Cintaku Berlabuh Pada Om-om

Cintaku Berlabuh Pada Om-om
Kolam Baru


__ADS_3

Sudah dua minggu pembuatan kolam ikan yang Imel inginkan. Hari ini kolam ikan tersebut sudah bisa di masuki ikan-ikan yang Imel inginkan. Imel pun meminta Bima untuk menemaninya membeli ikan-ikan yang dia mau dengan senang hati Bima mengantarkan Imel. Dan disinilah mereka sekarang di tempat penjual Ikan.


"Pak, apa ikan ini bisa di masukan ke dalam kolam bersama ikan itu?" Tanya Imel pada penjual Ikan.


"Bisa Mba. Apa mau yang ini juga?" Penjual Ikan.


"Iya Pak." Imel.


Setelah memilih beberapa ikan Imel pun menyudahinya tak lupa juga Imel membeli pakan ikannya. Bima tak ikut campur dalam pemilihan ikan semua di serahkan pada Imel. Setelah sampai di rumah tukang kebun Mama Yuni membantu Bima memasukan semua ikan yang di beli Imel ke dalam kolam.


"Wah, cantik-cantik sekali." Puji Mama Yuni melihat ikan-ikan yang di beli Imel.


"Terima kasih Ma." Imel.


"Eh,"


"Hahahahaa...."


"Sayang, Mas pamit ke kantor ya." Pamit Bima setelah mengantarkan Imel membeli ikan.


"Oke. Mas hati-hati ya. Maaf Mas jadi telah ke kantor gara-gara mengantarkan Imel dulu." Imel.


"Tak apa sayang. Tak ada yang berani pecat Mas. Kamu lebih penting sayang." Bima.


"Makasih Mas." Imel.


"Sama-sama. Mas berangkat ya." Pamit Bima sekali lagi.


"Oke.". Imel.


Bima pun pergi melangkahkan kakinya menuju mobilnya di ikuti Imel yang akan mengantarkannya hingga ke depan. Setelah mobil Bima pergi Imel berniat kembali ke taman dimana ikan-ikannya berada. Namun, langkahnya terhenti ketika mendengar ada yang memanggilnya.


"Imel..."


Imel menghentikan langkahnya dan menoleh ke arah sumber suara.


"Hai Nit. Ada apa?" Imel.


"Gw positif."


Deg...


"Wah, selamat sayangku." Ucap Imel kemudian memeluk Nita sahabatnya dari kecil.


"Makasih Mel. Semoga Lu cepet nyusul ya Mel." Nita.


"Aamiin.." Imel.


"Mas Heru sudah tau?" Tanya Imel kemudian.


"Belum. Ini gw mau ke kantornya kasih surprise buat dia." Nita.

__ADS_1


"Lu udah konfirmasi kalo Suami Lu ada di kantor?" Imel.


"Udah. Gw udah tanya sama Dodit." Nita.


"Ya udah. Lu hati-hati ya." Imel.


"Oke. Gw pamit ya. Bye..." Nita.


Imel hanya mengangguk dan melambaikan tangannya tanpa ingin menjawab apapun. Tanpa terasa air matanya menetes di pipi mulusnya. Imel benar-benar takut jika dirinya tak bisa hamil. Karena ke tiga sahabatnya begitu cepat hamil setelah menikah tanpa Imel sadar jika pernikahannya saja belum genap satu bulan. Imel kembali melangkahkan kakinya menuju kolam ikannya. Setidaknya ikan-ikannya bisa sedikit melupakan masalahnya.


Mama Yuni yang tengah membaca di gazebo melihat Imel yang sudah kembali namun terlihat murung. Mama Yuni terus memperhatikan menantunya yang tak seantusias tadi. Mama Yuni tak tau jika Nita baru saja datang menemui menantunya. Mama Yuni melambaikan tangannya memanggil salah satu tukang kebunnya.


"Ada apa dengan menantu saya?" Tanya Mama Yuni pada tukang kebunnya.


"Saya tidak tau Nyonya. Tapi, tadi selepas Mas Bima pergi ada sahabatnya Mba Imel. Yang rumah ya di samping itu." Jelas tukang kebun.


"Nita? Istrinya Heru?" Mama Yuni.


"Iya Nyonya." Tukang kebun.


"Ya sudah terima kasih. Kamu kembali kerja." Mama Yuni.


"Baik Nyonya. Permisi." Pamit tukang kebun.


Mama Yuni menyimpan ponselnya kemudian melangkah mendekati menantu kesayangannya.


