
Di sepanjang perjalanan pulang, Elia sama sekali tidak membuka suara. tentu saja, Hal itu membuat Gavin merasa sangat kebingungan. Sesekali, laki-laki Tampan itu akan melirik ke arah samping. di mana istri kecilnya berada.
Setelah berkali-kali melirik dan tidak ada respon apapun dari istrinya, akhirnya Kevin memutuskan untuk menghentikan laju kendaraannya. Kemudian, dengan segera meraih dan menggenggam tangan mungil Elia.
Membuat gadis itu, seketika terperanjat kaget. Namun, setelahnya tidak bereaksi apa-apa. Gavin menatap lekat ke arah istrinya itu.
" Kamu kenapa Elia?" tanya laki-laki itu Seraya menggenggam tangan istri kecilnya itu.
Sementara Elia yang mendengarnya, hanya menggelengkan kepala. hal itu tentu saja membuat Gavin sedikit frustasi. jika wanita sudah mengeluarkan aksi Diam seribu bahasa, artinya dunia sedang tidak baik-baik saja.
Gavin kini fokus mengendarai mobilnya. laki-laki Tampan itu, tidak lagi mengeluarkan suara. Dirinya, akan memberikan ruang yang cukup untuk istrinya itu berdiam diri. toh nanti, kalau Elia ingin bercerita, maka gadis itu, pasti akan bercerita padanya.
" Eh kalian sudah pulang, Ayo silakan masuk." baru saja, Gavin membuka pintu mobil dan melangkah beberapa langkah untuk masuk ke dalam rumah itu, Hesti sudah terlebih dahulu menyambut mereka di ambang pintu.
Tentu saja, Hal itu membuat Gavin seketika terdiam di tempatnya. Meneliti setiap inti wajah ibunya. Siapa tahu saja, sang Ibu sedang memainkan peran sebagai mertua yang baik.
Namun sayangnya, entah karena kurang peka atau bagaimana, Gavin sama sekali tidak menemukan hal mencurigakan di mata ibunya. wanita paruh baya itu, terlihat begitu sangat lembut terhadap Elia. Sesaat, Kevin menoleh ke arah sang ayah.
__ADS_1
Guna mempertanyakan perubahan ibunya itu yang menurutnya sangatlah drastis. Kemudian, Ivan mengajak Gavin untuk berbicara di dekat kolam renang. Menggunakan bahasa isyarat.
Gavin yang melihat itu, hanya menganggukkan kepala. Kemudian, berjalan mendekati ayahnya yang telah duduk di tepi kolam renang.
" Pah, Mama kenapa?" tanya laki-laki itu. saat mendudukkan dirinya di samping sang ayah.
Karena menurutnya, begitu aneh jika ibunya itu tiba-tiba saja berubah secepat ini. Apalagi, mereka baru saja bertengkar hebat satu hari yang lalu. Jadi, mana mungkin manusia dapat berubah sedrastis itu dalam waktu beberapa hari saja.
Impossible itu sangat tidak mungkin. ya walaupun, hati manusia itu ada yang membolak-balikkan. tapi masa iya, hanya dalam waktu beberapa hari saja. Sepertinya, itu sedikit mustahil.
Ivan yang mendengar itu, mengedikkan bahu. Pertanda, laki-laki paruh baya itu juga tidak mengetahui perubahan dari istrinya itu." Papa juga tidak tahu Fin. tapi yang jelas, ini adalah kabar baik untuk kalian." ucapnya Seraya menepuk-nepuk pundak putranya itu.
Kemudian, kedua laki-laki berbeda generasi itu, segera bangkit dari duduknya. Kemudian, mereka berdua segera berjalan menghampiri istri masing-masing. Yang sepertinya, Tengah Asik berbincang-bincang itu.
" lagi bicarain apa ini, Kok serius banget." ucap Ivan Seraya duduk di samping istrinya. Begitupun juga dengan Gavin. yang juga, ikut Duduk di samping Elia.
" ini Pah, Mama hanya bercerita tentang masa kecil Gavin yang membahagiakan." ucap Hesti tersenyum simpul. dan menatap suami dan anaknya secara bergantian.
__ADS_1
Ivan yang mendengar itu, juga ikut tersenyum kecil. Namun, sangat berbeda dengan Gavin. laki-laki Tampan itu, seakan Tengah mencari sesuatu yang mencurigakan dari gerak-gerik ibunya. Namun, sayangnya, laki-laki itu masih tidak menemukan apa yang menjadi kecurigaannya.
" Ya sudah kalau begitu, lebih baik, kalian istirahat aja. mama sama papa, juga mau pergi." ucap Hesti Seraya mengusap kepala menantunya itu dengan gerakan lembut.
Tentu saja hal itu membuat Gavin semakin merasa kebingungan. Setelahnya, laki-laki itu membawa Elia untuk menuju ke kamar mereka.
****
" aku mohon, jangan pernah percaya 100% sama ibu." ucap Gavin. saat laki-laki itu, telah menuntun istrinya untuk duduk di tepi ranjang.
Mendengar ucapan dari suaminya itu, seketika membuat Elia terkekeh pelan." kamu ini Aneh Mas. masa aku deket sama Ibu, nggak boleh?" tanya Elia Seraya menggelengkan kepala.
Gavin yang melihat reaksi dari istrinya itu, seketika menggenggam tangan Gadis itu dengan erat." Aku serius Elia. jangan mempercayai seseorang 100%."
" termasuk tidak boleh percaya sama mas?" tanya Elia bermaksud untuk menggoda.
" mungkin iya," jawabnya acuh. hal itu sukses membuat Elia seketika tertawa. dan setelah itu, mereka kembali berbincang-bincang seperti biasa.
__ADS_1
malam harinya, keluarga Harsono memutuskan untuk mengadakan makan malam di luar rumah. dan itu atas permintaan sang Ibu alias Hesti. dan itu semakin membuat Gavin merasa sangat kebingungan. namun begitu, laki-laki Tampan itu akan mencoba untuk berpositif thinking.