
Hari ini Imel menemani Nita fitting baju pengantin. Kesempatan ini di manfaatkan Imel untuk mencari pakaian pengantin untuk dirinya juga atas saran Anya dan Lena. Sebelumnya Imel hanya memperhatikan Nita memilih pakaian untuknya.
"Bagus ga Mel?" Tanya Nita setelah dirinya mencoba pakaian yang di pilihnya.
"Wow! Nita... Cantik banget. Iiih... Kamu design sendiri?" Imel.
"Ngga. Ini design dari sininya." Nita.
"Iih,, cantik. Cocok banget sama Lu Ta." Puji Imel.
"Teteh nya mau nikah juga ya?" Tanya pegawai Butik.
"Iya Teh." Jawab Imel malu-malu.
"Mau design juga? Boleh nanti bisa saya bantu Teh." Pegawai butik.
"Wah, bener Teh?" Imel.
"Ya udah gw coba baju gw satu lagi abis itu terus design baju lu ya." Nita.
"Oke Nyonya Heru." Imel.
"Haist... Belum ah." Nita.
Nita pun masuk ke dalam mengganti pakaiannya. Setelah selesai Nita kelaur kembali dan lagi-lagi membuat Imel takjub. Imel tak sabar menantikan hari pernikahan Nita.
Setelah selesai mereka pun duduk di sofa yang tersedia di sana. Pegawai butik langsung mendesign pakaian untuk Imel setelah menanyakan apa tema pernikahannya nanti.
Karena tidak tau temanya apa Imel pun menghubungi Anya terlebih dahulu. Dan jadilah design pakaian yang di buat pegawai butik tersebut. Imel menyukainya dan deal dengan dua model yang di buatkan.
"Dua minggu lagi datang untuk fitting ya Teh sebelum finishing." Pegawai Butik.
"Iya Teh. DP nya udah Imel transfer ya Teh." Imel.
"Iya Teh terima kasih. Segera di selesaikan gaunnya." Pegawai Butik.
Setelah selesai mereka pun memilih peglrgi ke kafe yang dekat dengan Butik untuk mengisi perut mereka. Ternyata memilih gaun untuk pernikahan telah menguras energi ke duanya.
"Jadi, kita pergi ke nikahan Dini cuma berdua aja Mel?" Nita.
"Iya. Mas Bima ketemu di sana nanti. Soalnya kasian juga sih gw kalo Mas ke sini dulu." Imel.
"Ya udah gw juga gitu aja deh. Kasian juga Mas Heru bolak-balik. Terus nanti lu balik di anter Om Bima?" Nita.
"Ngga dong Ta. Emang lu mau bawa mobil sendiri pulang dari Dini?" Imel.
"Dih, ogah. Si Wulan gimana?" Nita.
"Nah, itu dia. Gw jemput dia dulu kayanya. Terus ke tempat Dini." Imel.
"Huh... Terus kita menemani pasangan bucin itu." Nita.
Keduanya asik berbincang sampai tak menyadari ada orang yang mendekati mereka. Imel dan Nita saling pandang kemudian pandangan mereka sama-sama menoleh ke arah orang tersebut.
__ADS_1
"Astaga! Ira..," Teriak keduanya bersamaan.
Ira teman sekolah mereka di sekolah menengah pertama. Mereka sudah lama tak bertemu. Terakhir mereka bertemu saat Ira study tour ke kota Y dan mereka janjian untuk bertemu.
"Ya ampun kalian berdua kemana aja?" Ira.
"Hahaha... Kangen ya lu? Lu apa kabar Ra?" Nita.
"Gw baik. Kalian tumben ada di tanah air?" Ira.
"Iya bosen luar negri terus." Imel.
"Hahahaa...."
Gelak tawa pun ramai menghiasi pertemuan mereka. Perbincangan unfaedah pun terjadi di antara ke tiganya. Ira memang cukup dekat dengan Imel dan Nita. Hanya saja mereka terpisah karena Imel dan Nita pindah ke kota Y.
Ira melanjutkan sekolah ke LN setelah menyelesaikan sekolahnya. Dan Saat ini Ira baru saja pulang ke tanah air setelah empat tahun menetap di LN. Ira melepas penat pergi ke luar rumah dan memutuskan pergi ke kafe dan ternyata ada Imel dan Nita juga di sana.
