Cintaku Berlabuh Pada Om-om

Cintaku Berlabuh Pada Om-om
Athar Sakit 2


__ADS_3

Sepulang dari supermarket Mama Yuni melihat Intan tengah menggendong Athar dan mengayun-ayunkan Athar hingga Athar terbuai dalam gendongannya. Mama Yuni pun langsung panik dan turun dari mobil tergesa.


"Astaga! Imel dimana Ibumu? Kenapa kamu menggendong Athar?" Tanya Mama Yuni.


"Saya di sini Mba. Athar terus menangis minta di gendong Imel. Saya tidak bisa berbuat apa-apa hanya bisa berdo'a semoga semua baik-baik saja." Jawab Ibu Maryam yang sama paniknya dengan Mama Yuni.


"Bu, Ma. Kalian tenang saja. Imel dan baby ngga apa-apa. Mas Athar sedang ingin di gendong Maminya juga adik mengerti." Jawab Imel santai.


"Astaga Melll... Mama telfon Bima agar segera pulang. Mama ga bisa liat kamu begini." Ucap Mama Yuni panik.


"Bima sudah dalam perjalanan Mba. Saya sudah menghubunginya. Mungkin beberapa menit lagi sampai." Ibu Maryam.


"Hah... Syukurlah."


"Mas Athar sayang,,, kesayangannya Oma. Yuk Oma gendong Nak. Oma kangen deh sama Mas Athar.." Bujuk Mama Yuni agar Athar mau lepas dari gendongan Imel.


"Huaaa..... Mi.... Huaaa... Mami..."


Tangis Athar pun kembali pecah.


"Sssttt... Iya-iya sayang... Ini Mami masih gendong Mas Athar. Mas Athar yang tenang ya di gendongan Mami. Kasian nih adik nanti sesak terhimpis Mas Athar." Ucap Imel menenangkan Athar.


Athar pun kembali tenang dalam gendongan Imel. Tangannya melingkar memeluk leher Imel. Ibu Maryam terus memperhatikan pintu masuk berharap Bima segera datang. Begitu juga dengan Mama Yuni yang terus mondar-mandir menunggu kedatangan Bima. Semua begitu khawatir dengan keadaan Imel dan bayinya karena kehamilan Imel sekarang begitu rentan. Tak berapa lama Bima datang dan melihat Imel tengah menggendong Athar.


Bima masuk ke dalam rumah terlebih dahulu dan memasuki kamarnya untuk berganti pakaian. Setelah siap Bima langsung menemui Athar dan langsung membujuk Athar agar mau berpindah ke dalam gendongannya. Cukup alot hingga akhirnya Athar mau tidur berbaring dengan memeluk imel.


Athar benar-benar ingin bersama Imel membuat Bima memutar otak keras bagaimana cara membujuk Athar. Bukan ingin memisahkan haya saja Bima, Ibu Maryam dan Mama Yuni tak tega melihat Imel menggendong Athar dengan perutnya yang membuncit.


"Mas Athar sayang. Mas Athar sama Enin ya? Biar Mami makan malam dulu." Bujuk Ibu Maryam.


"No! Huaaaa.... No... Mami..." Teriak Athar kemudian menangis.


"Tapi, kasian Mami sama adik lapar sayang. Mas Athar juga kan harus makan. Mas Athar makan di suapi Enin ya." Bujun Ibu Maryam lagi.


"No,,, Mami..." Ucap Athar di sela tangisnya.


"Sayang,, kenapa Mas Athar menangis kuat hm??" Tanya Bima yang baru saja datang dari kamarnya setelah menunaikan ibadah.

__ADS_1


"Enin bujuk Mas Athar buat makan sama Enin. Supaya Mami bisa makan juga tapi Mas Athar ga mau." Jawab Ibu Maryam.


"Owh! Begitu. Kenapa Mas Athar tidak jawab pelan saja sayang. Jika Mas Athar tidak mau cukup bilang tidak mau Nin begitu ya sayang." Bima.


Athar hanya menganggukkan kepalanya sebagai jawaban dari pernyataan Bima.


"Mas Athar mau makan bersama Mami?" Bima.


"Yes Papi." Athar.


"Baiklah." Bima.


"Biar ibu ambilkan makanan untuk kalian." Ibu Maryam.


"Terima kasih Bu." Bima.


