Cinta Tulus Gadis Buta

Cinta Tulus Gadis Buta
Bab 60


__ADS_3

Akhirnya, Elia pun ikut bersama wanita itu. Setelah, orang itu meyakinkan Elia dan juga Bianca. jika memang benar, dirinya adalah utusan dari Gavin.


Sebenarnya Bianca merasa sedikit agak tidak tenang. gadis itu sebenarnya ingin sekali mencegah orang itu membawa Elia pergi. Namun tidak mempunyai kewenangan apapun. Apalagi, orang itu memberikan sebuah bukti kepada Bianca. yang membuat gadis itu, akhirnya mengangguk mengerti.


" Selamat datang di kematianmu Nona Elia yang terhormat!" ucapnya Seraya tersenyum menyeringai. Setelah mereka berdua masuk ke dalam mobil dan mulai melajukannya.


Sementara Elia, Gadis itu merasa tidak tenang. Entah mengapa, perasaannya sama sekali tidak enak. dan duduknya pun, selalu gelisah.


"eumm, Nona, Apa benar kita akan pulang? dan Apa benar Anda adalah utusan dari Mas Gavin?" ucap Elia memberanikan diri untuk bertanya kepada orang itu.


"hmm,"


Hanya itulah jawaban yang dikeluarkan oleh orang itu. Setelahnya, keadaan kembali Hening seperti semula. suasana Hening seperti ini, memang sangat disukai oleh Elia. Namun, Entah mengapa kali ini Gadis itu tidak menyukai keheningan yang tercipta di dalam mobil itu.


Seakan di dalam hatinya, Tengah terselip rasa gelisah dan ketakutan yang cukup kuat. bahkan rasa itu membuat Elia menggigil karena memang ketakutan yang sangat berlebihan.


Tiba tiba saja, mobil yang dikendarai oleh orang itu berhenti tepat di jalanan yang sangat sepi. dan dengan segera, orang itu membuka topeng yang bertengger di wajahnya. seketika itu pula, senyumnya menyeringai menatap ke arah Elia yang masih terdiam di tempatnya.


*****

__ADS_1


Sementara itu di tempat lain, terlihat Gavin Tengah mengklakson mobilnya. karena dari tadi, seperti ada seseorang yang telah mengganggunya.


" Hei hentikan tindakan konyol kalian!" teriak Gavin Seraya mengeluarkan kepalanya dari lubang pintu mobil.


laki-laki itu, merasa sangat geram karena melihat tingkah dua pengendara yang sepertinya dengan sengaja mengganggunya itu.


Sementara dua orang itu, semakin gencar untuk mengganggu Gavin. dengan sesekali, menabrak-nabrakan motor mereka ke belakang mobil Gavin. dan setelahnya, akan menyerempet di bagian samping mobil itu. Begitupun seterusnya.


hingga membuat laki-laki Tampan itu, seketika naik pitam. Karena merasa, kesabarannya sudah habis. dan akan bersiap untuk memberikan pelajaran kepada mereka berdua. Dengan wajah penuh amarah, Kevin mengikuti dua pengendara itu.


Hingga membuat mereka berdua, akhirnya tersenyum senang. Karena ternyata, menjebak seorang Gavin Harsono adalah hal yang sangat mudah. Mereka berdua, segera turun dari motor masing-masing. dan akhirnya, adegan baku hantam pun, Tidak Bisa dihindarkan lagi.


Cukup lama mereka saling adu jotos. dan sesekali, mereka berdua akan saling lirik Seraya mengukir senyuman berarti. Sementara Gavin, semakin merasa geram dengan dua orang yang ada di hadapannya itu.


Mereka bertiga kini saling pukul dan saling tendang. dan di saat mereka berdua sudah merasa kelelahan, dengan segera langsung berlari menghampiri motor masing-masing. dan setelahnya, melesatkan motor mereka untuk menjauh dari Gavin.


" dasar pengecut!" teriak Gavin penuh dengan amarah. Sejenak, laki-laki Tampan itu memikirkan sesuatu. hingga akhirnya, kedua matanya membulat sempurna saat menyadari akan satu hal.


" astaga! Elia!" seru Gavin Seraya berlari menghampiri mobilnya. dan dengan segera, melajukan mobil itu dengan kecepatan tinggi. Beruntungnya, Jalan Raya sedang sepi. Sehingga, Gavin bisa leluasa untuk menambah kecepatan mobilnya.

__ADS_1


****


" kau akan mati Elia!" teriak orang itu Seraya menaikkan laju kendaraannya hingga di atas rata-rata.


Tentu saja hal itu membuat Elia seketika terperanjat kaget. Gadis itu, sesaat terdiam. Mencoba mencerna ucapan dari orang yang ada di sebelahnya itu.


" Kak Nella," ucap Gadis itu dengan nada yang sangat ragu-ragu. Elia masih mencoba untuk mengelak. Bahwa orang yang ada di sampingnya itu adalah mantan bosnya.


" Iya Elia sayang, ini aku Nella. aku akan membuat penderitaanmu cepat berakhir di dunia ini hahaha." ucapnya disusul tawa yang menggelegar.


" tolong tolong jangan apa-apa kan saya Nona, Saya tidak memiliki kesalahan apapun dengan anda." ucapnya dengan linangan air mata.


"cih, jangan pernah berlagak munafik seperti itu Elia. kau yang membuat aku seperti ini. jadi rasakan saja akibatnya." ucap Nella Seraya menambah kecepatan tinggi mobilnya.


Hingga membuat Elia, seketika memejamkan mata dengan deraian air mata yang membasahi pipinya." tolong nona, Jangan pernah sakiti saya. Jika anda ingin bersama dengan mas Gavin, saya akan mengabulkannya. kami akan berpisah. Tapi tolong, jangan pernah sakiti saya." ucap Elia Seraya menggigit Bibir bawahnya karena merasa sangat ketakutan.


Nella yang mendengar itu, hanya tersenyum miring. Sepertinya, hati wanita itu sudah tertutup oleh rasa dendam. dan lebih parahnya lagi, dendam itu sepertinya Salah alamat.


Itulah manusia mudah sekali dihasut oleh hawa nafsu dan juga perasaan. maka dari itu, Jangan pernah bermain-main dengan hati.

__ADS_1


__ADS_2