"Terus Lu ga lanjut S2 Ra?" Imel.
"Gw mau nafas dulu Mel. Bosen sekolah mulu." Ira.
"Ceh, terus sekarang lu ngapain?" Nita.
"Gw kerja di sana. Ini gw ambil cuti kerja karena udah lama gw ga pulang. Gw baru dua hari di rumah." Ira.
"Naah, lu lama kan cutinya dan harus lama. Soalnya lu harus datang ke nikahan gw dua minggu lagi." Nita.
"Hm.. Pokoknya lu harus dateng ga boleh balik dulu." Nita.
"Dan, lu juga harus dateng ke nikahan gw bulan depan." Imel.
"Astaga! Kalian nikah kok bisa janjian gini?" Ira.
"Nih Imel ga mau kalah main susul aja." Nita.
"Yee... bukan gw tapi laki gw tuh." Imel.
"Lu ga DP duluan kan Mel?" Ira.
"Astaga Ira mulut lu... Kagaklah. Ngeri banget sih DP duluan." Imel.
"Kali aja soalnya lu ngebut." Ira.
"Bukan karena DP duluan Ra. Tapi, calonnya Imel udah tua nanti keburu kakek-kakek dia kelamaan nunggu Imel." Nita.
"Nitaa... Ih,, laki gw masih greget ya." Imel.
"Uuugghh.. Greget. Dede-dede gemesbah greget." Ira.
"Calon Imel itu Om nya temen kita." Nita.
"Wuiiih... Lancar Mel gebet Om temen." Ira.
__ADS_1
"Ngga juga sih. Gw juga ga tau kenapa bisa meleleh." Imel.
"Ceh, lilin kali ah." Nita.
"Eh, abis ini kalian mau kemana?" Ira.
"Mau balik gw. Mau istirahat sebelum lusa kita pergi ke kota C." Nita.
"Ngapain kalian ke kota C?" Ira.
"Sahabat kita nikahan." Nita.
"Astaga! Kalian nikha estafet ya?" Ira.
"Ngga sengaja begit Ra." Imel.
"Gw juga di minta datang ke nikahan bos gw yang kebetulan orang pribumi. Karena gw lagi di sini jadi gw jadi perwakilan. Jadi, kemungkinan gw bisa hadir di nikahan lu Ta. Dan nikahan lu juga. Tapi, mengingat bulan depan lu nikah semoga ga bentrok sama bos gw ya." Ira.
"Oke." Imel.
"Terus lu kapan nyusul?" Nita.
"Tadinya gw ngarep bos gw yang dinginnya ngalahin kutub Utara. Tapi, sayang sulit terjamah." Ira.
"Kaya lu pernah ke kutub aja Ra." Nita.
"Hahaha... Ya pokonya dia dingin banget. Kalo dia ada datang ke tempat gw kerja, mendadak cuaca ekstrem dingin parah." Ira.
"Lu nya aja kali kerjanya ga bener makanya dia garang sama lu." Imel.
"Dih, ngga ya. Kerja salah dikit bisa kelar pokoknya." Ira.
"Ya udah kita pamit ya Ra." Nita.
"Gw juga balik deh sekalian. Ntar kita ketemu lagi ya." Ira.
"Oke.." Imel.
Imel dan Nita pergi dengan menggunakan mobil Nita. Karena Nita yang membawa Imel Nita pun harus mengembalikan Imel terlebih dahulu. Sampai di rumah Imel, Nita tak langsung pulang melainkan turun mampur terlebih dahulu.
"Ta, gw masuk dulu ya." Imel.
"Iya. Gw sama Ibu dulu." Nita.
Nita berbincang dengan Ibu Maryam. Kemudian Anya dan Lena datang menghampiri keduanya. Anya menanyakan tentang gaun pengantin Nita dan Imel.
"Udah Kak. Punya Ta Minggu depan di ambil. Gaun untuk Imel dua minggu fitting." Nita.
"Jadi, Imel udah bikin di butik itu?" Ibu Maryam.
"Iya Bu. Imel tadi sekalian design juga." Nita.
🌹🌹🌹
__ADS_1