
Di rumah tampak Anya tengah sibuk sana sini mengurus persiapan pernikahan Imel. Lena pun demikian. Apalagi Lena harus kembali ke kotanya karena liburan anak-anaknya akan segera berakhir. Ibu Maryam pun tak kalah di buat sibuk. Mereka tak mengijinkan Imel turun menyiapkan pernikahannya.
Uwak kakak Ibu Maryam yang kebetulan rumahnya dekat dengan mereka turut serta membantu. Keluarga sepakat akan mengadakan acara akad dan resepsi di rumah saja. Karena halaman rumah Ibu Maryam cukup luas sehingga cukup menampung undangan yang datang.
"Bu," Panggil Imel yang baru saja datang dari rumah Nita.
"Ya Nak. Ibu di belakang." Ibu Maryam.
"Bu, Mama Nita minta ibu ke rumahnya pas acara siraman Sabtu besok." Imel.
"Iya. Kemarin Mama Nita sudah menghubungi Ibu." Ibu Maryam.
"Mungkin sekedar mengingatkan lagi Bu." Imel.
"Mel, Kata Mas Bagas udah belum?" Lena.
"Udah Kak. Siang ini Mas Bima ke LN." Imel.
"Kamu do'a kan Bima di sana lancar Mel." Lena.
"Iya Kak. Kemarin Mama sama Kak Saras juga sudah banyak nasehatin Imel." Imel.
"Selalu berfikir positif Mel." Anya.
"Iya Kak." Imel.
Ibu Maryam bagaikan memiliki tiga orang anak perempuan jika Anya, Lena dan Imel sudah berkumpul di rumah. Mereka bertiga selalu kompak dalam segala hal. Bahkan banyak yang mengira mereka kakak beradik kandung.
Ibu Maryam selalu berdo'a semoga kelak suami Imel bisa berbaur bersama dengan Juan dan Bagas. Karena Imel putri satu-satunya. Mereka semua menyayangi Imel.
"Kak Anya..." Teriak Imel.
"Kenapa Mel?" Anya.
"Ada yang nyariin." Imel.
"Siapa?" Anya.
"Mantan pacar." Imel.
"Astaga! Imeelll.... Iseng banget sih."Anya.
"Mas, kok pulang? Katanya mau lanjut?" Sambut Anya pada Juna.
"Ish... Kamu ini suami pulang bukannya seneng malah di suruh pergi lagi." Juna.
__ADS_1
"Bukan begitu Mas. Kemarin kan Mas sendiri yang bilang mau lanjut dan ga pulang dulu. Emang ga jadi?" Anya.
"Hehehe.. Iya. Mas fikir Mas pulang aja dulu lanjut nanti. Soalnya nanti kalo mas lanjut kemungkinan pas acara Imel mas Masih di luar." Juan.
"Owh! Ya udah. Mas mau mandi dulu atau makan dulu?" Anya.
"Mandi dulu deh kayanya Yang." Juan.
"Ya udah Anya siapin air dulu abis itu siapin makan buat Mas." Anya.
"Anak-anak mana Yang?" Tanya Juan yang tak melihat kedua anaknya.
"Pergi jalan sama Lena." Anya.
"Ada Bagas?" Juan.
"Ngga sama Lena aja di temenin Mba." Anya.
"Owh! Kemana?" Juan.
"Area bermain di mall paling Mas sekalian Lena mau cari perlengkapan." Anya.
Setelah Anya menyiapkan air untuk Juan. Anya pun pergi ke dapur menyiapkan makanan untuk Juan. Begitu seperti biasanya. Karena akan repot mempersiapkan acara pernikahan Imel. Juna dan Anya memutuskan untuk tinggal di rumah Ibu Maryam terlebih dahulu hingga acara usai nanti.
Beruntung ada Juan yang selalu memberinya semangat. Ya Juan dan Anya teman sekolah dulu. Juan memutuskan untuk menjadi pilot dan Anya bergelut di dunia modeling. Namun, setelah menikah Anya berhenti dan hanya fokus pada suami saja. Walaupun terkadang ada rasa rindu untuk fashion show.
