Cintaku Berlabuh Pada Om-om

Cintaku Berlabuh Pada Om-om
Pembuatan Kolam


__ADS_3

Karena hari ini Bima sudah mulai bekerja kembali setelah sarapan Bima pun berpamitan pada Istri tercintanya juga pada Mama dan Papa nya. Tak lupa Bima menitipkan Imel pada orang tuanya seperti orang tua menitipkan anaknya saja.


Imel mengantarkan Bima hingga ke depan. Setelah di pastikan mobil Bima keluar dari halaman rumahnya Imel pun segera menuju ke taman belakang untuk melihat proses pembuatan kolam seperti yang diinginkannya. Papa Bambang dan Mama Yuni sudah lebih dulu berada di sana.


Melihat beberapa mobil pengangkut pasir dan yang lainnya memasuki rumah utama membuat Dini, Wulan dan Nita penasaran apa yang sedang terjadi di rumah utama dan membuat mereka melangkahkan kakinya menuju rumah utama.


Wulan sudah rapih dengan pakaiannya siap oergi ke kafe miliknya. Dini dan Nita dengan pakaian khas rumahan berjalan menuju rumah utama. Mereka saling pandang seolah mengartikan ada apa namun mereka pun tak mengerti.


"Pak, Oma lagi bikin apa?" Tanya Dini pada satpam yang menjaga rumah utama.


"Lagi bikin kolam Mba di belakang." Jawab Pak Satpam.


"Kolam?" Tanya ke tiganya.


"Iya. Mba Imel menambahkan kolam di taman Nyonya." Jawab Pak satpam lagi.


"Apa!" Wulan.


"Ih, apa sih Lan ngagetin deh lu." Dini.


"Ish... Oma tuh ga pernah bisa di ganggu segala urusan pertamanannya. Dan sekarang Oma kasih ijin Imel buat bikin kolam di sana." Wulan.


"Lu aja kali yang ga boleh. Soalnya Lu rese. Kalo Imel kan anaknya." Nita.


"Si alan lu. Bukan gw nyokap gw sama Tante Mel. Ga ada yang berani macem-macem sama taman Oma." Wulan.


"Iya sih. Gw denger juga dari Bunda." Dini.


"Bapak yakin bikin kolam di taman Oma?" Tanya Nita pada satpam lagi.


"Bener Mba-mba. Kalo kalian ga percaya silahkan lihat sendiri di belakang." Satpam.


Tanpa menjawab lagi mereka bertiga pun menuju taman milik Oma Yuni. Dan mereka berdiri tak jauh dari taman dan diam terpaku di sana. Wulan tak menyangka sama sekali Omanya begitu luluh pada Imel dengan mengijinkan Imel membuat kolam di tengah taman bunganya.


"Loh, Wu, Din, Ta. Ngapain kalian di situ? Sini ayo masuk." Ajak Imel ketika melihat ke tiga sahabatnya.


"Bikin apa?" Tanya Dini.


"Kolam ikan. Pasti lucu deh nanti." Jawab Imel antusias.


"Beneran Oma?" Wulan.

__ADS_1


"Bener dong." Jawab Oma Yuni yakin.


"Astaga! Keren nih Tante gw. Bisa luluhin Oma." Batin Wulan.


"Kamu mau ke kafe Wu?" Papa Bambang.


"Iya Opa." Wulan.


"Kok pagi banget Wu?" Imel.


"Iya ada kerjaan." Wulan.


"Terus lu ngapain sekarang disini?" Nita.


"Astaga! Ya udah ah Wulan pamit dulu. Bye semuanya. Assalamu'alaikum.." Pamit Wulan segera meluncur ke rumahnya.


Papa Bambang dan Mama Yuni hanya menggelengkan kepalanya saja melihat tingkah cucu pertamanya. Begitu juga dengan Imel, Dini dan Nita. Dini melupakan mual-mual nya dengan memperhatikan para pekerja yang tengah membuat kolam. Begitu juga dengan Nita yang melupakan pekerjaan rumahnya yang sebelum dirinya pergi ke rumah utama dirinya tengah menbuang sampah.


"Mel, Din. Gw pamit ya. Kerjaan gw belum kelar." Nita.


"Eh, iya Ta. Gw juga pamit pulang dulu ah mau mandi." Dini.


"Betul." Jawab Nita dan Dini bersamaan.


