Cintaku Berlabuh Pada Om-om

Cintaku Berlabuh Pada Om-om
Pamit


__ADS_3

Setelah acara pernikahan Wulan, Dini segera membicarakan masalah Pak Heru dan Anggi. Dan ternyata Dodit juga sudah mengetahuinya. Dodit sudah meminta orang kepercayaannya untuk terus mengawasi Heru.


Dini senang karena Dodit begitu cepat tanggap dalam menghadapi segala hal. Tanpa Dini, Nita, Wulan dan Imel tau mereka berempat pun di awasi oleh pasangan mereka masing-masing.


Pagi ini Wulan dan Juan tidak langsung pergi berbulan madu di karenakan Wulan yang ingin menghadiri acara lamaran Nita di kota C. Wulan dan Juan pun akan langsung pergi berbulan madu setelah dari kota C.


Pagi ini mereka semua pergi ke kota C. Dan Imel sekalian pulang kampung dan tidak berencana kembali ke kota Y kecuali Bima menikahinya. Itu memang rencananya sejak awal. Imel memang mendapat tawaran pekerjaan dari berbagai rumah sakit namun Imel memilih beristirahat sejenak.


"Mel, terus si Om di tinggal dong?" Dini.


"Hm.."Imel.


"Lu ga sedih gitu atau takut si Om di ambil pelakor?" Nita.


Imel menatap sahabatnya satu persatu. Kemudian menampilkan senyumannya.


"Dini, Nita. Gw serahkan semuanya sama Tuhan. Gw sama Mas Bima bersama Tuhan yang menghendaki jadi, gw serahkan semuanya sama Tuhan. Jika memang kami berjodoh dimana pun kita berada pasti akan bersama. Dan jika bukan jodoh di dekatkan bagaimana pun tetap akan berpisah." Imel.


"Masya Allah sahabat gw." Ucap Dini kemudian memeluk Imel.


Nita pun melakukan hal yang sama. Mereka bertiga saling berpelukan. Setelah acara demi acara mereka lalui dan akan ada tiga acara di hadapan mata entah kapan lagi mereka akan bertemu.


"Ayo, kasian orang tua Nita nungguin." Imel.


"Lu ga di anter Om Bima?" Dini.


"Kan gw pergi sama Lu sama Dodit jadi aman." Imel.


"Memangnya lu ga mau di anter Om Bima pulang?"Nita.


"Hati kecil gw sih mau Nit, Din. Tapi, kalo gitu gw egois dong. Kan Mas Bima harus kerja. Kemarin udah ninggalin pekerjaannya demi nemenin gw di kampung." Imel.


"Tapi, kan Mel..." Ucapan Dini terhenti.


"Udah-udah ga usah di fikirin. Nanti kan Mas Bima juga dateng pas lu lamaran." Imel.


Mereka bertiga pun keluar dari kost. Nita, Dini dan Imel berpamitan pada Ibu Kost dan anak-anak kos yang lain. Berat rasanya bagi mereka meninggalkan rumah kost itu.


Karena bertahun-tahun tinggal di rumah kost tersebut tanpa berpindah membuat mereka merasa rumah kost tersebut adalah rumah kedua bagi mereka. Tanpa terasa Ibu kos pun meneteskan air matanya.


"Mba-mba jangan lupain Ibu sama rumah ini ya." Ibu Kos.


"Tentu Bu. Dan Ibu juga hangan lupain kami ya Bu." Dini.


"Ibu akan selalu mendo'akan kalian." Ibu Kos.


"Ibu nanti datang ke nikahan Nita ya Bu." Nita.


"Nikahan Dini juga ya Bu." Dini.

__ADS_1


"Iya in shaa Allah ibu usahakan datang jika tidak ada halangan. Mba Imel?" Tanya Ibu Kos.


"Hehehe... Nanti kalo udah ada hilal Imel kabarin ibu." Jawab Imel sekenanya.


"Hahaha... Mba ada-ada saja. Amin Ibu do'akan secepatnya ya." Ibu Kos.


"Aamiin."


Semua kompak mengamini do'a Ibu kos. Setelah semuanya selesai berpamitan semua pun pergi meninggalkan rumah kos dengan sejuta kenangan. Imel satu mobil bersama Dini dan Dodit. Sementara Nita bersama keluarganya.


