Cintaku Berlabuh Pada Om-om

Cintaku Berlabuh Pada Om-om
Jalan-jalan


__ADS_3

Rencana pembuatan kolam ikan pun segera di realisasikan oleh Papa Bambang dan Bima. Mereka saling merangkul agar Imel tak terlalu memikirkan tentang hamil. Mama Yuni pun merelakan tamannya yang akan berkurang luasnya karena pembuatan kolam ikan keinginan Imel.


Karena dengan adanya kolam ikan seperti yang di usulkan Imel mungkin saja tamannya akan lebih hidup lagi. Mama Yuni pun menambahkan usulan untuk di buatkan gazebo di dekat kolam agar bisa menikmati ikan-ikan di dalam kolam juga tanaman-tanaman miliknya.


Karena hari ini Bima masih libur maka dirinya bisa menemui designer nya untuk pembuatan kolam dan gazebo. Imel dan Mama Yuni terlihat sangat antusias mendengarkan penjelasan dari designernya. Dan pembuatan kolam dan gazebo akan di realisasikan besok harinya membuat Imel merasa tak sabar melihat hasilnya.


"Mas nanti kita belanja ikan-ikannya ya." Ajak Imel.


"Iya sayang. Jenis ikan semuanya terserah kamu seperti tanaman-tanaman ini semua Mama yang memutuskan tanaman apa yang akan masuk ke dalam taman ini. Begitupun ikan-ikan nanti kamu yang akan memilihnya sayang." Bima.


"Makasih Mas, Mah, Pah." Imel.


"Sama-sama sayang." Mama Yuni.


"Karena kolamnya baru besok proses pembuatannya bagaimana kalau hari ini kita jalan ke puncak Pah?" Ajak Mama Yuni.


"Boleh. Bagaimana Bim?" Papa Bambang.


"Kamu mau pergi Sayang?" Bima.


"Hm.. Mau.." Imel.


"Baiklah. Ayo kita pergi sekarang." Mama Yuni.


Mereka pun bersiap masuk untuk berjalan-jalan ke puncak. Karena besok Bima sudah mulai bekerja lagi akhirnya mereka pun memutuskan untuk tidak menginap. Karena perginya tidak menginap membuat Papa Bambang memutuskan mereka pergi menggunakan supir.


Mereka pergi menggunakan mobil yang sama. Im tertidur dalam pelukan Bima sepanjang perjalanan begitu juga dengan Mama Yuni yang tertidur bersandar di bahu Papa Bambang. Sampai di puncak Papa Bambang dan Bima membangunkan istri masing-masing.


"Hm... Sudah sampai ya Mas?" Imel.


"Iya. Ayo kita turun." Ajak Bima.


Sama halnya dengan Mama Yuni yang baru saja bangun seperti Imel terlihat masih belum bangun sempurna. Mama Yuni dan Imel berpegangan kepada suami masing-masing. Papa Bambang mengajak mereka semua untuk makan siang terlebih dahulu begitu juga dengan supir mereka. Hanya saja supir mereka lebih memilih makan di meja terpisah.


Setelah menikmati makan siang Mereka menikmati beberapa wisata yang berada di sana. Mama Yuni dan Imel bagaikan anak gadis yang tengah bermain. Mama Yuni yang berjiwa muda tak kalah dengan Imel yang memang masih muda. Imel begitu mengagumi mama mertuanya yang masih bersemangat di usianya sekarang.

__ADS_1


Mama Yuni memang menikah muda saat baru saja lulus sekolah tak lama setelah menikah Mama Yuni memiliki Saras ibu Wulan. Dan kemudian dua tahun kemudian lahir Melati dan setelah melahirkan Melati ibu dari Dodit Mama Yuni memilih menggunakan alat kontrasepsi karena ingin menyelesaikan kuliahnya.


Dan lahirlah Bima setelah Saras dan Melati besar. Karena saat itu Mama Yuni fikir dirinya tak akan memiliki anak lagi karena Saras dan Melati sudah besar namun nyatanya salah. Karena usianya masih muda dan Mama Yuni pun kembali hamil Bima. Oleh karena itu, Bima berjarak jauh dengan Saras dan Melati kakaknya.


"Mas, Imel mau kaya Mama deh kalo udah tua nanti." Imel.


