaman kita." ucap wanita paruh baya itu Seraya menarik tangan anak dan suaminya.
Sementara Elia, gadis cantik itu diapit oleh para asisten rumah tangga yang bekerja di rumah Gavin. dan dengan segera, mereka semua segera berangkat menuju ke kediaman keluarga Wirawan.
__ADS_1
" astaga! aku tidak menyangkal akan mendapatkan kesialan semacam ini!" gerutu Hesti Seraya menatap ke arah Elia yang memang berada di sampingnya.
Sementara Ivan dan Gavin berada di bangku paling depan tak mendengar perkataan wanita paruh baya itu. tak berselang lama, akhirnya keluarga Harsono sampai juga di tempat keluarga Wirawan.