
Sampai di rumah Imel langsung masuk kedalam kamarnya kemudian langsung membersihkan dirinya. Setelah selasai membersihkan dirinya Imel pun nerebahkan tubuhnya setelah lelah seharian berjalan kaki mengelilingi mall. Sama halnya yang di lakukan Nita di rumahnya setelah memberikan hasil belanjaannya pada bibi Nita merebahkan tubuhnya setelah sebelumnya membersihkan dirinya.
Kehamilannya membuat kakinya terasa bengkak. Nita pun meminta bibi memijit kakinya. Tapi belum lama bibi memijit kakinya Nita sudah tertidur karena kelelahan. Bibi pun membenarkan posisi tidur Nita dan meninggalkannya.
"Sore Bi. Mama sama Papa sudah pergi?" Bima.
"Sudah Mas." Bibi.
"Imel?" Bima.
"Sudah Mas. Tapi, belum keluar lagi. Mungkin Mba Imel tertidur." Bibi.
"Baiklah. Terima kasih Bi." Bima.
"Sama-sama Mas." Bibi.
Bima pun segera menuju kamarnya. Dilihatnya Imel tengah meringkuk di atas tempat tidur. Bima pun masuk ke dalam kamar mandi membersihkan dirinya sebelum membangunkan Imel. Setelah segar dan menggunakan pakaian rumah Bima pun langsung naik ke atas tempat tidur menyusul Imel. Imel merasakan pergerakan di sampingnya membuat matanya terbuka.
"Hm... Mas sudah datang." Ucap Imel dengan suara khas bangun tidur.
"Sudah sayang. Bagaimana tadi jalan-jalannya?" Bima.
"Bodyguard sudah memberi laporan Mas?" Tanya balik Imel sebelum menjawab pertanyaan Bima.
"Sudah. Sedang di selidiki." Bima.
"Syukurlah. Tidak perlu di apa-apain Mas. Serahkan saja sama yang berwajib." Imel.
"Siap sayang." Bima.
"Bagaimana Mami sama dede seneng udah jalan-jalan?" Tanya Bima mengusap perut Imel.
"Alhamdulillah seneng dong Papi." Jawab Imel.
Mereka berdua pun saling bercengkrama sebelum melaksanakan kewajiban sebagai muslim. Kemudian keduanya turun untuk makan malam.
Imel dan Bima makan malam hanya berdua karena Mama Yuni dan Papa Bambang tengah keluar kota. Papa Bambang masih aktif berbisnis walaupun usianya sudah tak muda lagi. Semangatnya masih membara. Membuat Bima lebih bersemangat dalam berbisnis.
Saat keduanya tengah bersantai setelah menikmati makan malam ponsel milik Bima berbunyi menandakan ada pesan masuk kedalam ponselnya. Bima segera membuka dan ternyata isinya pesan dari anak buahnya yang telah menyelidiki penguntit istrinya di mall tadi siang. Bima membulatkan matanya tak percaya.
"Kenapa?" Imel.
"Identitas penguntit tadi siang sudah di temukan." Bima.
"Owh!" Jawab Imel santai.
"Kamu ga mau tau siapa?" Bima.
"Ngga. Terserah Mas mau buat seperti apa. Tapi, selama masih dalam batas wajar biarkan saja. Jika memang perlu laporkan saja pada pihak yang berwajib." Imel.
"Yakin sayang?" Bima.
"Yakin. Kenapa sih?" Imel.
"Dia orang yang pernah dekat sama kamu loh." Bima.
"Siapapun itu. Tidak pandang bulu Mas. Jika dia melakukan hal yang salah maka perlu di laporkan." Imel.
"Baiklah." Bima.
__ADS_1
Bima pun mengetikkan sesuatu di ponselnya kemudian menyimpannya kembali di atas meja. Imel bersandar di dada bidang Bima dan Bima memeluknya dari samping.
"Sayang, nanti kamar sebelah kita itu kita buat kamar anak kita ya." Bima.
"Hmm.. Oke." Imel.
"Kamu mau design sendiri atau bagaimana?" Bima.
"Minta design interior saja deh Mas." Imel.
"Oke. Nanti kita cari ya. Sambil menunggu kehamilannya semakin besar." Bima.
"Mama sama Papa sudah tau?" Imel.
"Belum. Nanti kita kasih tau mereka dulu. Mas juga baru kefikiran sih." Bima.
