Cinta Tulus Gadis Buta

Cinta Tulus Gadis Buta
Bab 24


__ADS_3

sementara itu di lain tempat, lebih tepatnya di keluarga Amar Wirawan, Elia tampak dengan lesu berjalan memasuki rumah mewah itu. hal itu tentu saja membuat semua orang yang ada di sana, merasa keheranan dengan tingkah Elia yang tampak tak biasa.


" non, non Elia nggak papa?" tanya Bi Wati yang berlari tergopoh gopoh menghampiri gadis malang itu.


Sementara itu Monalisa dan juga Sofia Melinda, yang melihat itu, hanya memutar bola mata malas. karena mereka, sebenarnya sangat enek melihat tingkah dan drama Elia seperti ini.


tak lama berselang, kedua sudut bibir Monalisa, seketika terangkat membentuk sebuah senyuman manis. hal itu tentu saja membuat sang ibu yang melihatnya, seketika menyenggol lengan gadis itu.


Dengan gerakan matanya, wanita paruh baya itu menanyakan tentang apa yang terjadi sebenarnya. Dengan masih tersenyum tipis, Monalisa menarik tangan ibunya. Mereka masuk ke dalam kamar. karena memang, ini sudah larut malam.


Karena Elia dan Monalisa, berangkat ke klub malam tadi sekitaran pukul 07.00 malam. dan saat mereka pulang, hari sudah hampir pagi. karena mereka pulang tepat pukul 12.00 malam.


Sesampainya di dalam kamar, Monalisa segera menuntun sang ibu untuk duduk di atas ranjang miliknya. Sementara Bu Sofia Melinda yang masih merasa kebingungan, hanya menuruti perintah sang anak.


" Ada apa sebenarnya.?" tanya Bu Sofia Seraya menatap ke arah Monalisa dengan tatapan mengintimidasi dan juga penuh tanda tanya.


Bukannya menjawab, Monalisa Justru malah tersenyum lebar. dan sesekali memainkan rambut keritingnya dengan riangnya.


Bu Sofia yang merasa geram, seketika meninggal dengan anaknya dengan Sedikit keras. hal itu tentu saja membuat Monalisa seketika merasa terkejut.


" Mama tenang saja. sebentar lagi, kita akan berhasil menyingkirkan gadis manja itu." ucap Monalisa Seraya tersenyum misterius.


Mendengar ucapan dari anak kesayangannya itu, tentu saja membuat Bu Sofia menautkan alis karena tidak mengerti.


" Maksudnya bagaimana, Mama tidak mengerti loh." ucap wanita paruh baya itu Soraya menggaruk kepalanya yang tidak gatal.


Akhirnya, dengan segera Monalisa menceritakan semua kejadian itu pada ibunya. hal itu tentu saja membuat Bu Sofia yang mendengarnya, seketika tersenyum penuh kemenangan.


" kita tinggal tunggu saja Mah, sebentar lagi, drama akan segera dimulai." ucapnya dengan tersenyum dingin.

__ADS_1


" Bagaimana kau bisa yakin, Bukankah Elia hanya melakukannya satu kali?" tanya Bu Sofia Seraya menatap anaknya.


" Mamah tenang saja. Walaupun, gadis manja itu hanya melakukan satu kali, tapi Monalisa yakin, laki-laki itu pasti sudah beberapa kali." ucapnya tersenyum aneh.


Bu Sofia yang mendengarnya, seketika juga ikut tersenyum tipis. kemudian, wanita paruh baya itu segera memerintahkan anak kesayangannya untuk segera tidur. karena memang, hari ini sudah larut malam.


" Ya sudah kalau begitu. kamu sekarang tidur. istirahat." ucapnya Seraya merebahkan tubuh Putri kesayangannya ke atas ranjang. Kemudian, menyelimuti sampai ke batas leher gadis itu.


" Selamat malam anak kesayangannya mama." ucapnya Seraya mengecup kening Gadis itu dengan perasaan sayang.


" malam Mamaku sayang." Monalisa membalas dengan senyuman hangat. Kemudian, wanita paruh baya itu segera melangkahkan kakinya keluar dari kamar anaknya.


