Cinta Tulus Gadis Buta

Cinta Tulus Gadis Buta
Bab 69


__ADS_3

Gavin kini tengah duduk diantara kedua orang tuanya. Entah apa yang akan dibicarakan orang tuanya kepada dirinya. dan mendadak, suasana hatinya menjadi tidak enak. Saat laki-laki itu sudah mendudukkan dirinya di kursi sebelah orang tua.


" ada apa Ma Pa?" tanya Gavin Seraya menatap sekilas ke arah kedua orang tuanya.


Hening,


Sejenak, suasana begitu tampak hening. saat tidak ada suara yang keluar dari mulut ketiga orang itu. Hingga saat Hesti membuka suaranya. Membuat, Ivan dan juga Kevin yang mendengarnya, seketika menoleh. dengan tetapan yang tidak percaya.


" kau harus menikah lagi Gavin, lagi pula, kau dengan Elia kan tidak saling mencintai. Jadi, tidak akan ada hati yang tersakiti." ucap Hesti dengan entengnya.


Gavin yang mendengar ucapan dari ibunya itu, seketika menatap lekat ke arah wanita paruh baya yang ada di hadapannya itu.


" maksud Mama apa? Bukankah pernikahan itu adalah suatu hal yang sakral? Lalu kenapa Mama berbicara seolah-olah mempermainkan sebuah pernikahan?" tanya Gavin dengan nada tenang, namun juga penuh dengan penekanan.


Sudah cukup dirinya mengalah selama ini. dan selalu mengikuti apa kemauan dari ibunya itu. namun kali ini, laki-laki itu tidak akan pernah mengikuti perintah konyol ibunya lagi.


" Mama tidak menyuruhmu untuk mempermainkan pernikahan. tapi mama hanya mau, Kamu mau nikah lagi dengan gadis yang masih normal." ucap Hesti kekeh dengan pendiriannya.

__ADS_1


Gavin yang mendengar itu, seketika memutar bola mata malas." Mah, sebentar lagi itu, Elia akan sembuh. kalau mama mempermasalahkan soal kebutaannya itu, Mama tidak usah khawatir. semua akan baik-baik saja." ucapnya dengan menatap lekat ke arah sang ibu.


" mungkin fisiknya akan baik-baik saja. Lalu bagaimana dengan alat reproduksinya?" tanya Hesti Seraya menatap sinis ke arah sang anak.


Degh


Seketika itu pula, jantung Gavin seakan ingin lepas dari tempatnya. Memang, apa yang dikatakan ibunya itu kemungkinan besar akan terjadi. Mengingat, kecelakaan itu sangatlah parah.


" oke, kalau kamu nggak bisa menjawab pertanyaan mama, maka Mama akan putuskan memberikan waktu kalian selama 6 bulan. jika dalam waktu 6 bulan itu, istrimu tidak bisa hamil, maka Mama akan mencairkan istri baru untukmu." ucap Hesti Seraya beranjak dari duduknya.


Sementara Gavin yang mendengar itu, menatap nanar ke arah sang ibu yang perlahan melangkahkan kakinya menjauh dari ruang tamu itu menuju ke kamarnya sendiri.


Gavin yang mendengar itu, hanya dapat menghela nafas panjang. karena memang, untuk saat ini dirinya tidak bisa berbuat apa-apa. Ketakutannya yang terlalu berlebihan terhadap ibunya, membuat Gavin sedikit terlihat lemah.


Terkadang, manusia akan terlihat lemah jika berhadapan dengan sesosok yang bernama ibu kandung. Bukan takut terhadap sosok itu. Namun, rasa hormat yang terlalu berlebihan, terkadang membuat manusia, terlebih lagi seorang anak, akan merasa takut jika melawannya.


"ssshh, apa yang harus aku lakukan? aku mulai mencintai gadis itu. Tapi, Bagaimana jika ucapan Mama itu benar?" tanya Gavin pada dirinya sendiri. Soraya sesekali, menjambak rambut karena merasa frustasi dengan masalah yang sedang ia alami.

__ADS_1


Setelah cukup lama, Gavin termenung di ruang tamu, akhirnya laki-laki itu memutuskan untuk masuk ke dalam kamarnya.


Sementara itu, tanpa Ia ketahui, ada sepasang telinga yang mendengar percakapan mereka dengan sangat jelas. Siapa laki orangnya jika bukan Elia.


Entah bagaimana caranya, hingga Elia dapat mendengarkan semua percakapan yang dilontarkan oleh keluarga itu. Namun yang jelas, Elia kini, Tengah meratapi nasib.


" Elia, kau kenapa? Kenapa kau menangis?" tanya Gavin Soraya mendudukkan diri di samping istrinya itu.


Sontak saja, Elia segera meraba dan menggenggam tangan suaminya. membuat Gavin seketika terdiam. Menunggu, apa yang akan dikatakan oleh istrinya itu.


" aku tidak papa jika Mas ingin menikah lagi." ucapnya Seraya tersenyum kecil. Sementara Gavin yang mendengar itu, seketika mematung di tempatnya.


Bagaimana mungkin, istrinya itu berkata seperti ini. apa jangan-jangan, Elia mendengar semua yang dikatakan olehnya dan kedua orang tuanya.


" Elia apa yang kau katakan aku,-" belum sempat Gavin meneruskan ucapannya, Elia sudah terlebih dahulu memotong perkataan laki-laki itu.


" sudahlah mas. aku mendengar semua ucapan dari kalian." ucapnya Seraya menundukkan kepala. tentu saja hal itu membuat Gavin yang mendengarnya, tercengang bukan kepalang.

__ADS_1


Kemudian, laki-laki itu menggelengkan kepalanya cepat." tidak akan ada yang dapat memisahkan kita." ucap Gavin Seraya menggenggam tangan istrinya itu.


Walaupun sebenarnya, laki-laki itu merasa tidak yakin dengan apa yang ia katakan.


__ADS_2