Cintaku Berlabuh Pada Om-om

Cintaku Berlabuh Pada Om-om
Manja


__ADS_3

Siang ini Bima akan kembali ke kota Y. Sejak pagi tadi Imel terus bergelayut manja pada Bima membuat Bima merasa berat meninggalkannya. Anya dan Lena mencoba mengalihkan perhatian Imel namun tetap Imel tak mau lepas dari Bima.


Seperti anak kecil yang akan di tinggalkan Imel terus menempel pada Bima. Bima pun membujuk Imel dengan segala bujukan. Sampai akhirnya Imel mau melepas Bima walau berat. Ibu Maryam mengatakan kita harus ikhlas ketika melepas pasangan kita untuk pergi.


Apalagi perginya Bima untuk mengais rejeki. Dan itu pula yang membuat Imel mau melepaskan Bima. Dengan menahan air matanya Imel mencoba mengikhlaskan kepulangan Bima.


"Mas telfon kalo udah sampai ya." Pamit Bima.


"Iya. Mas hati-hati." Imel.


"Iya sayang." Bima.


"Jaga mata sama hatinya ya Mas." Imel.


"Iya Sayang." Bima.


Bima pun pergi menjalankan mobilnya dengan kecepatan sedang. Imel melihat mobil Bima meninggalkan rumahnya hingga mobilnya tak terlihat lagi.


Setelah yakin mobil Bima pergi Imel masuk kedalam rumah bergelayut manja pada Ibu Maryam. Bersyukur Nita datang setelah di hubungi Anya untuk menemani Imel yang di tinggal Bima.


"Assalamu'alaikum..."


"Wa'alaikum salam..."


"Nitaa....." Teriak Imel.


"Astaga! Kenapa Lu?" Nita.


"Mas Bima pulang." Rengek Imel.


"Ya udah biarin aja. Kan cari uang buat Lu juga." Nita.


"Iya sih. Lu nginep di sini ya Nit." Pinta Imel.


"Iya. Tapi, besok lu anter gw ya." Nita.


"Kemana?" Imel.


"Fitting baju pengantin gw di butik M." Nita.


"Iiih,,, ko lu udah fitting baju sih?" Imel.


"Kan dua minggu lagi Mel. Kalo Lu kan bulan depan." Nita.


"Ya kan dua minggu lagi. Kenapa ga minggu depan aja?" Imel.


"Minggu besok kita ke kota C mana sempat lagi." Nita.

__ADS_1


"Lagian kalian nikah udah kaya apaan aja kejar-kejaran. Kenapa ga sekalian aja sih masal gitu berempat." Sambung Lena yang kebetulan lewat.


"Ga tau tuh Wulan sama Dini ngikut-ngikut aja. Eh, ni anak juga malah ikutan nikah juga." Nita.


"Ya gw mana tau tuh Om-om mau nikahin gw deket-deket ini." Imel.


"Gimana ga buru-buru tuh Om. Orang baru di tinggal bentar aja yang ini nangis ya secepatnya harus halal." Anya.


"Lebay sih Lu." Nita.


"Iih,,, Nita jahat. Terus nanti gimana coba kalo Mas gw ada yang goda." Imel.


"Dih, mana ada. Mas Lu itu udah kaya kutub utara dingin. Mana ada yang mau goda. Mau deket sebentar aja udah kedinginan duluan." Nita.


"Hahahaa...."


Anya dan Lena tertawa mendengar penuturan Nita. Sedangkan Imel melempar bantal sofa pada Nita.


"Ga ngerti deh. Kenapa juga Bima bisa sebucin itu sama kamu Dek?" Lena.


"Jangan lupakan adek kitanya yang juga bucin Len." Anya.


"Padahal dulu Bima itu paling anti cewek. Bahkan mantan pacarnya dulu ampe kesal bahkan selingkuh gara-gara Bima cuek nya ga ke tulungan." Jelas Lena.


"Jangan-jangan tu Om-om lu pelet lagi Mel." Nita.


"Beneran ga suka? Di ambil orang loh Dek." Goda Anya.


"Jangan! Kalo sekarang mah suka pake banget." Rengek Imel.


