
Sudah hampir dua hari Gavin keberadaan Elia. Namun, Sampai saat ini pun, laki-laki Tampan itu masih belum menemukan titik terang di mana keberadaan istrinya berada.
Hal itu, membuat Gavin menjadi sering uring-uringan. baik di kantor maupun di rumah. itu membuat semua orang, menjadi terkena imbasnya. Termasuk juga, kedua sahabatnya. siapa lagi jika bukan Justin dan Arman.
"haish dia yang sedang patah hati, Kenapa kita yang jadi korban?" tanya Justin Seraya menggerutu kesal.
" Sudahlah diam saja. daripada kita kena Amuk." ucap Arman memperingatkan. Hal itu membuat Justin seketika menghela nafas panjang.
Sementara di depan sana, terlihat Gavin tengah membanting semua berkas yang ada di atas mejanya. laki-laki itu, sesekali menjambak rambutnya. karena merasa frustasi dengan keadaan yang menimpanya.
Kemudian, Kevin menyandarkan kepalanya di sandaran kursi kebesarannya. matanya terpejam karena memikirkan sesuatu yang selalu menghantui pikirannya.
" bro, Kenapa nggak cari di tempat pertama kali istrimu menghilang. Siapa tahu, dia ada di sana?" usul Arman pada sahabatnya itu.
Gavin yang mendengar itu, seketika, melirik sekilas ke arah kedua sahabatnya itu." aku sudah pernah ke sana. Tapi, Elia memang tidak berada di sana." laki-laki Tampan itu, menghilangkan nafas panjang.
" Jangan Menyerah Vin, Siapa tahu, kemarin itu, istrimu sedang mencari sesuatu sehingga tidak ada di sana. Tapi, mungkin saja setelah kamu pergi, istri kamu baru kembali ke sana." ucap Arman dengan nada sedikit bercanda.
__ADS_1
" Iya seperti di sinetron- sinetron ya?" tanya Justin Seraya terkekeh pelan.
Setelahnya, mereka kembali terdiam saat melihat tatapan tajam dari sahabat sekaligus Atasannya itu. Namun, setelahnya Gavin beranjak dari tempat duduk. dan dengan segera, langsung menyambar kunci mobil yang tergeletak di atas meja.
" mau ke mana?" tanya Justin yang ikut berdiri. begitupun juga dengan Arman.
" cari istri." Gavin menjawab dengan singkat dan langsung berjalan cepat untuk keluar dari dalam ruangannya.
Laki-laki Tampan itu, akan membuktikan ucapan sahabatnya. Apakah benar, istrinya masih berada di sana? jika itu benar, maka dirinya akan merasa sangat berdosa dan bersalah seumur hidup. karena meninggalkan istrinya seorang diri di tempat umum yang tidak dikenal.
****
Sementara itu di tempat lain, tampak Elia dan Andra baru saja menyelesaikan sarapan pagi mereka. dan dari wajah gadis itu, tampak sekali Elia Tengah memendam rasa kesedihan.
" Apakah kau tengah memikirkan keadaan suamimu?" tanya Andra dengan nada yang sangat pelan. Memang, laki-laki itu, telah mengetahui jika gadis yang telah Ia tolong ini, telah memiliki pasangan. Karena Elia sendiri yang mengatakan hal itu pada Andra.
Elia yang mendengar itu, menganggukkan kepala. Seraya mengusap air matanya yang sedikit lagi akan jatuh.
__ADS_1
" Ya sudah kalau begitu. lebih baik, kita berangkat saja sekarang." ucap Andra beranjak dari duduknya.
" memangnya, kita mau ke mana?" tanya Elia dengan raut wajah kebingungan.
" ke tempat, di mana kamu bertemu saya." ucap Andra Seraya mengulas senyum tipis. namun sayangnya, senyuman manis itu, hanya hanya dapat dilihat oleh Andra Semata.
Elia yang mendengar itu, seketika langsung berdiri dengan wajah yang berbinar. Karena sejujurnya, Elia sangat merindukan kehadiran suaminya.
" Ayo kita segera pergi saja." ucapnya dengan nada yang sangat antusias. Sementara Andra yang mendengar itu, hanya dapat terkekeh pelan karena merasa lucu dengan tingkah laku wanita yang ada di hadapannya itu.
Akhirnya, mereka berdua segera menuju ke ke mobil yang sudah terparkir di depan rumah mewah itu. Andra memang tinggal seorang diri di rumah itu. karena kedua orang tuanya, berada di tempat lain.
" semoga, aku bisa bertemu kamu Mas," ucap Gadis itu mengulas senyum tipis. saat mereka sudah berada di dalam mobil.
Andra segera melajukan kendaraannya untuk menuju ke tempat di mana Gadis itu ditemukan. Walaupun, Entah mengapa laki-laki Tampan itu merasa tidak rela dengan apa yang ia lakukan ini. Dirinya sudah merasa jatuh cinta pada Gadis itu pada pandangan pertama.
Namun, ini harus dilakukan. karena memang gadis itu memiliki kehidupan lain dan dia adalah milik orang.
__ADS_1