Cinta Tulus Gadis Buta

Cinta Tulus Gadis Buta
Bab 114


__ADS_3

Akhirnya setelah kejadian itu, Gavin dan Elia memutuskan untuk kembali ke kota asal dengan membawa sertifikat milik ibu Gavin.


"kalau begitu, aku akan langsung kembali ke restoran."ujar Elia Seraya mencoba melepaskan sabuk pengaman dari tubuhnya.


Namun pergerakannya segera terhenti saat merasakan genggaman tangan Gavin yang cukup kuat. membuat Elia seketika terdiam. dan perlahan-lahan, menoleh ke arah laki-laki itu.


"apa tidak ada kesempatan kedua bagiku?"tanya Gavin Seraya menatap kedua mata indah milik Elia.


Membuat gadis itu, seketika terdiam. membalas tatapan laki-laki saat ini masih menjadi suaminya. kemudian dengan perlahan, menggelengkan kepala.


Sontak saja, hal itu membuat Gavin seketika menghilang nafas panjang. "aku takut jika kembali kepadamu, akan kembali terluka."ujar Elia Soraya menundukkan kepala.


Mendengar ucapan dari istrinya itu, seketika membuat Gavin meraih kedua tangan Elia dan menggenggamnya dengan sangat erat.


"maafkan aku, aku sungguh masih sangat mencintaimu tolong kembalilah padaku,"ujar laki-laki itu dengan tubuh yang bergetar hebat.


Sontak saja hal itu membuat Elia seketika langsung menatap ke arah sang suami. dan betapa terkejutnya dia, saat menyaksikan laki-laki itu menangis. sungguh tangisan Gavin, sangat memilukan. membuat gadis itu, merasa sangat tidak tega.


Tanpa basa-basi, gadis cantik itu segera menghambur ke dalam pelukan laki-laki yang memang masih menjadi suaminya.


"maaf tapi hatiku masih terlalu sakit untuk kembali kepadamu, maafkan aku."ujar Elia Seraya Male rai pelukan itu dan langsung keluar dari dalam mobil. dan saat dirinya keluar, ternyata Arman dan juga Justin, telah berada di luar restoran dengan senyuman khas mereka.


"kenapa berdiri di sini?"tanya Elia dengan raut wajah heran. karena dua laki-laki tampan itu, berdiri seperti tengah menunggunya.


Tiba-tiba saja, Arman langsung berlutut menggenggam tangan gadis itu. membuat si pemilik yang merasa sangat terkejut, seketika melangkah mundur.


"tolong menikahlah denganku,"ujar laki-laki berambut gondrong itu dengan tatapan yang sangat tulus.

__ADS_1


"ka-kak Arm-an berca-nda, ya?"tanya Elia dengan suara tergagap. karena sungguh, gadis cantik itu merasa tidak menyangka akan mendapatkan hal secara mendadak seperti ini.


Apalagi hatinya belum menentu akan memilih siapa. baru dirinya merasa lega karena keluar dari dalam mobil milik laki-laki yang membuat hatinya bimbang, saat keluar malah Elia disuguhkan dengan kenyataan seperti ini? oh ayolah apakah dunia masih baik-baik saja? mengapa dua orang laki-laki itu meminta Elia untuk menjadi bagian dari hidup mereka secara bersamaan? ini tidaklah lucu sama sekali.


"aku serius Elia, aku sungguh-sungguh mencintaimu. dan cintaku ini benar-benar murni dari hati terdalam."ujar Arman Soraya menatap menik mata gadis itu dengan sangat dalam.


"sejak kapan?"tanya Elia masih dengan raut wajah yang begitu terkejut.


Arman yang mendengar itu, seketika menggelengkan kepalanya."aku tidak tahu persisnya kapan, tapi yang jelas aku mencintaimu sungguh-sungguh mencintaimu!"ujarnya dengan nada yang sangat tenang.


Namun percayalah, hati laki-laki berambut panjang itu, saat ini tengah berdetak dengan sangat kuat. butuh beberapa saat untuk berlatih mengungkapkan isi perasaannya pada gadis yang bernama lengkap Elia Tiara Dewi itu.


