Cintaku Berlabuh Pada Om-om

Cintaku Berlabuh Pada Om-om
Mundur Dengan Sendirinya


__ADS_3

Siang ini semua berkumpul di rumah Nita dan Heru. Nita dan Heru mengadakan acara syukuran tujuh bulanan kehamilan Nita. Acara hanya di hadiri kerabat dekat dan warga sekitar saja. Ada beberapa rekan bisnis Heru karena Heru sekarang memimpin perusahaan cabang milik Dodit.


Raka berusaha membujuk atasannya untuk ikut serta dalam acara syukuran tersebut. Walaupun sudah mendapat peringatan dari orang Bima Raka tak pantang menyerah. Akan tetapi kedatangannya ke rumah Heru telah di ketahui oleh orang Bima sehingga membuat penjagaan di perketat. Imel selalu berada di dalam dan tak di biarkan sendiri. Bi Imah asisten rumah tangga di rumah Bima bertugas menjaga Imel.


"Bi, ke kamar mandi yuk." Ajak Imel.


"Oke." Bi Imah.


Bi Imah pun mengikuti Imel menuju kamar mandi dan itu tak luput dari pandangan Bima. Raka melihat Imel menjauhi kerumunan dalam hati ingin sekali Raka mendekati Imel sayangnya saat Raka akan melangkah Raka melihat seorang wanita mengikuti Imel di belakang.


Raka merasa senang ketika Dini dan Wulan sibuk dengan bayinya dan Nita sibuk dengan acaranya membuat dirinya merasa memiliki kesempatan mendekati Imel. Raka belum mengetahui siapa suami Imel karena sejak di rumah Nita Bima sengaja menjaga jarak dengan Imel setelah berdiskusi dengan Imel sebelumnya.


"Wu, Lu liat ada Raka?" Dini.


"Liat." Wulan.


"Terus itu Om Bima kok jauh-jauhan sama Imel sih?" Kesal Dini.


"Lu ga liat dari tadi Imel sama Bi Imah?" Wulan.


"Astaga! Masa Imel di di jagain Bi Imah sih?" Dini.


"Udah lu tenang aja. Si curut ga bakal berani deketin Tante kita." Wulan.


"Lagian kenapa sih Mas Heru undang dia?" Dini.


"Mas Heru ga undang dia. Tadi gw liat dia datang sama mantan atasannya Mas Heru." Wulan.


"Oalah.. Pantesan." Dini.


Tanpa mereka sadari Imel sudah berada di dekat mereka kembali bersama Bi Imah tentunya.


"Hus... Jangan ngegosip." Tegur Imel.


"Astaga! Lu kapan datang? Kok tiba-tiba nongol aja sih." Dini.


"Lu berdua aja yang asik sendiri sama dunia kalian ampe bidadari datang ga sadar." Imel.


"Beuh... Mulai deh kumat." Dini.


"Hm... Jangan di ingkari nanti kualat loh." Imel.


"Plis Wu tolong gw.." Dini.


"Hahaha..."

__ADS_1


"Up's!"


Tanpa sadar mereka bertiga menjadi pusat perhatian. Walaupun acara sudah selesai tapi para tamu masih berada di rumah Nita dan Heru. Para suami bergabung bersama para suami. Ibu Maryam bergabung bersama Mama Nita dan Mama Heru juga yang lainnya. Hingga acara usai tak ada sedikitpun celah bagi Raka mendekati Imel. Dan Imel yang mengetahui jika dirinya menjadi target sasaran Raka pun sengaja selalu berada di dekat orang siapapun itu yang dia kenali.


"Sayang, ayo kita pulang." Ajak Bima.


"Oke." Imel.


"Ceh, nanti kenapa sih Om. Ga sabar banget. Lagian masih sore juga." Wulan.


"Mulut mu Wu. Kasian Imel nanti kecapean kelamaan duduk." Bima.


"So sweet..". Wulan.


"Sirik aja lu. Sana minta Juan nina boboin." Imel.


"Ih, Tante Mel. Oma... Tante Mel mesum." Adu Wulan pada Ibu Maryam.


"Dih, aduan. Ibu bilang ga apa-apa mesum asal sama Mas Bima wle..." Imel.


"Wis, mumet. Sana Tan pulang sebelum Mas mu muring-muring." Usir Dini.


