Cinta Tulus Gadis Buta

Cinta Tulus Gadis Buta
Bab 115


__ADS_3

Sesampainya di tempat itu, kedua keluarga saling berjabat tangan. dan segera kembali ke tempat duduk masing-masing.


Suasana tampak sangat tegang karena kedua keluarga itu, sama-sama terdiam Seraya menatap satu sama lain.


"euuumm, ada apa Tuan Ivan dan keluarga datang kemari?"tanya Amar Seraya menatap keluarga yang ada di seberang sana dengan senyuman hangatnya.


Walaupun, laki-laki paruh baya itu telah mengetahui apa maksud kedatangan keluarga itu. Namun tetap saja, laki-laki paruh baya itu ingin mendengar alasan itu keluar dari mulut mereka sendiri.


"saya berniat ingin melamar Putri anda,"ujar Gavin Soraya menatap laki-laki paruh baya itu dengan sedikit gemetar.


Karena seumur-umur, Gavin baru menghadapi situasi seperti ini. tentu saja, karena pernikahan mereka dulu itu tidak ada lamaran seperti ini. Apalagi, suasana kedua keluarga, begitu sangat harmonis saat ini.


Amar dan Sherly yang mendengar itu, seketika saling pandang Seraya menatap Kevin dengan senyuman penuh arti.


"bukankah kalian memang masih suami istri?"pertanyaan itu sukses membuat keluarga Harsono seketika merasa salah tingkah.


Tiba-tiba saja, Hesti langsung menubruk tubuh menantunya itu dan memeluknya dengan sangat erat. tubuh wanita itu tampak terguncang hebat karena menahan rasa sesak di dada.


"maafkan mama, karena kebodohan mama, Mama hampir kehilangan semua yang Mama miliki."ucap wanita paruh baya itu Seraya memeluk tubuh Elia dengan sangat erat.


Sontak saja pemandangan itu membuat semua orang terdiam dengan tatapan tak percaya. seorang Nyonya Hesti yang terkenal sangat angkuh dan juga sombong, saat ini tengah bersimpuh Seraya memeluk seorang gadis dengan sangat erat.


"Nyonya, apa yang Anda lakukan?!"ucap Sherly Soraya mencoba untuk membangunkan wanita paruh baya itu kembali.


Namun, segera Hesti mengedikkan bahunya, pertanda bahwa wanita paruh baya itu tidak ingin disentuh dan dirubah posisinya saat ini.


"biarkan saja nyonya, biarkan saya menebus semua kesalahan saya pada gadis malang ini,"ujarnya menatap dengan raut wajah sendunya.


Tentu saja, Elia yang mendengar ucapan dari wanita paruh baya itu, merasa tidak tega. rasa kesal selama ini yang ia pendam, seketika luluh lantak saat melihat ketulusan wanita paruh baya itu. kemudian dengan segera, Elia mengangkat tubuh Hesti. kemudian, mendudukkannya di samping tubuhnya.


"aku sudah memaafkan Mama kok,"ucap gadis itu Seraya tersenyum simpul. tentu saja hal itu membuat wanita paruh baya itu, merasa sangat senang.

__ADS_1


Dengan segera, Hesty memeluk tubuh Elia dengan sangat erat. suasana haru seketika tercipta dari kedua wanita berbeda generasi itu.


"jadi, apakah kamu menerima anak mama kembali?"tanya Hesti Seraya menatap p wajah Elia dengan perasaan harap-harap cemas.


Apalagi, saat Elia tidak menjawab pertanyaan wanita paruh baya itu. membuat Hesti dan Gavin sama-sama merasa begitu gelisah.


"huuftt,"


Semua orang, merasa sangat lega saat melihat anggukan kepala dari Elia. terutama Hesti dan juga Gavin. pasangan ibu dan anak itu, sampai menitihkan air mata karena merasa sangat terharu dengan suasana ini.


"terima kasih, terima kasih karena kamu masih mau memberikan kesempatan untuk kami. Mama janji, setelah ini akan menjadi mertua yang baik untuk kamu."ujar wanita paruh baya itu Seraya memeluk tubuh menantunya itu dengan sangat erat


Sementara Ivan yang melihat itu, hanya tersenyum simpul. ternyata, perjuangannya selama ini tidaklah sia-sia. karena pada akhirnya, hati keras milik istrinya dapat luluh juga.


