
Pagi hari Nita sudah di antarkan oleh Heru ke rumah Imel. Imel pun bersiap untuk pergi mengantarkan Nita berbelanja. Meskipun ada sedikit khawatir Bima pun mengizinkan Imel dan Nita pergi dengan pengawalan yang ketat tanpa pengetahuan Imel dan Nita. Imel hanya mengetahui jika yang mengawalnya adalah dua orang yang fotonya di tunjukan padanya oleh Bima.
"Ma, Imel pergi dulu ya." Pamit Imel pada Mama Yuni.
"Iya Nak. Hati-hati. Mama sama Papa pergi ke luar kota siang ini ya Nak." Mama Yuni.
"Iya Ma. Hati-hati di jalan ya Ma." Imel.
"Mari Oma Nita pamit juga." Nita.
"Iya. Kalian hati-hati juga ya." Mama Yuni.
Imel dan Nita pun pergi dengan menggunakan mobil Imel yang di kemudikan oleh supir yang merupakan pengawal yang di tugaskan Bima. Di sampingnya terdapat temannya juga yang di minta Bima. Imel dan Nita duduk di bangku penumpang di belakang kemudi.
"Ke mall A Bu?" Pengawal 1.
"Iya Kak." Imel.
"Nanti kita cari di sama semua Ta ada ngga?" Imel.
"Kayanya sih ada. Kita liat aja deh." Nita.
"Mama sama Papa kapan ke sini?" Imel.
"Mungkin besok lusa Mama datang." Nita.
Sampai di mall Nita dan Imel jalan lebih dulu dari lada dua pengawalnya. Nita tak banyak bertanya mengapa Imel harus di kawal karena dirinya sudah mengetahui tentang Raka yang menggila mencari Imel. Nita mengetahui dari Heru. Heru pun mengetahuinya dari teman-teman satu angkatannya jika Raka selalu menanyakan tentang Imel.
"Mel, itu bukannya ibu kost kita ya?" Tanya Nita pada Imel.
"Eh, iya. Yuk kita kesana." Ajak Imel.
"Assalamu'alaikum.."
"Wa'alaikum salam..."
"Masya Allah Imel, Nita." Ibu Kost.
"Ibu apa kabar?" Nita.
"Alhamdulillah baik. Masya Allah. Udah berapa bulan?" Tanya Ibu kost mengusap perut Nita.
"Alhamdulillah tujuh Bu. Ini juga loh Bu." Tunjuk Nita pada perut Imel.
"Masya Allah. Berapa bulan?" Ibu Kost.
"Alhamdulillah empat bulan Bu." Imel.
"Sehat-sehat ya Ibu sama dede utunnya. Kalo senggang main-main ke tempat ibu dong." Ibu Kost.
__ADS_1
"Iya Bu. Nanti kita mampir ya Bu." Nita.
"Ya sudah. Ibu duluan ya. Sudah di tunggu sodara ibu tuh." Tunjuk Ibu kost pada seorang perempuan berjilbab.
Setelah Ibu kost mereka pergi Nita dan Imel melanjutkan berbelanja keperluan hari minggu mereka. Asik berbelanja tanpa mereka sadari ada sepasang mata memperhatikan mereka tanpa mereka sadari. Dua bodyguard Imel melihat penuh curiga pada orang tersebut hanya saja mereka berdua masih diamkan dan terus memperhatikan pergerakan keduanya.
"Siaga. Arah jam dua." Bodyguard Satu.
"Siap!" Bodyguard dua.
Keduanya memberi kode pada bodyguard bayangan untuk segera merapat pada Imel dan Nita tapi dalam jarak aman. Nita dan Imel pun menyadari ada yang terus mengikuti mereka berdua sejak tadi. Maklum Imel dan Nita memiliki beladiri yang patut di pertimbangkan.
"Sstt..." Panggil Nita dalam kode.
"Iya gw tau." Imel.
"Gimana nih?" Nita.
"Santai. Kita ga perlu ngotorin tangan kita. Yang perlu kita lakukan adalah melindungi anak kita yang ada di sini." Tunjuk Imel pada perutnya.
"Siap. Terus kita apakan?" Nita.
"Jangan lupakan supir gw tadi." Imel.
"Astaga! Hampir gw lupa. Oke deh sip." Nita.