Ibu Maryam pun keluar untuk mengambil makan malam untuk anak menantu dan cucunya. Imel hanya diam memeluk Athar. Imel merasa tenaganya sudah cukup terkuras untuk membujuk Athar sejak tadi pagi. Bima merasa kasian melihat Imel yang begitu kelelahan.


Setelah makanan datang Imel menyuapi Athar dan Bima menyuapi Imel. Karena jika tidak seperti itu Imel akan kesulitan untuk makan. Setelah makan Athar meminum obatnya kembali. Kemudian Athar tertidur setelah meminum obatnya. Karena tidak tega pada Athar Bima dan Imel pun tidur bersama dengan Athar.


"Apa masih demam?" Tanya Mama Yuni.


"Tidak apa-apa?" Mama Yuni.


"Tidak Ma. Adik baik sekali menemani Mas nya yang sedang sakit." Jawab Imel sambil mengusap perutnya.


"Baiklah. Kalo ada apa-apa Mama sama Ibu di kamar sebelah ya." Mama Yuni.


"Iya Mah." Imel.


Mama Yuni pun keluar dari kamar Athar. Kemudian Bima menghampiri Imel setelah membersihkan dirinya.


"Sini sayang biar Mas pijitin. Kamu pasti capek kan." Bima.


"Makasih Mas." Imel.


Saat kakinya di pijit Imel tertidur membuat Bima menyunggingkan senyumannya. Bima begitu bangga terhadap Imel yang begitu sabar Imel menghadapi Athar yang sedang sakit. Selama menikah dengan Imel Bima hampir tidak pernah melihat Imel marah-marah. Paling hanya merajuk sedikit. Dengan begitu saja Bima sudah kelimpungan membujuk Imel apalagi sampai Imel marah. Entah apa yang harus di lakukannya.

__ADS_1


Pagi hari Athar terbangun dengan ceria karena saat membuka matanya Athar melihat kedua orangtuanya di samping kiri dan kanannya. Athar membangunkan Bima dan meminta mandi dengan membiarkan Imel tertidur. Athar menyimpan jari telunjuknya di depan bibirnya.


"Morning sayang.." Bima.


"Papi janan bisik. Mas au mandi sama papi." Athar.


"Oke." Jawab Bima berbisik.


Keduanya pun masuk kedalam mandi dan bukan hanya mandi mereka pun main sabun bersama. Saat Bima dan Athar mandi Imel membuka matanya dan tak melihat suami dan anaknya. Akan tetapi Imel mendengar senda gurau dari dalam kamar mandi yang sudah bisa di pastikan itu suami dan anaknya.


Imel bangun dari tidurnya kemudian masuk kedalam kamarnya untuk menbersihkan diri. Saat di luar Imel berpapasan dengan Mama Yuni dan Ibu Maryam.


"Bagaimana Athar Mel?" Mama Yuni.


"Alhamdulillah sudah membaik Ma. Sekarang Athar sedang mandi bersama Papi nya." Imel.


"Syukurlah." Mama Yuni.


"Pagi ini kamu mau sarapan apa Nak?" Ibu Maryam.


"Apa saja Bu. Adik juga sedang tidak rewel mau makan apa saja." Imel.


"Baiklah. Mandi saja dulu biar kami buatkan sarapan." Mama Yuni.


"Iya Ma. Terima kasih." Imel.


Imel pun memasuki kamarnya untuk membersihkan dirinya sedang Ibu dan Mama mertuanya menuju dapur bergabung bersama dengan Bi Imah. Mereka bertiga begitu kompak meracih beberapa menu masakan untuk sarapan pagi. Seperti yang sudah di rancang mereka pun asik pada bagiannya masing-masing.


Setelah selesai mandi Imel kembali menuju kamar Athar membawakan pakaian untuk Bima. Namun, saat Imel kembali ke kamar Atahr di dalam kamar mandi Bima dan Athar belum juga menyelesaikan mandinya. Membuat Imel menggelengkan kepalanya. Imel mengetuk pintu kamar mandi agar mereka sadar jika mereka sudah terlalu lama mandi.


"Tok... Tok..."


"Mas Bima, Mas Athar... Kalian belum selesai juga?" Teriak Imel dari luar kamar mandi.


"Sebentar lagi Mami." Bima.


"Ayo cepat. Nanti masuk angin."

__ADS_1


🌹🌹🌹


__ADS_2