Akhirnya, lamaran itu pun diterima oleh keluarga wirawan dengan perasaan sukacita. walaupun itu semua hanyalah simbol. karena pada dasarnya, Gavin dan juga Elia masihlah suami istri.


Beberapa tahun kemudian,...


"Mama, aku di sini!"teriak seorang gadis kecil berusia sekitar 2 tahunan. tentu saja hal itu membuat wanita cantik itu, membalikkan tubuhnya Seraya tersenyum tipis.


"kamu ke mana aja? Mama cari kok nggak ada?"tanya wanita cantik itu Seraya menoel pipi gembul putrinya itu.


"main sama papa,"ucap gadis kecil itu dengan menunjukkan arah belakang tubuhnya. dan hal itu, diikuti oleh pandangan wanita itu.


Seketika itu pula, senyuman wanita itu benar-benar terukir bibir tipisnya. Senyuman manis itu, membuat sang suami juga ikut tersenyum. dan langsung menghampiri anak dan istrinya.


"aku bahagia, akhirnya kita bisa melewati polemik kehidupan yang sangat rumit itu,"ucap laki-laki itu yang tak lain adalah Gavin.


Yap, setelah mereka memutuskan untuk kembali, Gavin memboyong istrinya ke tempat tinggal yang baru. karena laki-laki tampan itu, tidak ingin rumah tangganya dicampuri oleh orang lain. dan itu mendapatkan persetujuan dari kedua orang tua masing-masing.


Tak lama berselang, terdengar suara pintu diketuk dari luar. membuat mereka semua berjalan menghampiri sumber suara itu dan langsung membuka pintu.

__ADS_1


"hai bro!"ujar dua orang laki-laki bersama dengan pasangan masing-masing.


"ngapain ada di sini?"tanya Gavin dengan sangat ketus. tentu saja perlakuan itu, membuat Elia merasa tidak enak. dan dengan segera, mencubit pinggang suaminya itu dengan sangat keras.


Membuat Gavin seketika meringis dan mengusap bekas cubitan istrinya itu. "iya iya,"ujarnya dengan cemberut.


"kalian mau masuk atau di luar aja?"tanya Elia memecah keheningan. karena sadari tadi, wanita itu hanya melihat kecanggungan di antara ketiga pria itu.


"di luar aja lah sayang, lagi pula mereka a/kan bawa pasangan masing-masing,"ujar Gavin Seraya melirik ke arah dua laki-laki itu.


******


"makasih ya, berkat kalian berdua akhirnya gue bisa bersatu lagi dengan istri tercinta,"ucap Gavin penuh dengan sindiran.


Tentu saja hal itu membuat Elia yang mendengarnya, segera melayangkan tatapan tajam.


"tidak apa-apa Elia, justru aku banyak belajar dari kejadian itu. jika saja kamu tidak menolak permintaanku itu, mungkin aku tidak akan pernah melihat ketulusan cinta dari wanita yang ada di sampingku ini,"ujar Arman Soraya merangkul pundak Marsha.


Elia yang mendengar itu, hanya menganggukkan kepala Seraya tersenyum simpul.


Mereka kembali berbincang-bincang dengan hangat. dan tentang perlakuan Gavin itu, bl sebenarnya laki-laki tampan itu sudah memaafkan semuanya. karena sebenarnya, Gavin juga merasa sangat bersyukur karena semuanya dapat terselesaikan dengan baik.


"kalian mau bulan madu nggak?"tiba-tiba saja, Justin yang sedari tadi hanya diam, ikut menimpali ucapan mereka. Seraya merangkul pundak istrinya. yang tak lain adalah Bianca.


Mereka semua hanya tersenyum simpul. Elia memejamkan matanya untuk merasakan hawa yang sangat sejuk. apalagi saat ini, pikirannya telah tenang. karena semuanya telah selesai.


Menurutnya, ketulusan cinta itu akan terlihat saat sebuah pasangan mengalami masalah dan dapat bertahan dari hal apapun. dan Elia bersyukur, dia dan sang suami dapat melewati itu semua. walaupun, hubungan mereka hampir saja hancur. dan mereka saat ini, hidup dengan bahagia.


*****ending*****


Nb : mampir yuk Kak di Karya baru autor, dijamin ceritanya bagus hehehe.

__ADS_1



__ADS_2