Cinta Tulus Gadis Buta

Cinta Tulus Gadis Buta
Bab 36 Novel Baru Author


__ADS_3

Blurb :Suatu Hari, di sebuah rumah mewah yang berada di kota X negara A, dua orang anak manusia tengah asyik mengucapkan janji di bawah bintang dan bulan yang bersinar di langit.


" aku berjanji, akan selalu menyayangimu karena kamu adalah salah satu orang yang menerimaku apa adanya." ucap seorang gadis kecil berusia 10 tahun yang Bernama Devia Maharani


Mendengar hal itu, anak laki laki yang berusia 11 tahun, seketika menoleh dan tersenyum tipis. " aku janji akan melindungimu sampai kapanpun." ucap laki-laki itu yang bernama Rivaldo Abbas.


seiring berjalannya waktu, dan seiring bertambahnya usia mereka, membuat sikap Rivaldo lambat laun semakin berubah.


Hal itu seketika membuat Devia merasa sangat begitu sedih hingga suatu kejadian yang sangat fatal menimpa gadis itu.


hingga membuat Devia sangat membenci Rivaldo. Mampukah Rivaldo meluluhkan hati sahabat kecilnya kembali. dan Akankah, Devia menerima dan memaafkan kesalahan sahabatnya?.



Bab 1 Prolog.


Rivaldo Abbas, adalah seorang laki-laki tampan, dingin dan juga karismatik. dia adalah anak pertama dari pasangan Randy Abbas dan juga Meita Saraswati.


di umurnya yang kini menginjak 10 tahun, laki-laki itu sudah terlihat sangat tampan. Bahkan, di area sekolah yang menjadi tempat belajarnya, seringkali Rivaldo dikagumi oleh sebagian guru di sana. di sana juga, laki-laki itu memiliki banyak sekali teman.

__ADS_1


Karena Rivaldo adalah anak pertama dari keluarga besar Abbas. Dunia Rivaldo memang sangat menyenangkan. Bagaimana tidak, laki-laki yang baru berusia 10 tahun itu, bahkan sudah memiliki kekayaannya sendiri di negara A ini.


Itulah yang membuat laki-laki itu dijuluki sebagai Sultan Muda Yang ada di negara ini. Bahkan, laki-laki itu mempunyai pengawalan sendiri di usianya yang baru berusia 10 tahun ini.


" tuan, apa kita akan langsung pulang ke rumah?" tanya seorang pengawal berbaju serba hitam yang menghampiri ke arah Rivaldo.


Rivaldo yang mendengarnya, hanya menganggukkan kepala. Kemudian, kembali fokus kepada benda pipih dan pintar miliknya.


" Apakah kita akan bertemu?" tanya laki-laki itu Seraya menyentuh sebuah foto yang terdapat pada ponsel mewah dan mahalnya itu.


Rivaldo seketika tersenyum tipis, saat mengingat ucapan yang dilontarkan oleh gadis berambut keriting dan berkulit putih. yang tak lain adalah sahabat kecilnya.


suatu pagi, di sebuah rumah mewah di kota P, terlihat dua anak manusia Tengah bermain bersama-sama. dan sesekali, tertawa terbahak-bahak.


" eh Gembul sini dong." ucap seorang laki-laki berusia 5 tahun kepada sahabat wanitanya yang dia beri nama" Gembul" itu.


karena memang, Gadis itu bertubuh gemuk dengan kedua pipi yang begitu chubby. membuat siapa saja, merasa begitu gemas jika melihat gadis perempuan itu. Namun, terkadang ada juga orang yang menghinanya.


Karena memang gadis kecil itu, terlahir dengan fisik yang kurang sempurna. Namun demikian, Rivaldo tidak pernah meledek fisiknya sama sekali. paling hanya memberi nama sematan "Gembul" pada gadis itu.

__ADS_1


" nggak usah dipanggil Gembul kali ah, Namaku kan bukan gembul" ucap gadis kecil itu dengan merajuk dan sesekali menatap Rivaldo dengan tatapan sinisnya.


" Iya memang namamu kan bukan gembul. tapi Devia Maharani. Tapi, Aku lebih senang memanggilmu gembul. karena itu, adalah panggilan kesayanganku untukmu." ucap Rivaldo Seraya mengusap kepala gadis kecil itu.


Hal itu tentu saja membuat Devia yang mendengarnya, seketika menganggukkan kepala. dan dengan segera, mereka kembali bermain seperti biasa.


Sebenarnya Devia ini tinggal di kota K bersama dengan keluarga besarnya. Namun, sering gadis itu meminta kedua orang tuanya untuk menemui sang Bibi dan Paman yang berada di negara P.


Tentunya, hal itu membuat keluarga dari paman Marco merasa sangat bahagia. karena kebetulan, dia dan sang istri, belum dipercayakan momongan di usianya yang menginjak hampir 30 tahun ini. Untuk itulah, Marco dan sang istri, sangat merasa senang jika Devia menginap di rumah mereka.


" Sayang, makan dulu yuk." ucap Bibi Velove Seraya menghampiri Devia sang keponakan. gadis kecil itu pun, akhirnya menurut. Sementara Rivaldo pun juga ikut pulang. karena kebetulan, rumah mereka bersampingan. Hal itulah yang membuat Devia selalu merasa betah jika berada di kota paman dan bibinya.


Ya walaupun, di kotanya sendiri pun, Devia juga banyak sekali teman sebayanya. namun Entah mengapa, gadis kecil itu suka sekali bermain dengan Rivaldo.


****


Selesai makan, Rivaldo dan Devia kembali bermain seperti biasa. namun tiba-tiba, entah sengaja atau hanya iseng, Rivaldo menarik mainan yang dipegang oleh Devia hingga rusak. Hal itu membuat Devia merasa sangat geram. dan dengan segera, gadis kecil itu menggigit telinga dari Rivaldo.


Sontak saja hal itu membuat Rivaldo seketika menangis cukup kencang. hingga membuat Devia yang berada di sampingnya, juga ikut menangis.

__ADS_1


flashback off.


__ADS_2