Imel menggelengkan kepalanya dengan kelakuan dua sahabatnya. Papa Bambang dan Mama Yuni tengah berbincang dengan pekerja yang sedang mengukur tempat untuk membuat gazebo.


Imel duduk di kursi yang tersedia tak jauh dari taman memperhatikan para pekerja yang lalu lalang kesana-kemari. Mama Yuni dan Papa Bambang pamit pergi ke dalam untuk beristirahat. Imel asik saja duduk sendiri dengan berbagai makanan dan minuman yang tersedia di atas meja tapi tak satupun di sentuhnya.


Setelah cukup terik para pekerja beristirahat sejenak untuk mengisi perut mereka dan Imel pun pergi ke kamarnya untuk menunaikan kewajibannya sebagai seorang muslim dan beristirahat sejenak sebelum makan siang. Imel merebahkan tubuhnya di atas tempat tidurnya setelah selesai menjalankan kewajibannya. Di lihatnya ponsel miliknya dan ternyata banyak panggilan dan pesan dari Bima.


Bukan bermaksud mengabaikannya tapi saking asiknya Imel melupakan ponselnya di kamar. Imel pun segera membalas chat dari Bima dan meminta maaf karena dirinya tak membawa ponsel saaf berada di taman. Bima pun segera menghubungi Imel begitu notifikasi pada ponselnya berbunyi.


Tok... Tok...


Terdengar suara ketukan di pintu kamarnya saat Imel akan mulai terbuai. Dengan malas Imel pun bangkit dan berjalan menuju pintu kamarnya. Dan saat dirinya membuka pintu kamar sudah ada bibi yang berdiri di depan pintu kamarnya.


"Iya. Kenapa Bi?" Imel.


"Mba sudah di tunggu makan siang sama Nyonya dan Tuan." Bibi.


"Owh! Iya Bi. Terima kasih. Imel segera turun." Imel.

__ADS_1


Setelah merapihkan diri Imel pun segera turun dan bergabung di meja makan bersama Papa dan Mama mertuanya.


"Sayang, ayo sini makan dulu setelah itu kamu istirahat saja tak perlu ke taman lagi." Ajak Mama Yuni begitu melihat Imel berjalan ke arahnya.


"Iya Ma." Imel.


"Jangan terlalu lelah nanti Bima marah. Setelah makan siang Papa sama Mama ada janji dengan teman kami jadi kamu kami tinggal tidak apa-apa?" Papa Bambang.


"Iya Pah. Setelah ini Imel istirahat. Tidak apa-apa Imel di sini juga banyak orang kok. Papa sama Mama lama?" Imel.


"Sepertinya begitu sayang. Papa sudah bilang pada Bima untuk pulang lebih cepat." Papa Bambang.


"Iya Pah." Imel.


Setelah menyelesaikan makan siang mereka. Papa Bambang dan Mama Yuni berpamitan pada Imel untuk pergi Imel pun mengantarkan mereka hingga ke depan. Setelah keduanya pergi Imel kembali masuk dan sejenak menonton televisi sebelum dirinya naik ke atas ke dalam kamarnya. Karena Imel tidak terbiasa tidur setelah makan.


Setelah bosan menonton Imel pun memutuskan untuk pergi ke taman sebentar sebelum tidur siang. Namun, saat di taman Imel begitu senang karena proses pembuatan kolam ikannya telah terlihat perubahannya walaupun belum seratus persen.


"Pak, apa hari ini akan selesai?" Imel.


"Tentu Mba. Tapi, kolamnya belum bisa di gunakan untuk ikan Mba." Pekerja.


"Loh, kenapa?" Imel.


"Iya harus ada uji air dulu Mba setelah yakin tidak ada kebocoran dan catnya tidak berbau lagi barulah kita bisa memasukkan ikannya Mba." Jelas pekerja.


"Owh! Begitu. Terus gazebonya kapan di buat?" Imel.


"Kan itu sedang di buat." Tunjuk pekerja.


"Astaga! Maksud saya kapan selesainya?" Imel.


"Mungkin besok Mba. Karena Tuan dan Nyonya menginginkan design yang lumayan sedikit banyak kerja." Pekerja.


"Baiklah. Lanjutkan saja ya Pak. Saya pamit ke dalam." Pamit Imel.


"Iya silahkan Mba. Nanti sore saja Mba lihat lagi setelah selesai." Pekerja.


"Baiklah."


🌹🌹🌹

__ADS_1


__ADS_2