
Hari ini, seperti biasa, Gavin berangkat ke kantor dengan wajah yang sangat ceria. Dirinya kembali terbayang dengan tingkah lucu istri kecilnya itu saat semalam mereka ingin beristirahat.
" ternyata dia lucu banget ya, masih seperti mimpi. aku bisa bersanding dengan gadis yang diam-diam aku kagumi." gumam laki-laki itu Seraya memasangkan dasi di kemejanya.
Walaupun pernikahan mereka didasari oleh kesalahan fatal, namun Gavin tak Lantas menghakimi takdir sang Maha Kuasa. laki-laki Tampan itu, justru berjanji akan selalu menjaga Elia dengan sepenuh hati.
Karena memang saat ini, gadis cantik itu sudah menjadi tanggung jawabnya. karena mereka, kini sudah menjadi pasangan suami istri.
" Mas, ini sarapannya sudah siap." ucap Elia Seraya membuka pintu kamar mereka.
Tentu saja hal itu membuat, Gavin yang sedari tadi melamun, ketika menoleh ke arah sumber suara. dan dengan segera, menghampiri Elia yang masih mematung di ambang pintu.
" Ya sudah kalau begitu, sebaiknya kita sarapan saja. karena sebentar lagi, Aku akan kembali bekerja." ucap Kevin Seraya menarik tangan sang istri.
"eumm, Mas, Aku boleh minta tolong?" tiba-tiba saja Elia menarik tangannya yang berada di genggaman sang suami. dan dengan segera, Gavin menoleh ke arah belakang.
__ADS_1
" mau bicara apa?" tanya laki-laki itu Seraya menatap melekat ke arah wajah istrinya itu.
"eumm, Aku ingin kembali bekerja. Apakah di toko bunga milik Mas, masih ada lowongan pekerjaan?" tanya Elia dengan ekspresi wajah takut-takut.
Gavin yang mendengar itu, seketika terdiam. terlihat sekali raut wajah bingung laki-laki itu." Kenapa kamu mau bekerja lagi? Apakah kamu tidak yakin aku bisa memberikan nafkah yang cukup untukmu?" tanya laki-laki itu berturut-turut.
"bukan,bukan begitu maksud aku Mas, Aku hanya ingin belajar mandiri." ucapnya dengan nada yang sangat gemetar dan juga sedikit panik.
Gavin yang melihat kepanikan dari wajah istrinya itu, segera menghampiri dan menggenggam Tangan Mungil istrinya itu.
Elia yang mendengar itu, hanya menganggukkan kepala. dan dengan segera, mereka menuju ke ruang makan yang berada di lantai 1, menggunakan lift yang ada di rumah itu.
****
Di ruang makan, Elia dan Gavin berlaku layaknya seperti suami istri yang tengah bahagia. hal itu tentu saja membuat Ivan Harsono yang melihatnya, merasa begitu senang. karena ternyata, semua di luar ekspektasinya.
__ADS_1
Laki-laki paruh baya itu mengira, jika Elia akan menjadi pengaruh buruk bagi putra semata wayangnya itu. Namun ternyata, semuanya tidak terbukti. Justru, Elia menjadi penyemangat baru bagi Gavin.
Sementara Hesti yang melihat itu, tak henti-hentinya melayangkan tatapan tajam ke arah gadis yang kini telah menjadi menantunya itu.
Setelah selesai makan, Ivan dan Gavin memutuskan untuk segera berangkat ke kantor masing-masing. Karena memang, pasangan ayah dan anak itu memiliki perusahaan yang berbeda.
" tolong jaga istri Gavin dengan baik ya mah," ucap laki-laki itu Soraya meraih dan mencium punggung tangan wanita paruh baya itu.
Hesti yang mendengar itu, seketika mendengus kesal." dasar menantu sialan!" ucapnya dalam hati Seraya menatap tidak suka ke arah Elia.
Setelahnya, para laki-laki di rumah itu segera berangkat menuju ke tempat kerja masing-masing.
Nb: mampir ya Kak, di karya temen author yang memukau ini.
__ADS_1