
Sementara itu, di luar sana, tepatnya di sebuah bangunan kosong yang Terletak tidak jauh dari tokoh bunga milik Gavin, terlihat beberapa orang, Tengah mengamati keadaan sekitar.
" bagaimana, Apakah semuanya sudah siap?" tanya seseorang yang tengah memakai masker dan juga pakaian serba warna hitam itu.
" semuanya beres. kita tinggal bergerak saja." ucap yang lain Seraya menatap dingin dan juga tajam ke arah toko bunga yang merupakan milik Gavin itu.
Mendengar hal itu, orang yang sepertinya merupakan bos di antara mereka itu, menatap penuh kilatan amarah, dengan senyuman menyeringai yang begitu mengerikan.
" Tunggu saja riwayatmu gadis manis, sebentar lagi, semua akan berakhir." ucapnya Seraya tersenyum miring.
Tak berselang lama, mereka semua segera membubarkan diri. untuk menjalankan kegiatan masing-masing. Karena memang, mereka sudah memantau semua kegiatan yang dilakukan oleh Elia.
****
Sementara itu di dalam toko bunga, Bianca dengan cekatan dan juga telaten, mengajari Elia Bagaimana cara mengikat bunga dengan benar. dan beruntungnya, walaupun Elia memiliki kondisi seperti itu, gadis itu tetap cerdik dan juga cekatan dalam mengikuti suatu perintah.
Tentu saja hal itu membuat Bianca yang melihat itu, merasa begitu takjub. tidak menyangka. gadis seperti Elia ini, bisa dengan mudah dia ajari.
Padahal, biasanya orang yang memiliki kekurangan fisik itu, akan sedikit sulit untuk diarahkan karena terbatasnya ruang gerak mereka. tapi tidak dengan Elia. Gadis itu sama sekali tidak menemukan kesulitan apapun.
__ADS_1
Memang benar, ungkapan seseorang. Bahwa, setiap kekurangan pasti ada kelebihan. karena semua manusia itu memiliki powernya masing-masing. yang tidak dapat kita duga dan kita remehkan.
" nona, itu sudah waktunya makan siang. lebih baik, kita segera menuju ke kantin. untuk mengisi perut." ucap Bianca menghampiri Elia yang masih sibuk mengikat beberapa bunga di hadapannya.
" kau duluan saja Bianca, Aku Masih Ingin mengikat bunga-bunga ini." ucap Elia Seraya tersenyum tipis.
Gadis itu, mencoba menolak secara halus. karena dirinya tahu, pasti akan banyak mata yang memandangnya dengan tatapan merendahkan. dan itu membuat Elia, merasa sedikit tidak nyaman.
Entahlah, semenjak hamil, Elia menjadi begitu sensitif. dan selalu khawatir berlebihan. Padahal, biasanya, wanita itu akan bersikap biasa saja dan akan kebal dengan perlakuan orang-orang yang tidak menyukainya.
Tapi, sepertinya berbeda dengan kondisi saat ini. Elia merasakan tidak nyaman jika membayangkan tatapan dari sebagian karyawan yang akan menatapnya dengan tatapan menghina.
Bianca yang melihat itu, tentu memahami apa yang dirasakan oleh Elia. karena gadis itu, telah diberitahu seseorang tentang keadaan Elia itu.
*****
" bagaimana, Apakah dia benar-benar bekerja di sini?" tanya seseorang yang menghampiri Bianca saat mereka sudah berada di kantin.
Bianca yang mendengar itu, hanya mengangguk Lirih. dan dengan segera, memesankan dua makanan untuk dirinya dan juga Elia.
__ADS_1
" jaga dia baik-baik. karena aku merasa, Monalisa pasti akan melakukan hal buruk pada Gadis malang itu." ucap salah satu di antara mereka yang tak lain adalah Marsha.
Bianca yang mendengar itu, hanya menganggukkan kepala." lu berdua tenang aja. gue akan sekuat tenaga menjaga gadis itu. dan akan melawan semua kejahatan yang dilakukan oleh Monalisa." ucap Bianca penuh keyakinan.
Sonya dan Marsha yang mendengar itu, hanya menganggukkan kepala. dan dengan segera, kedua wanita itu melangkah pergi untuk meninggalkan tempat itu.
Ya, Bianca adalah seseorang yang dimintai tolong oleh Masha dan juga Sonya untuk membantu Elia. karena mereka, benar-benar merasa bersalah atas apa yang terjadi pada gadis Malang itu.
Beruntungnya, Bianca yang memang memiliki sifat baik dan juga penolong, langsung menyetujui usulan dan permintaan dari kedua rekannya di kampus itu.
Sekarang, Marsha dan juga Sonya, sudah merasa sangat lega. karena dapat menebus kesalahan mereka. walaupun, tidak akan pernah dapat mengembalikan keadaan seperti semula.
*****
Sementara itu di tempat lain, lebih tepatnya di perusahaan. Gavin baru saja keluar dari dalam mobil. dan langsung dihadang oleh kedua orang.
Siapa lagi orangnya jika bukan Arman dan juga Justin. Semenjak sahabat sekaligus Bosnya itu menikah, mereka berdua menjadi begitu penasaran.
Akan apa yang dilakukan oleh Bosnya itu setelah menikah. Bukankah pertanyaan itu konyol, Itulah sebabnya Gavin tidak pernah merespon kedua sahabat koplaknya itu.
__ADS_1
" kalian ini benar-benar tidak waras!" seru Gavin Seraya melayangkan tatapan tajam ke arah dua sahabatnya itu.
" Iya kan kita memang penasaran Fin, kita ini kan masih jomblo, Boleh dong kita cari informasi dari kamu," ucap Arman sedikit menggoda.