"Assalamu'alaikum...."
"Wa'alaikum salam..."
"Selamat malam Oma,,,,,. Opa..." Teriak Wulan sambil membawa G.
"Malam... Astaga Wulan... Ngapain kamu bawa bayi kamu malem-malem sih." Imel.
"G mau ketemu Oma. Seharian ga ketemu Oma kangen katanya." Wulan.
"Anak nakal. Malem-malem bawa bayi. Sayang,,, cucu Opa. Sini Onty gendong." Imel.
"Sayang..." Bima.
"Eh, tuh Opa. Mau gendong Opa sayang." Oceh Imel yang masih tak rela di panggil Oma.
"Keluar kota. Kenapa?" Bima.
"Yah, pantes sepi. Lama?" Wulan.
"Bentar paling lima menit lah." Imel.
"Ish... Gede jangan kaya Oma ya sayang." Wulan.
"Dari pada kaya bapaknya diem aja." Imel.
"Tuh kan Om. Juan diem aja juga kena." Juan.
"Ga apa-apa kaya Oma sayang. Biar manis." Ucap Bima pada baby G.
Tanpa di sangka G tersenyum setelah Bima mengatakan hal itu membuat Bima tertawa.
"Hahaha... Lihatlah anak kamu juga setuju Wu." Bima.
"Diiih,, G kamu kok gitu sama Mami. Seneng ya kamu udah ketemu Opa sama Oma. Terus Mami sama Papi di cuekin nih." Wulan.
"Ga bisa apa besok lagi lu bawa G." Imel.
"Ga bisa Tante. G nangis terus dari tadi pas Wu tanya mau ke rumah Oma Imel dia diem anteng banget ampe sekarang." Wulan.
"Dih, siapa emaknya sih ini. Kok nempel istri Om terus." Bima.
"Ya Om tau sendiri pas di dalam perut aja maunya ketemu Tante terus udah di luar ya begini ini nih." Juan.
__ADS_1
"Enak aja. Jadi kalian ngapain aja kalo G sama istri Om?" Bima.
"Pacaran dong Om." Wulan.
Plak...
"Awas ya. Perut Imel semakin besar jangan ampe Imel keberatan gendong dua bayi." Bima.
"Bayi siapa lagi?" Wulan.
"Bayi Om lah. Kamu lupa klo Imel lagi hamil." Bima.
"Eh, iya Om lupa hehee.." Wulan.
"Sana pulang bawa perlengkapan G. G ga boleh pulang malem-malem." Wulan.
"Semuanya sudah siap disini Tante." Wulan.
"Astaga! Sudah sana bawa G tidur ini sudah malam. Ga bagus bayi begadang." Imel.
Imel memberikan G pada gendongan Wulan namun baru saja menempel pada Wulan G menangis dengan kencangnya.
Oeekk...oeekk...
"Loh, kok nangis?" Bima.
"Sstt.. sayang. Kesayangan Mami Imel. Jangan nangis ya. Mami Wulan bau acem ya? Jadi G ga mau sama Mami Wulan ya." Imel.
"Enak aja." Wulan.
"Lah, anak lu ga mau sama lu." Imel.
"Issh... G. Mami kamu ini loh bukan itu." Kesal Wulan.
"Jangan bilang bayinya Dodit juga nempel sama kamu Yang."Bima.
"Dia belum ngerti Mas." Imel.
"Lah, ini si bayi merah udah tau mana emaknya mana bukan." Bima.
"Iyalah." Wulan.
Imel dan Wulan membawa G ke kamar tamu untuk di tidurkan. Sementara Bima dan Juan berbincang di ruang keluarga di temani secangkir teh hijau buatan bibi.
"Gw denger dari Nita tadi kalian di ikutin ya?" Wulan.
"Kapan lu ketemu Nita?" Imel.
"Tadi gw telfon lu tapi ga ada jawaban. Makanya gw telfon Nita. Anak gw rewel nyariin lu." Wulan.
"Ish,, pantes aja. Lu gosip dulu paling ya sama dia makanya baru kesini." Imel.
"Hehehe... Serem ga sih Mel orangnya?" Wulan.
"Mana gw tau. Orangnya pake jaket sama topi jadi ga jelas." Imel.
"Gw ga yakin lu ga tau." Wulan.
"Dih,,, ga percaya banget lu." Imel.
__ADS_1
🌹🌹🌹