"maaf Kak, aku belum bisa."ujarnya lirih dan langsung pergi meninggalkan kedua laki-laki itu yang masih tertegun di tempatnya.


Semua kegiatan itu, tak lepas dari tatapan sosok laki-laki yang masih berada di dalam mobilnya. siapa lagi jika bukan Gavin.


"kenapa semuanya menjadi rumit seperti ini?" tanya laki-laki itu Seraya menjandarkan kepalanya di sandaran kursi. kemudian kembali melirik ke arah dua orang laki-laki yang masih di berdiri tempatnya.


Sesampainya di kediaman kedua orang tuanya, Gavin segera turun dan menghampiri sang ibu. yang ternyata, telah berdiri di teras rumahnya.


"akhirnya kamu pulang juga, bagaimana apakah kamu sudah mendapatkan barang itu kembali?"tanya Hesti dengan harap-harap cemas.


Gavin yang mendengar itu segera menganggukkan kepala. dan setelahnya, menyerahkan sebuah kertas yang dibalut dengan map berwarna coklat itu.


"semua sudah beres, kan? kalau begitu, Gavin permisi dulu."ucap laki-laki itu membalikkan tubuhnya bersiap untuk melangkahkan kaki menuju mobil miliknya kembali.


Namun dengan segera, Hesti menahannya."tunggu, memangnya kamu mau ke mana?"tanya wanita paruh baya itu dengan ekspresi wajah tanpa dosa.

__ADS_1


Padahal berkat campur tangannya juga, rumah tangga Gavin pura-pura Ndak seperti ini. membuat laki-laki itu, seketika terdiam di tempatnya.


"aku akan kembali pada istriku. dan jangan coba-coba untuk mengganggu rumah tanggaku lagi!"ujar laki-laki tampan itu Seraya melirik sang ibu dengan tatapan tajamnya.


membuat Hesti yang mendengarnya, menundukkan kepala. "baiklah jika itu keputusanmu, bawalah dia kemari karena Mama akan meminta maaf padanya."ujar wanita paruh baya itu Seraya menepuk pundak putranya.


Tentu saja hal itu membuat Gavin yang mendengarnya merasa sedikit terkejut. kemudian laki-laki tampan itu melirik ke arah sang ayah. yang ternyata tengah memandangnya dengan senyuman penuh arti. Gavin yang mengerti akan hal itu, segera menganggukkan kepala.


Dirinya bertekad akan berusaha membawa kembali istrinya itu.


Beberapa bulan kemudian,...


Kini Elia tengah duduk bersama kedua orang tuanya. Yap Amar dan juga Sherly, memutuskan untuk kembali. karena itu mereka lakukan untuk menebus kesalahan yang pernah ia perbuat pada Putri kesayangan mereka.


"Elia senang sekali, akhirnya kalian mengerti apa yang diinginkan oleh seorang anak,"ujarnya Soraya tersenyum sangat manis.


"iya sayang, maafkan kami karena pernah menelantarkan dirimu, satu hal yang harus kamu petik dari kejadian ini, jika kamu memang masih mencintai seseorang itu, maka pertahankanlah. jangan sampai penyesalan itu, menghampiri kehidupanmu."ujar Sherly penuh dengan makna.


Elia yang tahu apa yang dimaksud oleh ibunya itu, yang menganggukkan kepala Seraya tersenyum tipis.


tok tok tok


di saat mereka tengah berdebat dengan pikiran masing-masing, tiba-tiba saja rumah keluarga Wirawan, diketuk oleh seseorang.


"Tuan, Nyonya, di luar ada keluarga Tuan Harsono. mereka datang untuk melamar Nona Elia."ucap salah satu pekerja rumah itu.


Tentu saja, hal itu membuat ketiga manusia itu merasa sangat terkejut. terutama Elia. gadis itu tampak mematung di tempatnya.

__ADS_1


"ternyata dia masih belum menyerah juga,"ujarnya dalam hati.


"jika kamu masih mencintainya, maka terimalah dia. jika tidak, kamu boleh menolaknya."ujar Sherly yang tahu ekspresi wajah Putrinya itu.


__ADS_2