
Seketika itu pula, Hesti yang sedari tadi duduk, langsung berdiri dengan wajah yang berbinar dan mata yang bersinar terang. Karena mengetahui Sang putra membawa seorang gadis yang begitu sangat cantik.
" Ya ampun sayang, kenapa kamu nggak bilang kalau kamu punya calon secantik ini?" tanya wanita paruh baya itu Seraya memeluk lengan Putra kesayangannya.
Sementara Gavin yang melihat itu, sesaat terdiam. mencoba mencerna Apa yang dilakukan oleh ibunya itu. hingga sesuatu seperti menyadarkan laki-laki itu.
" Wah sepertinya, Mama belum tahu yang sebenarnya. apa jadinya jika Mama tahu kenyataan ini? yang mungkin tidak seindah yang ia bayangkan?" gumam laki-laki itu Seraya menatap sang ibu dengan Tatapan yang sulit diartikan.
" Ayo duduk ayo, Siapa namamu?" tanya wanita paruh baya itu dengan sangat antusias. Elia yang mendengarnya, mencoba bersalaman.
Namun, raut wajah dari Hesti, seketika berubah masam saat menyadari sesuatu. Yap, saat Elia bersalaman dengan dirinya, Hesti menyadari jika gadis yang ada di hadapannya itu tidak dapat melihat alias buta.
Seketika itu pula, wanita paruh baya itu menatap tajam ke arah Putra kesayangannya. Kemudian, dengan segera menarik tangan Gavin untuk sedikit menjauh dari sana.
" kamu itu apa-apaan sih Gavin, Kenapa kamu membawa gadis seperti itu datang ke rumah kita? Maksud kamu itu apa? kamu ingin membuat malu Mama?" beberapa pertanyaan seketika memenuhi ruangan itu.
__ADS_1
" mah tenang dulu mah, Kevin bisa jelaskan." ucap laki-laki itu mencoba untuk menenangkan emosi sang ibu yang terlihat sangat meledak-ledak.
" Bagaimana bisa tenang hah?!" bentak wanita paruh baya itu dengan nada yang berapi-api.
" mah sabar dulu, dengerin penjelasan Gavin dulu. oke," ucap laki-laki itu dengan mencoba mendudukkan sang ibu di kursi yang ada di sana.
Kemudian, setelah itu Gavin mulai menceritakan semuanya pada ibu kandungnya itu. seketika itu pula, Hesti semakin melayangkan tatapan tajam ke arah anak kesayangannya itu. dan tiba-tiba,...
Plak
Karena wanita paruh baya itu tidak ingin perkataannya terdengar oleh orang asing yang kebetulan berada di kursi ruang tamu miliknya.
" Maaf mah, tapi yang jelas, suka tidak suka, mau tidak mau, Gavin harus tetap menikahinya. karena memang, Ini semua adalah kesalahan Gavin." ucap laki-laki itu dengan nada yang sangat tegas.
Seketika itu pula, Hesti segera melayangkan tatapan tajam ke arah Putra tunggalnya itu." Apa yang kamu lakukan? kamu mau mencoreng nama baik kita semua?!" tanya wanita itu dengan emosi yang meluap-luap.
__ADS_1
" mah justru kalau aku tidak menikahi gadis itu? maka itu malah semakin mencoreng nama baik keluarga kita" ucap Gavin dengan menggenggam tangan ibunya.
"hah, siapa yang akan peduli. Lagi pula Memangnya Gadis itu sudah,..." ucapan Hesti terhenti saat mendengar penuturan dari putranya itu.
" Iya dia hamil." ucap Gavin dengan menundukkan kepala. karena merasa sangat bersalah dengan semua ini.
Duarrr.
Seketika itu pula, Hesti yang mendengar pernyataan dari putranya itu, seketika merasa sangat Limbung. bahkan kakinya, serasa tidak nampak menapaki tanah.
"kamu tega Gavin, hiks hiks" ucapnya dengan isakan tangis yang memilukan.
NB : mampir ya Kak di Karya kece badai sangat memukau ini jangan sampai menyesal hehehe.
__ADS_1