Wanita paruh baya itu berjalan menuju ke kamarnya dengan sesekali menyunggingkan senyuman lebar." akhirnya, aku bisa menghancurkan keluarga ini dan juga gadis sialan itu." gumamnya dalam hati dengan masih melangkahkan kaki menuju ke kamarnya.


Kebetulan, malam ini Pak Amar tidak pulang ke rumah. hal itu semakin membuat wanita paruh baya itu, leluasa untuk menjalankan aksinya.


Entahlah, dendam apa yang sebenarnya belum terselesaikan. hingga membuat wanita paruh baya itu begitu kekeh untuk menghancurkan keluarga Elia.


****


Sementara itu di dalam kamarnya, Elia tampak masih menangis sesenggukan di dalam pelukan pembantu kesayangannya.


Sementara Bi Wati yang melihat itu, Malah semakin merasa bingung dan juga ketakutan. karena sedari tadi, majikan kecilnya itu tidak mau membuka suara. Tentang apa yang sebenarnya terjadi.


tentu saja hal itu membuat wanita paruh baya yang telah mengabdi kepada keluarga Wirawan puluhan tahun itu, menjadi sangat khawatir.


" non, sebenarnya Apa yang terjadi? Kenapa kamu menangis terus?" tanya wanita paruh baya itu dengan ekspresi wajah khawatirnya.


" huhuhu hiks hiks hiks." bukannya jawaban, hanya Isak tangislah yang diterima oleh wanita paruh baya itu. tentu saja hal itu membuat Bi Wati, merasa sangat khawatir.

__ADS_1


" Ya Tuhan, apa yang sebenarnya terjadi?" katanya wanita paruh baya itu, Seraya menatap Elia dengan tatapan kasihan dan juga prihatin.


Setelah beberapa saat kemudian, Elia akhirnya tertidur pulas. dan dengan segera, Bi Wati pun menyelimuti Gadis malam itu dengan selimut tebal.


Kemudian berjalan ke arah pintu untuk segera menutup kamar itu. sebelum benar-benar pergi, wanita paruh baya itu sempat menoleh ke arah Elia dengan tatapan Sendu.


" Semoga tidak ada yang terjadi dengan non Elia." ucapnya Seraya tersenyum tipis. Setelahnya, menutup pintu kamar itu dengan rapat.


tanpa disadari, ternyata Elia belum lah terpejam. gadis itu, kembali bangkit dari pembaringan. Kemudian, terduduk di tepi ranjang. Dengan melipat kedua kakinya.


"hiks hiks hiks, apa salah Elia, Mengapa kejadian buruk ini harus menimpa Elia?" tanya Gadis itu entah pada siapa seraya menatap ke langit langit kamarnya.


Walaupun, gadis itu hanya dapat melihat kegelapan dalam pandangannya." Mengapa nasibku bisa strategis ini? Bagaimana kalau setelah ini? aku akan semakin dibenci oleh orang-orang yang ada di sekitarku?" berbagi pertanyaan itu seketika muncul dalam pikiran dan meluncur begitu saja di mulut gadis itu.


Tak lama setelah puas menangis dan Merancau, gadis Malang itu akhirnya tertidur dengan lelapnya. di bawah, selimut sangat miliknya.


***


Sementara itu di lain tempat, yang tak lain adalah apartemen milik Justin, terlihat seorang laki-laki telah mengerjapkan matanya karena merasa silau dengan cahaya yang masuk ke dalam matanya.


" ini ada di mana?" tanya laki-laki itu Seraya mengedarkan pandangan. tak lama berselang, kedua laki-laki yang lain pun masuk ke dalam kamar yang ditempati oleh laki-laki itu.


" lu udah bangun?" tanya laki-laki itu yang tak lain adalah Arman. Gavin yang mendengarnya, menganggukkan kepala.


" Memang gue ada di mana?" tanya laki-laki itu Seraya masih mengedarkan pandangan.


" lo ada di apartemen gue." ucap Justin Seraya duduk di samping sahabatnya itu. mendengar jawaban dari sahabatnya, seketika itu pula, mata Gavin terbuka lebar.


Nb: Mamoir ya gays di karya terdhe best ini di jamin baper

__ADS_1



__ADS_2