Karena itu juga yang membuat Anya masih menjaga penampilannya. Sementara Lena dan Bagas bertemu di kampus tempat Lena mengemban ilmu yang kebetulan bersama dengan Bima juga. Bagas merupakan kakak tingkat Lena satu jurusan.
Karena saring bertemu membuat keduanya saling jatuh cinta. Dan akhirnya memutuskan untuk menikah. Sama halnya dengan Anya, Lena pun sudah tak memiliki orang tuanya. Bedanya Lena merupakan anak tunggal tak memiliki saudara kandung. Lebih beruntung dari Anya Lena masih memiliki paman dan bibi yang menyayanginya.
Lena pun tinggal bersama mereka hingga dirinya di pinang oleh Bagas. Karena itu juga yang membuat Anya dan Lena begitu menyayangi Ibu Maryam dan Ayah Agus. Bagi mereka mertuanya adalah orang tuanya sendiri bukan orang lain.
"Imel, mau sekalian makan?" Tawar Anya yang melihat Anya melewati dapur.
"Ngga Kak. Anya mau berenang." Imel.
"Bima sudah terbang?" Anya.
"Sudah Kak. Baru saja kita telfonan." Imel.
"Ya sudah. Jangan jauhin ponsel kamu loh dek." Anya.
"Iya Kak. Ini baru aja terbang kok. Makanya Imel mau berenang dulu." Imel.
"Eh, anak-anak belum datang ya Kak?" Imel.
__ADS_1
"Belum. Jadi, kamu harus udah selesai berenang sebelum mereka datang. Soalnya nanti mereka pasti ikutan berenang." Peringat Anya.
"Ceh, Imel malah mau ajakin mereka berenang." Imel.
"Iiih,, ngga. Ini udah mau sore." Anya.
"Biar aja kali Kak. Teh Leli ikut berenang yuk." Ajak Imel.
"Teteh ga bisa berenang Neng. Neng Imel saja. Nanti kali neng Imel butuh sesuatu bisa panggil Teteh." Teh Leli.
"Yaaah, Teteh mah ga asik. Ya udah ayo Imel ajarin berenang." Ajak Imel.
"Lain kali aja ah Neng. Teteh takut." Teh Leli.
"Udah sana nanti malah keburu anak-anak dateng terus rusuh lagi." Usir Anya.
"Ceh, iya deh iya." Imel.
Saat Imel berenang Juan turun untuk makan. Makan siang yang terlewat membuat Juan begitu lahap menikmati hidangan yang di siapkan oleh Anya. Setelah selesai makan Juan mendekati kolam renang melihat Imel yang tengah berenang.
"Bang, ayo ikutan." Ajak Imel.
"Dih, Abang baru selesai makan." Tolak Juan.
"Yaaa Abang ayo dong..." Bujuk Imel.
"Nantilah tunggu makanan Abang turun dulu." Tolak Juan.
Setelah cukup turun makananya Juan pun ikut bergabung berenang bersama Imel. Mereka berdua berlomba mengingat masa kecil Imel yang selalu mengajak kedua kakaknya lomba berenang. Dan Ayah Agus yang akan menjadi jurinya.
Saat keduanya berlomba saling tertawa karena Juan mencoba curang Bagas datang dan langsung membuka pakaiannya untuk ikut bergabung. Karena Lena pun belum juga datang pergi bersama anak-anak.
"Aaa... Ibu. Bang Bagas curang nih." Teriak Imel ketika melihat Bu Maryam di dekat kolam.
Bukan menjawab Ibu Maryam hanya menggelengkan kepalanya saj landan tersenyum melihat tingkah ketiga anaknya. Rasanya sudah sangat lama ketiganya tidak bermain air. Karena mereka jarang bertemu bahkan bermain. Imel yang sibuk dengan perkuliahan, Juan yang selalu terbang dan bagas yang sibuk dengan pekerjaannya.
"Leli, bawakan minuman untuk mereka." Titah Ibu Maryam.
"Ini sudah Anya buatkan Bu. Tinggal di bawa saja. Tadi Anya fikir hanya ada Mas Juan sama Imel ternyata Bagas sudah ikut bergabung." Anya.
"Bagas baru datang dan langsung ikut bergabung." Ibu Maryam.
"Pantas saja." Anya.
🌹🌹🌹
__ADS_1