Wulan dan Juan akan menyusul besok bersama dengan Bima dan keluarganya. Sepanjang perjalanan Dini dan Imel terus berbincang perihal rencana mereka di acara Nita besok.


Tak terasa rombongan Nita dan Dini sudah sampai di rumah Nita. Dini, Imel dan Dodit memang sengaja singgah di rumah Nita terlebih dahulu. Rumah Nita dan Imel tak berjauhan jaraknya.


"Din, Mel kalian ga nginep di rumah aja?" Nita.


"Kita nginep di rumah Imel aja Nit. itung-itung menghibur Ibu Imel." Dini.


"Ya udah. Salam sayang buat Ibu lu ya Mel. Setelah acara nanti gw ke rumah lu." Nita.


"Iya ga apa-apa Nit. Yang penting acara lu aja dulu." Imel.


"Kita pamit pulang dulu ya." Imel.


"Oke.. Bye.." Nita.


"Kakak,, Ibu..." Teriak Imel.


"Astaga! Imelda kelakuan." Anya.


"Sudah jadi dokter masih saja seperti anak kecil." Ibu Imel.


"Anak-anak ada Tante Imel tuh datang." Teriak Anya.


Kedua anak Anya pun berlarian memburu tante mereka. Anya dan Juna memang tinggal di kota yang sama dengan Orang tua mereka membuat mereka bisa lebih sering berkunjung ke rumah Ibu Imel.


"Ibu,,, Imel kangen Ibu." Ucap Imel memeluk Ibu Maryam.


"Iya... Ibu juga kangen nih sama anak ibu yang manja." Ibu Maryam.


"Aaa.... Ibu.." Rengek Imel.


"Lihatlah Din. Sahabat mu ini manjanya ga ketulungan." Anya.


"Hahaha... Memang begitu kok Kak." Dini.


"Laporkan sama Om kamu Dit." Anya.


"Sepertinya tidak perlu dilaporkan sama Om Bima karena sepertinya Om sudah mengetahuinya." Dodit.

__ADS_1


"Ish.. Kalian nyebelin. Abang mana Kak?" Imel.


"Abang terbang." Anya.


"Yaah... Nyari duit terus." Imel.


"Hus... Kalo ga gitu mau di kasih makan apa Kakak sama keponakan-keponakan kamu." Ibu Maryam.


"Kasih makan nasi dong Bu." Imel.


"Sudah-sudah ayo masuk. Kasian Nak Dodit kelelahan setelah menyetir jauh." Ajak Ibu Maryam.


Di dalam Teh Leli nampak sedang menguapi kedua anak Anya dan Juna. Stela anak sulung Juna walaupun sudah besar masih saja bermanja dengan Teh Leli. Imel menyapa Teh Leli sebelum memasuki kamarnya.


"Dit, tidur di kamar tamu ya udah di siapin tuh kayanya. Dini biar tidur sama gw." Imel.


"Loh, kok gitu." Dodit.


"Gw laporin Kak Mel ya." Imel.


"Astaga! Gw lupa lu calon istri Om gw." Dodit.


"Dodiiiit..." Teriak Imel.


Sementara Dodit kabur masuk kedalam kamar tamu sambil tertawa puas menggoda calon tantenya. Anya, Ibu Maryam dan Teh Leli pun tersenyum melihat tingkah Imel dan Dodit.


"Ga nyangka ya Bu Om Wulan sama Imel saling suka." Anya.


"Namanya jodoh Nya. Bagaimana pun caranya untuk bertemu pasti bisa bersatu." Ibu Maryam.


"Teh Leli gimana udah ada calon?" Anya.


"Teteh mah udah nikah Neng. Suami Teteh di kota B." Teh Leli.


"Eh, iya. Kok Anya ga tau." Anya.


"Iya karena acaranya memang ga di rame-rame." Leli.


"Teteh ga ikut suami Teteh?" Anya.


"Ngga Neng." Teh Leli.


"Kenapa atuh Teh?" Anya.


"Disana ada istri nya juga Neng." Teh Leli.


"Astaga!"


🌹🌹🌹

__ADS_1


__ADS_2