Cinta Tulus Gadis Buta

Cinta Tulus Gadis Buta
Bab 62


__ADS_3

Kini, Gavin Tengah dilanda kebingungan dan kepanikan yang sangat hebat. Bagaimana tidak, Elia tidak berada di tempatnya. dan Bianca mengatakan, jika Elia telah dijemput oleh seseorang yang mengaku sebagai suruhannya.


" Nona Elia telah dijemput oleh seseorang tuan, dan orang itu, berkata melaksanakan semuanya atas perintah tuan." begitulah bunyi dari Bianca.


Tentu saja itu membuat Gavin, yang mendengarnya, seketika merasakan kepanikan yang cukup hebat. Seketika itu pula, pikiran-pikiran buruk dan negatif berputar-putar di atas kepalanya dan memenuhi semua isi otaknya.


" Tenang saja Fin, lebih baik kau berdoa saja. semoga, Elia lekas kembali dan tidak kekurangan zat apapun." ucap Justin mencoba untuk menenangkan sahabatnya itu.


Gavin menganggukkan kepala Lirih. saat mendengar penuturan dari sahabatnya itu." Aku berharap, semua baik-baik saja." ucapnya Seraya menyandarkan tubuhnya di sandaran kursi.


Berbagai pikiran-pikiran buruk seketika keluar di dalam otaknya. dan hal itu, membuat Gavin semakin merasa panik.


" Ya Tuhan Elia kamu di mana sih?" tanya laki-laki itu Seraya mengedarkan pandangan ke segala arah. di saat semua orang Tengah panik mencari keberadaan Elia, tiba-tiba saja, ponsel Gavin berdering. Menandakan ada panggilan masuk.


Dengan gerakan malas, laki-laki itu mengeluarkan ponsel dari dalam sakunya." Halo ada apa?" tanyanya tanpa memperhatikan nama si penelpon.

__ADS_1


" Bos Kami menemukan sebuah mobil yang menabrak pohon di tepi jalan." seseorang yang berada di seberang sana.


" lalu, Kenapa kau beritahu aku, aku kan bukan Polisi?" tanya Gavin penuh dengan rasa heran.


" di dalam mobil itu, terdapat Nona Elia." ucapnya dengan nada yang terdengar sedikit panik.


Degh


Seketika itu pula, jantung Gavin seakan ingin lepas dari tempatnya. dan beberapa detik setelahnya, laki-laki itu hanya bisa terdiam memikirkan dan mencerna ucapan dari anak buahnya. yang sengaja, dirinya sebar untuk mencari sang istri.


"Vin, ada apa?" tanya Arman yang melihat ke arah sahabatnya itu yang tampak sekali terpuruknya.


Tak berapa lama, laki-laki Tampan itu telah berada di lokasi yang dikatakan oleh anak buahnya. dan seketika itu pula, lutut Gavin terasa lemas. Seperti tulang yang dilolosi.


"aaarrrghhh! Elia!" teriak laki-laki itu saat melihat dengan mata kepalanya sendiri, tubuh istrinya dikeluarkan dari dalam mobil dengan kondisi yang sangat memprihatinkan.

__ADS_1


Dengan langkah gemetar, laki-laki itu berjalan menghampiri mobil yang tampak hancur mengenakan. tiba-tiba saja, laki-laki itu menghentikan langkahnya. saat menyadari sesuatu.


"tunggu, mengapa dia bisa berada di dalam mobil, dan posisinya berada di kursi kemudi?" tanya laki-laki itu Seraya menatap ke arah teman-temannya.


Arman dan yang lain yang mendengarnya, seketika Saling pandang. dan secara bersamaan, mereka mengedikkan bahu. Pertanda, mereka semua tidak mengerti.


" Sudahlah, lebih baik, kita segera bawa istrimu ke rumah sakit. Sepertinya, kondisinya sedikit mengenaskan." ucap Arman yang berusaha untuk mengingatkan sahabatnya itu.


Mendengar ucapan dari sahabat sekaligus anak buahnya itu, membuat Gavin seketika tersadar." ya Allah, aku hampir saja lupa!" serunya Seraya mengusap wajahnya dengan Kedua telapak tangan.


Yap, mobil yang sengaja ditabrakan oleh Nella itu, baru saja ditemukan oleh warga sekitar. karena memang, kondisi jalanan yang sama sekali tidak ada orang. dan baru diketahui, saat anak buah Gavin menyusuri tempat itu.


Gegas, mereka semua segera menghubungi pihak berwajib dan juga menghubungi Gavin. dan setelah itu, Gavin pun sampai ke tempat lokasi kejadian.


****

__ADS_1


" Elia aku mohon bertahanlah!" teriak Gavin saat laki-laki itu mendorong brankar yang membawa tubuh lemah tak berdaya milik Elia. tiba-tiba saja, laki-laki itu menangis sesenggukan. tentu saja hal itu membuat semua orang yang ada di sana, tampak sangat terkejut.


" sepertinya, Gavin sudah mulai mencintai gadis itu." ucap Arman berbisik pada Justin.


__ADS_2