
Satu tahun sudah usia Athar sekarang. Seharusnya Bima sudah memboyong Imel dan Athar kembali ke tanah air. Namun sayang Bima harus menundanya karena kehamilan Imel. Ya, Imel kembali mengandung anak kedua karena kecolongan. Karena Imel belum menggunakan alat kontrasepsi apapun setelah empat puluh hari melahirkan.
Di kehamilan keduanya Imel sedikit kerepotan karena harus mengurus Athar dan melawan morning sickness nya. Saat semua kesiapan perpindahan mereka siap tiba-tiba Imel jatuh sakit dan Imel dinyatakan hamil muda. Jadilah mereka harus menunda kepindahan. Kekecewaan di rasakan oleh semua sahabat Imel di tanah air namun mereka pun bahagia setelah mendengar kabar kehamilan Imel.
Kehamilan Imel kali ini sangat luar biasa membuat Bima pun kewalahan Mama Yuni dan Papa Bambang pun kembali meluncur ke negara mereka dan memarahi Bima habis-habisan karena membiarkan Imel hamil kembali di saat Athar masih bayi. Kini usia kehamilan Imel sudah menginjak usia empat bulan. Dokter sudah mengijinkan Imel untuk terbang hanya saja Bima memutuskan untuk menundanya demi keamanan dan kesehatan Imel.
Bukan hanya Mama Yuni dan Papa Bambang, Ibu Maryam pun ikut serta terbang menemui anak dan menantunya. Karena Ibu Maryam khawatir dengan keadaan anak dan cucunya. Saat Ibu Maryam datang Papa Bambang pun memutuskan untuk kembali ke tanah air mengheandle sementara perusahaan Bima karena Bima batal pulang.
"Sayang, apa kamu menginginkan sesuatu?" Tanya Bima saat memasuki kamarnya setelah bermain bersama Athar.
"Tidak Mas." Jawab Imel lemas.
"Maaf ya sayang Mas membuatmu seperti ini." Ucap Bima. Dan ini bukan kali pertama Bima meminta maaf padanya.
"Tidak Mas. Ini sudah kehendakNya. Jadi, kita tidak perlu menyesalinya. Harusnya kita bersyukur di percaya lebih cepat memiliki momongan lagi." Imel.
"Terima kasih sayang." Ucap Bima tulus memeluk Imel.
"Apa Athar sudah mandi?" Tanya Imel dalam pelukan Bima.
"Sudah. Ibu tadi memandikannya." Bima.
"Ya sudah. Ayo kita turun makan malam." Ajak Imel.
"Tunggu dulu di sini. Mas mandi sebentar ya." Bima.
"Loh, Mas belum mandi?" Tanya Imel karena Imel baru saja bangun karena tadi ekpalanya teras pusing.
"Belum sayang. Tadi Athar nangis jadi Mas turun dulu buat nenangin dia. Sebentar ya Mas mandi tidak akan lama." Bima.
"Baiklah. Imel tunggu Mas." Imel.
__ADS_1
Sambil menunggu Bima mandi Imel menyiapkan pakaian ganti Bima. Seperti apa yang di janjikannya Bima tak lama keluar dari kamar mandi dengan hanya menggunakan handuk yang melilit di pinggangnya saja. Dan pemandangan itu membuat wajah Imel memerah. Walaupun sudah memiliki anak bahkan akan launching abak kedua akan tetapi pemandangan Bima tak mengenakan pakaian masih membuat Imel tersipu.
"Kenapa sayang hmm?" Goda Bima.
"Mas ih,, cepet pake baju nanti masuk angin." Elak Imel.
"Ga mau..." Ucap Bima semakin menggoda Imel.
"Mas,,, Jangan macem-macem ya." Ancam Imel.
"Ngga kok sayang cuma satu macam saja." Goda Bima dengan suara menggodanya.
"Mas,,, ngga ah..." Ucap Imel menghindari Bima.
Bima pun tersenyum puas melihat sang istri yang malu-malu. Bima segera mengenakan pakaiannya kemudian keluar bersama Imel menuju meja makan. Di sana sudah ada Mama Yuni dan Ibu Maryam juga Athar tentunya.