"Apa ikan-ikan ini tidak di beri makan Mel? Sepertinya mereka lapar." Mama Yuni.


"Eh, Ma. Ada apa?" Imel.


"Mama yang seharusnya bertanya ada apa sayang. Sejak tadi Mama ajak bicara kamu hanya diam saja melihat ikan-ikan ini." Mama Yuni.


"Eh, iya. Maaf Ma. Imel melamun melihat ikan-ikan ini begitu senang berenang di sini. Mungkin mereka sudah jenuh ya Ma karena tinggal di dalam aquarium kemarin hehehee..." Jawab Imel asal.


Mama Yuni tersenyum mengusap punggung Imel. Mama Yuni tau bukan itu yang tengah di fikirkan menantunya. Keduanya saling berpelukan melihat ikan-ikan yang hilir mudik kesana-kemari menikmati luasnya kolam.


"Ma, apa kita perlu tambahin ikannya ngga ya?" Imel.


"Hm... Boleh juga. Sepertinya kolam ini juga masih cukup luas." Mama Yuni.


"Kira-kira ikan apa lagi ya Ma yang cantik-cantik?" Imel.


"Nanti kita cari lagi sama-sama ya." Mama Yuni.


"Siap Ma." Imel.


Sejenak Imel kembali melupakan tentang kehamilan para sahabatnya. Mama Yuni terus mengalihkan fikiran Imel dengan terus mengajaknya berbincang mengenai ikan-ikan yang di sukai Imel.


"Kalian asik banget sih." Sapa Saras Mami Wulan.


"Hai sayang, Apa kabar mu?" Jawab Mama Yuni.

__ADS_1


"Baik Ma. Kolam baru?" Saras.


"Iya Kak. Kakak sendiri?" Imel.


"Iya. Tadi abis arisan kebetulan lewat sini jadi mampir dulu." Saras.


"Kapan datang Ras?" Tanya Mama Yuni karena Saras ikut suaminya ke luar kota beberapa hari lalu.


"Kemarin sore Ma. Ini ada oleh-oleh buat Mama sama Imel." Saras.


"Wah,, makasih ya sayang." Mama Yuni.


"Sama-sama Ma. Dek, nanti ikut kan ke acaranya Tante Mira?" Saras.


"Ngga Kak. Mas Bima ajak Imel ke acara lain. Mungkin Mama sama Papa saja." Imel.


"Loh, kok gitu?" Saras.


"Katanya Bima ada klien pentingnya ngajak makan malam jadi terpaksa ke tempat Tante Mira besoknya saja." Mama Yuni.


"Astaga! Kebiasaan deh Bima." Saras.


"Imel juga udah bilang kok Kak." Imel.


"Huh! Ga akan bisa Mel." Saras.


Mereka pun asik berbincang hingga jam makan siang tiba. Bibi menghentikan obrolan mereka dengan memberitahukan jika makan siang sudah siap dan Papa Bambang sudah menunggu di meja makan. Akhirnya mereka bertiga pun masuk ke dalam dan bergabung bersama Papa Bambang menikmati makan siang.


Saras berpamitan setelah menyelesaikan makan siangnya karena ada hal yang harus di urusnya. Imel dan Mama Yuni mengantarkannya hingga ke dalam sementara Papa Bambang duduk santai di ruang utama menonton acara televisi.


"Mel, kamu ga bosen di rumah?" Tanya Papa Bambang setelah Imel dan Mama Yuni kembali masuk.


"Hm.. Kenapa Pah?" Imel.


"Papa jadi kasian sama kamu. Sepanjang hari di rumah terus sementara Bima bekerja." Papa Bambang.


"Ga apa-apa Pah. Klo Mas Bima kan kerja jadi wajar jika seharian pergi. Imel juga belum ada kefikiran buat pergi Pah. Mau ke salon dua hari yang lalu Imel sama Mama ke salon." Imel.


"Papa cuma takut kamu bosan terus nyesel nikah sama anak Papa karena kamu cuma di kurung di rumah." Papa Bambang.


"Ceh, Papa emang Imel burung pake di kurung." Mama Yuni.


"Imel ga apa-apa kok Pah." Imel.


"Lusa ikut kita ke luar kota saja." Ajak Papa Bambang.


"Ngga usah Pah. Kalo Papa sama Mama pergi Imel bakal ikut Mas Bima ke kantor klo Imel bosan di rumah." Imel.


"Yakin?" Mama Yuni.


"Yakin dong Ma." Imel.

__ADS_1


🌹🌹🌹


__ADS_2