"Sepertinya mereka berdua pun menyadarinya." Bodyguard dua.
"Istrinya Mas Heru tau jika Nyonya sedang dalam pantauan." Bodyguard Satu.
"Baiklah." Bodyguard dua.
Hingga Nita dan Imel selesai berbelanja orang tersebut masih terus mengikuti keduanya. Imel sengaja mengajak Nita makan di salah satu restoran yang ada di mall. Begitupun dengan kedua bodyguard Imel. Dan si pengikut pun sama-sama ikut masuk ke dalam restoran.
Restoran cukup ramai pengunjung mengingat waktu jam makan siang. Imel menemukan meja kosong. Saat si penguntit akan mencoba duduk di hadapan Imel salah satu bodyguard Imel tiba-tiba duduk di bangku depan Imel duduk.
Bruk..
"Aduh.. Eh.."
"Maaf Mba. Saya ikut duduk di sini ya. Sodara saya lagi pesan makanan. Kaki saya sakit." Ucap Bodyguard dua berpura-pura.
"Eh, iya Mas silahkan." Imel.
Dan aksi itu membuat si penguntit merasa geram. Nita dan Bodyguard satu mengantri makanan berjejeran sebagai pengamanan dan bodyguard dua bersama Imel. Tak lama Nita dan Bodyguard satu datang membawa pesanan mereka. Mereka berempat makan bersama akan tetapi tak saling bicara menandakan jiak mereka tak saling mengenal.
"Sial! Udah ada kesempatan Imel berjauhan dari si Nita ada aja gangguannya."
"Setelah ini harus berhasil pokoknya."
__ADS_1
Selesai makan siang Dua bodyguard berpura-pura pergi lebih dulu kemudian di susul Imel dan Nita. Imel berpamitan ke toilet terlebih dahulu pada Nita. Seperti biasa Nita bersama salah satu bodyguard dan Imel bersama satu bodyguard lagi.
"Kali ini pasti berhasil."
Imel masuk kedalam kamar mandi dan di ikuti si penguntit. Bodyguard satu pun mengikuti pergerakan keduanya. Dan tak lupa beberapa bodyguard bayangan. Saat Imel akan keluar dari kamar mandi ada seorang wanita yang memintanya untuk tetap di dalam dan membiarkan orang lain keluar terlebih dahulu.
"Maaf Nyonya. Saya minta kerjasamanya. Tunggulah satu orang keluar sebelum anda keluar." Bisik wanita yang sama-sama di dalam.
"Hah! Baiklah." Imel.
Imel pun berpura-pura mencuci tangannya dan sedikit merapihkan rambutnya. Tak lama keluarlah salah seorang perempuan dan benar saja saat perempuan itu keluar si puntit membekapnya dan membawanya pergi.
Brugh...
"Terima kasih." Imel.
"Berhati-hatilah Nyonya." Ujar wanita yang merupakan bodyguard bayangan.
Imel pun segera keluar dari kamar mandi dan di ikuti oleh bodyguard satu. Nita segera menghampiri Imel dan berjalan bersamaan keluar dari mall karena mereka pun telah usai berbelanja.
"Hah... Syukurlah." Nita.
"Siapa sih dia?" Imel.
"Orang gila." Nita.
"Hus..." Imel.
"Kami akan menyelidikinya Nyonya." Bodyguard dua.
"Berikan laporannya pada Tuan kalian saja." Imel.
"Baik Nyonya." Bodyguard.
"Lu ga pengen tau siapa dia?" Nita.
"Ngga. Gw rasa Mas Bima tau apa yang perlu dia lakukan untuknya." Imel.
"Cerdas." Nita.
"Kita tak perlu bekerja keras hanya untuk orang seperti dia Ta. Kita sudah memiliki orang yang bisa melindungi kita. Maka, kita pasrahkan semuanya pada pasangan kita. Karena mereka pasti tau apa yang harus mereka lakukan. Yang terpenting tidak ada hal apapun yang kita tutupi dari pasangan kita." Imel.
"Aaa... Love you Baby..." Nita.
"Iiissh... Gw masih suka Laki gw ya Ta." Imel.
"Beuh... Sekate-kate. Love Mas Heru full deh pokoknya." Nita.
🌹🌹🌹
__ADS_1