"Halo anak Mami sayang.." Sapa Imel pada Athar.
"Astaga! Athar benar-benar Bima versi bayi." Mama Yuni.
"Maksud Mama?" Bima.
"Dia akan sangat terlihat dingin pada yang lain. Tapi, pada Imel lihatlah. Athar bisa tertawa dengan lepasnya." Mama Yuni.
"Kan Imel Mami nya Mah." Elak Bima.
"Iya. Sama kaya kamu. Sama yang lain aja udah kaya kulkas dua pintu malah kulkas dua pintu aja kalah dinginnya sama kamu. Giliran sama Imel aja udah kaya magic com panas.." Mama Yuni.
"Owh! Kalo itu harus dong Mah. Tidak ada yang lain selain Imel. Imel the best." Puji Bima.
"Ish... Apa sih Mas." Protes Imel.
__ADS_1
"Iya sayang. Kamu tak ada gantinya, tersegalanya." Puji Bima lagi.
Ibu Maryam hanya tersenyum mendengar perdebatan antara mereka semua. Ibu Maryam pun bangga dengan menantunya yang selalu mengutamakan keluarga di banding segalanya. Namun, walau begitu Imel tak serta merta manja terhadap Bima. Imel begitu mengerti kesibukan Bima di kantor. Walaupun Bima akan datang kapanpun dirinya menbutuhkan Bima.
Usai makan malam semuanya berkumpul di ruang keluarga. Begitu juga dengan Bi Imah dan Pak Dimin. Mereka sudah seperti keluarga sendiri bahkan kedekatan mereka semakin erat setelah sama-sama tinggal di negara orang. Karena tak ada lagi keluarga lain di sana selain keluarga Imel dan Bima. Senda gurau selalu terjalin di antara mereka.
Sudah hampir sepuluh tahun menikah Bi Imah dan Pak Dimin belum juga di karuniai momongan padahal menurut hasil pemeriksaan yang di lakukan mereka berdua semua baik-baik saja. Ya, pemeriksaan. Karena prihatin Imel pun membawa Bi Imah dan Pak Dimin untuk memeriksakan kondisi mereka saat Imel mengandung Athar dulu. Dan hasilnya semua bagus. Mungkin Tuhan belum berkehendak saja.
Pak Dimin dan Bi Imah pun hanya bisa berserah diri saja. Dengan begitu sekarang Bi Imah bisa menjaga Athar dan juga adik Athar nanti layaknya putranya sendiri dan Imel maupun Bima pun tidak kebetatan karena Bi Imah dan Pak Dimin memiliki batasan tersendiri. Bi Imah merasa bangga pada majikannya ini. Dari gadis dirinya bekerja di keluarga Bima hingga mendapatkan jodoh Pak Dimin yang sama-sama bekerja untuk keluarga Bima.
"Athar sudah mengantuk Ibu bawa masuk ke kamar ya." Pamit Ibu Maryam.
"Kalo gitu Mama juga masuk ya. Mau ikut bobo." Mama Yuni.
"Baiklah. Terima kasih Ma, Bu." Imel.
"Iya Nak. Selamat malam." Ibu Maryam.
"Jangan tidur terlalu malam ya sayang." Mama Yuni.
"Iya Mah." Imel.
"Kami juga pamit istirahat Tuan,. Nyonya." Pamit Pak Dimin.
"Iya Pak, Bi. Terima kasih untuk hari ini." Imel.
"Sama-sama Nyonya. Permisi." Pak Dimin.
Kini hanya tinggal Imel dan Bima. Bima dan Imel memang selalu menghabiskan waktu berdua di ruang keluarga sebelum mereka beranjak masuk ke dalam kamar. Karena menurut mereka. Menghabiskan waktu berdua itu sangat penting untuk pasangan. Saling membicarakan apa saja yang ingin di bicarakan. Dan waktu seperti ini sangat berharga bagi mereka. Setelah seharian Bima bekerja di kantor dan Imel yang hanya menghabiskan waktunya di rumah.
🌹🌹🌹
__ADS_1