
Sore harinya, seperti biasa, saat jam pulang kantor, semua karyawan, segera berhambur keluar bangunan. untuk segera pulang ke rumah masing-masing. Karena memang, semua orang merasa begitu lelah. Akibat bekerja seharian.
Begitupun dengan Gavin. laki-laki Tampan itu, Juga ikut keluar dengan langkah tergesa-gesa. hingga beberapa kali, hampir menabrak karyawannya ya memang sedang lalu lalang.
" eh,." maaf saya buru-buru" ucap Gavin Seraya melangkahkan kakinya untuk menuju ke arah mobil.
Seketika itu pula, para karyawan itu melongo Seraya mengerjap-ngerjapkan matanya karena merasa terpesona dengan tingkah laku Bos mereka itu.
" Wow Baru kali ini, bos kita mengatakan hal seperti itu?" tanya salah satu karyawan itu dengan ekspresi wajah tak percaya.
" iya iya, apa jangan-jangan, bos kita mulai tertarik dan salah satu diantara kita?" tanya karyawan itu dengan nada yang sangat antusias.
Mereka memang tidak tahu jika Gavin telah memiliki Seorang Istri. Karena memang, pernikahan Gavin terlaksana dengan secara privat.
" Fin mau ke mana?" tanya Arman saat mereka saling berpapasan saat melangkah ingin pulang ke rumah masing-masing.
Namun, bukan Gavin jika jawabannya tidak menyebalkan. hingga membuat Arman dan Justin yang mendengarnya, mendengus kesal.
" kepo" Begitulah jawaban dari Gavin. tentu saja hal itu membuat kedua sahabatnya itu, seketika menatap sinis ke arah laki-laki itu.
__ADS_1
" dasar, mentang-mentang udah punya istri, Sombong amat!" ucap Justin dengan nada yang sangat sensi seperti seorang wanita yang tengah kedatangan tamu bulanan hehehe.
Sementara Arman yang mendengar temannya menggerutu, hanya menggilingkan kepala. dan dengan segera, menuju ke kendaraannya untuk segera pulang.
****
Sementara itu di tempat yang lain, lebih tepatnya di sebuah bangunan kosong dekat toko bunga milik Gavin, tampak ketika orang itu Tengah berdiskusi seperti halnya yang mereka lakukan hari itu.
" bagaimana, apa semuanya sudah siap?" tanya sang ketua. Seraya menatap kedua anak buahnya secara bergantian.
Sontak saja, kedua anak buahnya itu, segera melakukan kepala secara bersamaan dan dengan gerakan yang sangat antusias.
Kedua orang suruhan itu segera, menjalankan tugas mereka. agar rencana yang telah mereka buat tidak gagal total. Setelah berdiskusi cukup lama, mereka bertiga segera menjalankan tugasnya masing-masing.
****
Sementara itu di dalam toko bunga, terlihat Elia tengah duduk manis di kursi tunggu yang berada di depan toko itu. dan sesekali, para karyawan yang tidak mengetahui posisi Elia, menatap Bianca dengan tatapan penuh tanya.
" dia istri bos!" ucap Bianca penuh dengan nada penekanan. hingga membuat semua orang yang ada di sana, seketika melongo karena merasa terkejut.
__ADS_1
" Hah Yang benar Bianca, masa istri bos seperti ini!" ucap salah satu di antara mereka dengan nada yang sangat Ketus. tentu saja, ucapan dari karyawan itu, langsung dihadiahi tatapan tajam oleh Bianca.
" jaga ucapanmu, atau kamu ingin mendengar rekaman ini?" tanya Bianca Seraya mengangkat ponsel yang ada di tangannya. dan dengan segera, gadis itu memutar sebuah Voice atau pesan suara. hingga membuat semua karyawan seketika terdiam membisu.
Seketika itu juga, keringat dingin segera membasahi tubuh mereka. dan dengan tubuh yang bergetar hebat, mereka memohon ampun agar tidak dipecat secara tidak hormat dari toko bunga ini.
" ampun Bianca, kami tidak tahu jika nona ini adalah istri bos. sekali lagi, kami mohon maaf." ucap salah satu diantara mereka salah yang mengatakan kedua tangan di depan dada.
Bianca yang mendengar itu, hanya memutar bola mata malas. dan dengan segera, menarik tangan Elia untuk pindah ke tempat yang lebih aman dan nyaman. Karena Gadis itu tahu, jika sebagian karyawan di sini adalah bermuka dua.
Tak lama berselang, terdengar suara Deru mesin mobil dari arah depan toko bunga itu. dan dengan segera, Bianca menuntun Elia untuk menuju ke pintu depan. Karena, Gadis itu mengira, jika yang datang adalah Gavin.
Namun seketika Bianca menghentikan langkahnya. saat matanya melihat seorang yang memakai baju serba hitam. dari postur tubuhnya, Bianca dapat menebak. jika orang itu adalah seorang perempuan.
Itu terlihat jelas dari postur tubuh dan gerak-geriknya. Apalagi mata dari orang itu yang memancarkan sebuah aura. yang menunjukkan, orang itu adalah seorang wanita.
" Maaf anda siapa ya?" tanya Bianca Seraya menatap orang itu dengan penuh tanda tanya.
" Saya orang yang ditunjuk oleh Tuan Gavin untuk menjemput istrinya" Ucap orang itu dengan nada yang sangat datar.
__ADS_1