"Nah, ini. keponakan yang amat sangat pengertian. Terima kasih sayangkuh. Muach.." Imel.


"Oh, astaga! Tante Imelda Anastasya." Dini.


"Bu, apa Ibu ingin mengunjungi sesuatu di kota ini?" Tanya Bima pada Ibu Maryam.


"Tidak. Sudah bertemu dengan kalian saja ibu sudah senang." Ibu Maryam.


"Ibu,,, tapi kan beda." Imel.


"Sama saja sayang. Lagi pula tujuan Ibu ke sini kan untuk bertemu kalian." Ibu Maryam.


"Ya, ngga ada salahnya juga kan kita jalan-jalan Bu." Imel.


"Nanti lain kali saja Nak. Hari ini kan sudah cukup melelahkan untuk kita. Kasian cucu Ibu ini nanti kelelahan. Lagi pula besok pagi ibu harus pulang." Ibu Maryam.


"Hm,, baiklah. Ibu istirahat nanti makan malam Imel bangunkan ibu." Imel.


"Baiklah." Ibu Maryam.


"Mas, minta tolong Bi Imah yah beli oleh-oleh?" Imel.


"Mas sudah minta tolong Arman sayang." Bima.

__ADS_1


"Owh! Ya sudah kalo begitu. Mas mau di buatin minum atau apa?" Imel.


"Ngga usah sayang. Kita istirahat juga seperti ibu. Ayo, kamu pasti capek kan?" Bima.


"Ngga Mas. Imel mau ke kolam dulu mau kasih makan ikan." Imel.


"Ya sudah, ayok mas temenin." Bima.


Mereka berdua pun pergi ke kolam ikan yang sengaja di buat oleh Bima untuk Imel. Dan betapa terkejutnya Bima saat melihat ikan-ikan yang dulu dia beli bersama Imel kecil-kecil sekarang sudah sangat besar-besar.


"Loh, ini ikan yang dulu kita beli sayang?" Bima.


"Iya Mas. Gemoy kan?" Imel.


"Kamu yakin? Bukan kamu ganti dengan ikan besar kan?" Bima.


"Yakin dong Mas. Mana ada Imel ganti ikan? Kapan coba Imel pergi tanpa Mas tau." Imel.


"Iya juga ya. Kamu hebat sayang, ikannya sehat-sehat." Puji Bima.


"Makasih Mas. Kan ini juga berkat Pak Min yang bantuin Imel jaga ikannya." Imel.


"Kamu ini selalu saja begitu." Bima.


"Mas, kenapa Mas ga bertindak sama penguntit itu?" Imel.


"Kok kamu nanya gitu? Kamu tau siapa dia?" Bima.


"Maaf ya Mas. Tapi, dia pernah ada di hidup Imel beberapa tahun. Jadi, tidak mungkin Imel tidak tau. Hanya saja Imel tidak ingin membuat Mas tersinggung. Imel serahkan semuanya pada Mas. Apapun yang akan Mas lakukan Imel rasa Mas tau yang terbaik untuk kita. Asal satu jangan bertindak di luar batas." Jelas Imel.


"Berarti kamu juga tau..." Ucap Bima terputus.


"Kalo tadi dia ada di acara Nita?" Tanya Imel memotong ucapan Bima.


Bima menjawab dengan anggukan.


"Yah, Imel tau Mas. Dan karena itu juga Imel setuju ketika Mas tiba-tiba meninta Imel di temani Bi Imah dan Mas berjarak dengan Imel. Karena dia tidak tau siapa suami Imel kan?" Imel.


"Pinter istri Mas ternyata ya." Bima.


"Mas,,, ih.." Imel.


"Kamu tau? Perusahaan sedang bekerja sama dengan perusahaan dimana dia bekerja. Dan dalam waktu dekat Mas akan bertemu dengan dia. Mas tidak akan melakukan tindakan apapun yang akan merugiakan siapapun. Kerja sama pun terus berlanjut karena memang perusahaan mereka layak untuk kita dukung. Jadi biarkan dia mundur dengan sendirinya ketika tau siapa suami kamu ini sayang." Bima.


"Ih,PD banget sih." Imel.

__ADS_1


"Tentu."


🌹🌹🌹


__ADS_2