Cintaku Berlabuh Pada Om-om

Cintaku Berlabuh Pada Om-om
Baby A "Aidan Baskara"


__ADS_3

Hari ini Dini dan baby Boy nya pulang ke rumah. Seperti biasa semua menyiapkan penyambutan baby boy yang belum tau siapa namanya. Wulan dan G sudah siap dengan pakaian yang senada begitu juga dengan Juan. Dan tak lupa duo bumil yang tampak serasi dengan pasangan mereka. Para Oma dan Opa juga tampil serasi.


Tak lama Mobil yang di kendarai oleh supur pribadi Melati pun datang. Satu mobil berisikan Dini, Dodit, Mama Dini dan Papa Dini. Dam satu mobil lagi Melati dan Pras. Saat Dini turun semua menyambut hangat begitu juga saat baby boy yang di gendong Mama Dini turun.


"Masya Allah. Dodit banget ya Mas." Imel.


"Ya ampun Din. Lu ga dapet jatah ya?" Nita.


"Iya nih ga adil banget padahal yang ngandung dan melahirkan gw tapi semuanya plek ketimplek Mas Dodit." Dini.


"Hahaha... Nasib Din nasib." Wulan.


"Hai G." Dini.


"Kalo G perpaduan Juan dan Wulannya pas Din." Imel.


"Awas aja ya kalian liat nanti baby kalian. Gw do'ain plek ketimplek laki lu pada." Dini.


"Dih, ga asik deh lu Din." Nita.


"Hahahaa...."


"Udah ayo masuk. Kasian cicit Oma nih kepanasan." Ajak Mama Yuni.


Semua pun masuk ke dalam rumah Dodit dan Dini. Dini masuk ke dalam kamar terlebih dahulu untuk menyusui bayinya sebelum kembali bergabung. Sementara yang lain menikmati hidangan yang sudah di sediakan.


"Mama, Papa Dini apa kabar?" Imel.


"Kabar baik Mel. Alhamdulillah nyusul juga ya Mel." Ucap Mama Dini mengusap perut Imel.


"Alhamdulillah Ma. Sesuai urutan." Imel.


"Kalian ini memang top. Belajar sama-sama, susah senang sama-sama, nikah sama-sama dan sekarang hamil sama-sama juga. Tetap saling menyayangi ya kalian." Mama Dini.


"Aamiin.."


"Ma, Pa. Jangan dulu pulang ke kota C ya. Nanti sekalian hadir di acara tujuh bulanan Nita." Undang Nita.


"Wealah. Kapan Nak?" Mama Dini.


"Akhir pekan ini Ma." Nita.


"Mama sama Papa sih mau aja Ta. Semoga aman-aman dan kita bisa pulang setelah acara kamu selesai." Mama Dini.


"Aamiin."


Setelah selesai mengasihi dan menggantikan pakaiannya baby boy Dini dan Baby boy pun keluar dengan di dampingi Dodit. Dodit sudah tampak luwes menggendong baby boy.


"Halo semuanya perkenalkan aku 'Aidan Baskara' Putra pertama Bunda Dini sama Ayah Dodit." Ucap Dodit menampilkan wajah putra pertamanya.


"Halo Aidan..."

__ADS_1


"Jadi baby A dong Din?" Nita.


"Yes. Kalo baby Wulan baby G. Aidan baby A." Dini.


"Mana Cicit Oma. Oma mau gendong." Pinta Mama Yuni.


"Aduh, Mama Yuni masih terlalu muda ya jadi Mbah buyut." Mama Dini.


"Iya Mama Dini. Mami Wulan sama Mami Dodit itu nyebelin masih pada sekolah udah nikah ya jadi cepet kasih cucu buat Mama sekarang cicit deh. Untung saja Wulan sama Dodit ga nikah cepet-cepet juga jadi sedikit bernafas lega." Mama Yuni.


"Udah punya cicit masih mau nambah cucu ya Ma." Imel.


"Lah, ini nih. Yang perempuan pada cepet-cepet nikah ini malah ngeri. Ternyata calonnya masih berjuang demi gelar dokter. Wis di dapet gelarnya malah di suruh di rumah. Jan anak ku tuh antik-antik." Mama Yuni.


"Kalo aku nikah pas masih sekolah mau tak kasih apa anak sama istri aku Ma." Bima.