Obrolan mereka pun terhenti karena Ibu Maryam meminta mereka untuk mandi karena sudah sore. Imel dan Nita pergi ke kamar Imel. Mereka mandi saling bergantian. Setelah itu bukan keluar kamar mereka berdua berlanjut ngobrol.


Tak lupa keduanya melakukan panggilan video bersama Dini. Untuk Wulan mereka tak akan mengganggu karena Wulan tengah berbulan madu. Obrolan yang tak berfaedah pun terjadi diantara ke tiganya.


"Dimana adik kalian?" Ibu Maryam.


"Masih di atas Bu." Lena.


"Leli, coba panggil Nita sama Imel suruh mereka makan." Ibu Maryam.


"Iya Bu." Teh Leli.


Teh Leli pun pergi ke kamar Imel untuk memberitahukan mereka berdua untuk segera turun makan malam. Sesampainya di kamar Imel Teh Leli melihat Imel dan Nita tengah melakukan panggilan.


"Mba Imel kata Ibu makan." Bisik Teh Leli pada Imel.


"Oke Teh. Bentar Imel turun. Makasih Teh." Imel.

__ADS_1


Teh Leli pun kembali ke dapur melaporkan jika Imel dan Nita tengah melakukan panggilan telepon. Tak lama Imel dan Nita pun turun dengan ponsel di tangan Imel karena Bima belum menghubunginya.


"Ayo Nita makan." Ibu Maryam.


"Iya Bu. Maaf tadi kita video call sama Dini." Nita.


"Iya ga apa-apa asal jangan sama Wulan aja." Ibu Maryam.


"Tadinya sih mau sama dia juga Bu. Tapi, ga tega juga kita ganggu dia." Imel.


"Jangan jail Dek." Anya.


"Ngga dong Kak." Imel.


Mereka pun menikmati makan malam bersama dengan hangat. Juan dan Bagas sudah kembali bekerja. Juan sudah kembali terbang dan Bagas Kembali ke kota B untuk bekerja sedang Lena terpaksa tinggal.


Kebetulan anak-anak Bagas dan Lena libur sekolah. Membuat Lena bisa tinggal beberapa hari di kota M. Lena bisa membantu Anya mempersiapkan acara pernikahan adik perempuan suami-suami mereka.


Selesai makan malam mereka pun menikmati malam dengan bersantai di taman belakang. Dengan di temani beberapa camilan yang di buat Teh Leli dan minuman hangat. Karena udara malam cukup dingin.


"Bu, nanti Ibu ikut Imel ya kalo Imel udah nikah." Pinta Imel.


"Tidak sayang. Nikmati lah sebagai sepasang suami istri. Ibu tidak ingin mengganggu kalian." Ibu Maryam.


"Tapi, Ibu tidak menggangu." Imel.


"Tidak sayang. Kedua kakak mu saja tak ada yang Ibu temani maka kamu pun tidak ibu temani." Ibu Maryam.


"Tapi Bu.." Ucapan Imel terjeda.


"Nanti saja. Jika kamu memiliki anak Ibu akan datang berkunjung." Ibu Maryam.


"Ibu..." Imel.


Saat sedang asik berkumpul ponsel Imel berbunyi tanda panggilan masuk dan ternyata itu Bima. Imel pun segera beranjang dan masuk ke dalam kamar. Nita yang melihatnya hanya menggelengkan kepalanya.


"Maaf ya Nak Nita. Imel minta Nita menginap malah di cuekin." Ibu Maryam.


"Tidak apa Bu. Nanti Nita bisa susul ke kamar." Nita.


"Iya Bu. Sekarang biarkan saja dulu Imel. Kita berbincang saja dulu di sini menurunkan makanan yang tadi kita makan." Anya.


"Iya Bu. kak Anya benar." Lena.


Sementara Imel menerima panggilan dari Bima. Bima baru saja sampai di kota Y. Imel pun meminta melakukan panggilan video untuk memastikan Bima selama sampai di tujuan. Setelah itu barulah Imel percaya.


Obrolan mereka pun terus berlangsung hingga Nita masuk ke dalam kamar Imel dan dilihatnya Imel tengah duduk bersandar pada tempat tidur. Dengan ponsel yang menempel di telinganya.

__ADS_1


🌹🌹🌹


__ADS_2