Cinta Tulus Gadis Buta

Cinta Tulus Gadis Buta
Bab 48


__ADS_3

"ada Apa kalian datang kemari?" tanya Hesti saat mereka semua Tengah berada di depan rumah mewah itu.


Sementara keluarga Wirawan, hanya menatap sekilas ke arah Elia. kemudian, Monalisa dan juga Sofia Melinda, melangkah menghampiri Elia yang masih berada di samping sang suami.


" mau apa kalian?" tanya Gavin Seraya menarik tangan sang istri untuk menjauh dari kedua wanita licik itu.


" aku hanya ingin, kau segera menikahiku!" ucap Monalisa dengan sangat entengnya. tentu saja hal itu membuat semua orang yang ada di sana, ternganga karena tidak percaya dengan apa yang mereka dengar itu.


" Apa maksud kamu nona, kamu tidak sadar dengan apa yang kamu lakukan ini?" tanya Kevin Seraya menggelengkan kepala. karena merasa konyol dengan tindakan yang dilakukan oleh gadis yang ada di hadapannya itu.


" Tentu saja aku sadar Tuan Kevin yang terhormat, aku jelas sadar. maka dari itu, Aku ingin menjadi istrimu. dan berubah pikiran. Aku ingin menerima lamaranmu kembali." ucap Gadis itu dengan nada yang sangat tenang.


Tentu saja hal itu membuat semua orang yang ada di sana, seketika membulatkan mata karena merasa terkejut dengan apa yang dikatakan oleh Monalisa.

__ADS_1


" dasar gila!" hardik Hesti Seraya menunjuk tempat di wajah Monalisa. wanita paruh baya itu merasa, tindakan yang dilakukan oleh Monalisa dan ibunya, merasa sangat konyol dan juga rendahan.


Monalisa yang mendengar itu, seketika mengangkat wajah dan menatap Hesti dengan tatapannya sulit diartikan. Kemudian, gadis cantik itu melangkah mendekati wanita paruh baya itu.


" Tenanglah nyonya, suatu saat nanti, kau akan memohon agar aku bisa menjadi istri dari anakmu. Apalagi, kondisi istrinya itu yang sangat memprihatinkan." ucap Monalisa Seraya menatap sadis ke arah sang adik tiri.


" jaga ucapanmu nona, atau aku akan benar-benar mengusirmu!" seru Gavin Seraya menatap tajam ke arah gadis itu.


Monalisa dan sang Ibu yang mendengar itu, sejenak terdiam. Kemudian, mengangkat sebelah sudut bibirnya membentuk senyuman sinis." Tenanglah Tuhan Ivan Harsono, Saya kemari hanya ingin meminta janji anak Anda yang katanya ingin menikahi saya." ucapnya tanpa rasa malu.


"cuih Dasar gak waras!" ucap Hesti mencibir. tak lama berselang, dua orang security datang menghampiri keluarga mereka. dan dengan segera, kedua laki-laki itu segera membawa pasangan ibu dan anak itu untuk keluar dari rumah itu.


****

__ADS_1


Selesai acara pernikahan itu, akhirnya Elia dan juga Gavin, memutuskan untuk segera beristirahat. mengingat, Elia kini telah berbadan dua. tentu saja hal itu membuat tubuh gadis itu menjadi lebih Rentan dan lebih cepat lelah.


" ayah, sampai segitunya Ayah tidak ingin melihatku?" tanya Elia Seraya mengucurkan air mata yang sangat deras. hingga membuat riasan wajahnya, seketika luntur.


Sementara itu Gavin, yang baru saja keluar dari dalam kamar mandi, termenung di tempatnya karena melihat gadis yang kini telah menjadi istrinya itu, menangis sesenggukan.


" Elia, Apa yang sebenarnya terjadi? Mengapa kamu menangis?" tanya Gavin Seraya duduk di samping Elia.


Sementara Elia yang mendengar itu, hanya menggelengkan kepala. dan dengan segera, meraih tongkat yang ada di sampingnya untuk menuju ke kamar mandi.


Nb :mampir ya kak di karya kak Alya Aziz yuk bagus lho ceritanya 🤗🤗


__ADS_1


__ADS_2