"Di kasih cinta." Mama Yuni.


"Ceh, mana ada Ma perempuan seperti itu. Yang ada belum apa-apa udah minta pisah. Kalo udah begini kan enak Ma. Istri juga di jaga baik-baik jangan ampe lecet." Bima.


"Kalo bisa di simpen jangan ada yang liat ya Mas Bima." Papa Dini.


"Nah, iya begitu." Bima.


"Maass..." Imel.


"Becanda sayang." Bima.


"Tapi,," Belum selesai Bima bicara Imel sudah memotongnya.


"Ngga ada tapi-tapi. Percayalah Sayang. Kami bisa jaga diri." Imel.


"Baiklah. Tapi, setelah itu langsung pulang." Bima.


"Siap Bos." Imel.


Percakapan hangat pun harus terhenti karena baby A menangis karena pup. Dan berhubung waktu sudah semakin siang semua pun berpamitan kembali ke rumahnya masing-masing. Menyisakan Mama dan Papa Dini juga Mami dan Papi Dodit.


"Sayang, besok ga usah jadi ya pergi sama Nita.." Bujuk Bima.


"Mas..." Imel.


"Mas khawatir sayang." Bima.


"Tapi, tadi Mas udah janji loh." Imel.


"Tapi sayang." Bima.


"Mas percaya ya. Tidak akan terjadi apapun. Dan jika ada cowok cakep bersliweran nanti janga juga salahkan mereka ataupun Imel. Itu berarti rejeki mata." Imel.


"Kok gitu sayang?" Bima.

__ADS_1


"Iya dong. Kan bosen liat om-om tiap hari." Goda Imel.


"Sayang, astaga!" Bima memeluk erat Imel dari samping.


"Hahaha... Aduh Mas sesek ini.." Ucap Imel berpura-pura.


Mama Yuni yang baru saja keluar dari kamarnya mendengar ribut-ribut dari arah ruang keluarga pun segera melihat ternyata anak menantunya tengah bercanda. Saat mendengar Imel mengaduh Mam Yuni pun segera menghampiri dan memukul tangan Bima.


Plak..


"Aww... Mama. Kok Bima di pukul?" Tanya Bima heran.


Tak hanya Bima, Imel pun heran mengapa Mama mertuanya memukul suaminya.


"Jangan macem-macem ya. Menantu Mama lagi hamil cucu Mama." Mama Yuni.


"Iya Ma. Ini ga Bima apa-apain kok." Bima.


"Awas ya. Ampe cucu sama menantu Mama kenapa-kenapa." Ancam Mama Yuni.


"Astaga! Iya Ma. Kan ini juga anaknya Bima." Ucap Bima mengusap perut Imel yang sudah semakin menonjol.


"Tenang Ma. Klo Mas Bima macem-macem Imel aduin sama Mama. Termasuk janji Mas kasih ijin buat Imel anter Nuta nih Ma. Masa katanya ga jadi di ijinin. Sebel.." Rajuk Imel.


"Eh,,,"


"Astaga Bima! Kamu ga ngerasain banget sih diem di rumah aja tuh stres tau ngga." Omel Mama Yuni.


"Ngga kok Ma. Bima kasih ijin. Tenang aja. Bisa akan jaga Imel. Pokoknya ga boleh nolak di kawal." Bima.


"Iih,,, tapi ga boleh deket-deket loh. Terus ga boleh keliatan lagi ngawal." Imel.


"Iya sayang. Kamu tenang aja mereka profesional kok. Buktinya kamu selama ini ga tau kan kalo kamu di kawal?" Bima.


"Oo,,, Pantes aja Mas selalu tau kemana aku pergi. Nakal ya." Imel.


"Demi keamanan kamu sayang." Bima.


"Eleh,,, demi keamanan Imel atau kamu Bim. Bilang aja kamu takut Imel di gondol cowok muda tampan dan kaya di luar sana." Ledek Mama Yuni.


"Mama..."


"Hahaha... Om-om takut kalah saing ya Ma." Imel.


"Betul." Mama Yuni.


"Astaga! Kalian. Ga apa-apa Om-om yang penting udah bikin kamu klepek-klepek." Bima.


"Mas Bimaaa....."


🌹🌹🌹

__ADS_1


__ADS_2