
Hari ini, setelah datang ke dokter kandungan, Elia dan juga Gavin, memutuskan untuk menikmati makanan yang ada di sekitaran rumah sakit itu.
Mereka berdua memutuskan untuk menyantap makanan yang ada di pinggir jalan. Awalnya, Gavin menolak karena beralasan makanan yang dijual itu tidak higienis. Namun, bukan wanita namanya jika tidak bisa membujuk atau bahkan mengancam.
Karena ternyata memang benar, kenyataannya. karena ternyata, Gavin seketika luluh terhadap ancaman dan juga rajukan yang diperlihatkan oleh sang istri." Ya sudah kalau begitu, Kamu boleh makan. asalkan jangan banyak-banyak." ucapnya Seraya menarik tangan Elia untuk masuk ke dalam tenda terpal yang disediakan.
" mau makan apa mas mbak,?" tanya seorang wanita paruh baya Seraya berjalan menghampiri Elia dan juga Gavin yang sudah duduk di tempatnya itu.
" Aku pengen makan martabak manis sama batagor." ucap Elia dengan menyunggingkan senyuman tipis..
Gavin yang mendengar itu, hanya menganggukkan kepala. dan dengan segera, memesan keinginan dari istrinya itu.
" Kamu ingat kan apa yang dikatakan oleh dokter tadi?" tanya Gavin Soraya mengusap kepala istri kecilnya itu.
__ADS_1
" tahu, Elia tahu kok mas." ucapnya Seraya menyunggingkan senyuman tipis di bibirnya. dan tak berselang lama, makanan yang telah mereka pesan, Akhirnya Datang Juga. dan dengan segera, mereka berdua menyantap makanan yang tampak menggiurkan itu.
selesai makan, mereka berdua memutuskan untuk segera pulang. karena pasti, Hesti akan marah-marah jika mengetahui Gavin makan di pinggir jalan seperti ini.
Saat mereka Tengah asik berjalan Seraya sesekali berbincang-bincang, dari arah belakang, ada seseorang yang berlari dengan sedikit kencang dan langsung menabrak ke arah Elia.
Bruk
" Elia kau tidak apa-apa?!" seru Gavin yang langsung menghampiri sang istri dan memapahnya untuk berdiri. dan dengan segera, laki-laki Tampan itu membawa Elia masuk ke dalam mobil miliknya.
" apa kita ke rumah sakit saja?" tanya laki-laki itu sedikit khawatir. Elia yang mendengar itu, seketika menggelengkan kepala.
" tidak usah Mas, lebih baik kita pulang saja." ucap Gadis itu Seraya mengulas senyum tipis di bibir mungilnya itu.
__ADS_1
Gavin yang mendengar itu, seketika hanya menganggukkan kepala. dan dengan segera, melajukan mobilnya untuk meninggalkan tempat itu. tanpa disadari, ada seseorang yang menatap mereka dengan tatapan penuh dengan kebencian.
" Untung saja kau masih selamat hah, kalau saja aku tidak menggunakan hati, mungkin kau sudah mati di tanganku!" Ucap orang itu Seraya melangkah pergi dari sana.
****
Sementara di dalam mobil, Gavin masih terus menatap sang istri dengan tatapan khawatir. Sesekali, laki-laki Tampan itu akan menoleh dan memastikan raut wajah istrinya itu.
Apakah Elia merasa sangat kesakitan atau tidak." Elia, benar kau tidak sakit? atau kalau tidak, kita ke dokter saja ya, untuk memastikan semua baik-baik saja?" tanya Gavin masih membujuk wanita keras kepala itu.
Elia yang mendengarnya, menggelengkan kepalanya Soraya tersenyum tipis." nggak usah Mas, lagi pula aku tidak apa-apa. dan anak kita sepertinya baik-baik saja." ucapnya Seraya mengusap perut yang masih terlihat sangat rata itu.
Gavin yang mendengar itu, tak lagi memaksa Elia untuk menuju ke rumah sakit. karena laki-laki Tampan itu tahu, jawabannya pun pasti akan sama.
__ADS_1