"Kenapa?" Bima.


"Mama masih cantik dan bersemangat walau usianya sudah tak muda lagi. Bahkan Mama sudah memiliki cucu dan hampir memiliki cicit." Imel.


"Kamu juga bisa seperti Mama sayang. Dan satu yang perlu kamu ingat. Seperti apapun kamu nantinya Mas akan tetap mencintai dan menyayangi kamu." Bima.


"Gombal." Imel.


"Bukan gombal sayang. Itu jujur dari dalam hati Mas." Bima.


"Love you Om." Imel.


"Hm..." Bima.


Malam hari mereka pun kembali ke rumah. Seperti saat pergi tadi Mama Yuni dan Imel kembali tertidur di mobil. Kali ini Papa Bambang ikut tertidur juga menyisakan Bima dan pak supir. Bima pun mengajak pak supir berbincang agar tidak mengantuk.


Sampai di rumah Bima membangunkan Papanya perlahan kemudian Papa Bambang membangunkan Mama Yuni dan menggandengnya masuk karena tidak memungkinkan Papa Bambang mengangkat Mama Yuni karena Papa Bambang ingat akan umurnya. Sementara Bima dengan entengnya mengangkat tubuh Imel hingga ke kamarnya.


Sampai di kamar Bima membaringkan Imel perlahan setelah yakin Imel nyaman Bima pun segera masuk kedalam kamar mandi dan membersihkan dirinya. Mendengar suara gemericik air Imel pun membuka matanya dan melihat sekitar ternyata dirinya sudah berada di kamar. Imel bangkit dan berjalan menuju kamar mandi di ketuknya pintu kamar mandi.


"Mas, buka." Pinta Imel.


Bima yang mendengar ketukan di pintu kamar mandi pun segera membukanya dan dilihatnya Imel tengah berdiri di depan pintu kamar mandi.


"Loh, sayang kamu bangun?" Bima.


"Hm.. Imel mau mandi juga Mas." Rengek Imel.


"Ayo mandi bersama tapi jangan lama-lama ya nanti masuk angin." Bima.

__ADS_1


Imel hanya menjawabnya dengan anggukan. Bima membantu Imel membuka pakaiannya dan Imel hanya pasrah dengan perlakuan Bima. Bima pun hanya benar-benar membantu Imel membuka pakaiannya dan membantu Imel mandi.


"Sini sayang kita bobo lagi." Ajak Bima setelah mereka menyelesaikan mandi dan menggunakan pakaiannya.


Imel memoleskan skincarenya terlebih dahulu sebelum dirinya naik ke atas tempat tidur. Imel memeluk pinggang Bima dari samping dan Bima pun membalas pelukannya erat. Tak lupa Bima pun mendaratkan bibirnya di pelipis Imel.


"Sayang, besok Mas sudah mulai bekerja lagi. Kamu ga apa-apa Mas tinggal?" Bima.


"Tidak apa-apa Mas. Kan masih ada Mama dan Papa. Lagi pula besok ada yang akan membuat kolam dan gazebo." Imel.


"Nanti kamu hanya perlu melihat saja ya. Tidak perlu ikut repot." Bima.


"Iya Mas." Imel.


"Ya sudah ayo kita tidur." Ajak Bima.


"Mas," Imel.


"Kenapa?" Bima.


"Ga apa-apa. Mau peluk aja." Imel.


"Dengan senang hati sayang." Bima.


Mereka berdua pun tertidur dengan saling berpelukan. Pagi hari Imel terbangun dan sudah tak ada Bima di sampingnya. Imel bangun dan melihat di kamar mandi tak ada siapapun. Imel pun membersihkan dirinya kemudian mencari Bima keluar dan ternyata Biam tengah berolah raga di ruang olahraga bersama Papa Bambang.


"Pagi Mah.." Sapa Imel melihat Mama Yuni di dapur.


"Pagi sayang." Mama Yuni.


"Ada yang bisa Imel bantu Mah." Imel.


"Apapun yang mau kamu kerjakan silahkan sayang. Tidak pun sudah ada bibi yang mengerjakannya." Mama Yuni.


"Oke Mah." Imel.

__ADS_1


🌹🌹🌹


__ADS_2