
Wulan, Imel dan Nita berpamitan pergi ke rumah Dini dan berencana menginap di sana. Kamar yang semula di gunakan Nita dan Imel di gunakan Bima. Dengan sedikit drama perpisahan padahal hanya sebentar saja esok pun bertemu lagi.
Wulan, Nita dan Imel segera menuju kamar Dini dan membuat heboh di sana. Mereka berempat benar-benar memanfaatkan waktu mereka yang hanya sebentar. Mereka berusaha ada untuk sahabat mereka.
Karena Mereka berempat sama-sama jauh dari keluarga yang membuat mereka harus saling menguatkan bukan saling menjatuhkan.
Tiba hari paling dinanti oleh Dini dan Dodit. Dini telah di rias oleh MUA profesional. Begitu juga dengan Nita, Imel dan Wulan. Semua keluarga Dodit sudah berkumpul di rumah Dini. Dodit sudah duduk di hadapan Ayah Dini.
Setelah kata SAH menggema Dini pun kelhar dari ruangan di apit oleh Nita dan Imel. Sementara Wulan mengekor di belakang mereka. Dodit begitu terpesona melihat Dini yang begitu cantik pagi itu.
Begitupun denga Dini yang begitu kagum melihat Dodit yang begitu gagah dengan balutan tuksedo yang senada dengan gaunnya. Rangkaian demi rangkaian acara satu persatu usai di laksanakan.
Sore hari satu persatu tamu undangan dan kerabat meninggalkan hotel tempat Dini mengadakan acara. Acara yang di gelas secara mewah mengingat Dodit hanya putra satu-satunya.
"Mel, bagaimana persiapan lancar?" Saras.
"Alhamdulillah Kak. Sejauh ini masih lancar." Imel.
"Syukurlah. Saat pernikahan Nita nanti kita ngga bisa datang sepertinya." Saras.
"Iya Kak. Ga apa-apa. Mas Bima juga ada acara. Do'akan saja acaranya Nita lancar." Imel.
"Aamiin." Saras.
"Mel, kami pulang kamu tidak apa-apa di tinggal Bima lagi?" Mama Yuni.
"Ngga apa-apa Ma. Kan perginya sama Mama Papa juga." Imel.
"Iya Nak. Sabar ya." Papa Bambang.
"Iya Pa."
Keluarga Bima termasuk Bima pun berpamitan pada Dini dan keluarganya. Begitupun dengan Imel dan Nita. Heru ikut terboyong pulang karena sebelumnya Heru bersama Dodit. Heru memang sudah tak canggung lagi dengan keluarga Dodit karena mereka bersahabat sejak sekolah.
__ADS_1
"Ta, kita pamit juga yuk." Ajak Imel pada Nita.
"Ya udah gas lah." Nita.
Karena Wulan sudah ikut terboyong Keluarganya Imel dan Nita pun berpamitan pada Dini dan Dodit. Imel, Nita dan Dini berpisah dengan sedikit drama sedih-sedihan ala mereka.
Imel menjalankan mobilnya dengan kecepatan sedang menuju kota M. Sebelum mobilnya di lajukan menuju rumahnya Imel mengarahkan mobilnya menuju rumah Nita terlebih dahulu. Karena sampai di rumah Nita malam Imel pun memutuskan menginap di rumah Nita setelah Nita dan keluarganya membujuk.
Mama Nita khawatir Imel pulang terlalu malam sendiri walaupun Imel sudah terbiasa dan rumah mereka berdekatan. Tetap saja Mama Nita khawatir. Pasalnya mereka berdua adalah calon pengantin. Menurut orang tua pamali jika mereka berkeliaran mendekati hari pernikahan.
"Halo sayang?" Sapa Bima begitu panggilannya terhubung dengan Imel setelah sekian puluh kali di hubungi tak menjawab.
"Iya Mas. Maaf ini baru selesai makan malam sama keluarga Nita. Imel belum sempat cerita kalo Imel tidur di rumah Nita. Tadi sedikit macet di jalan jadi terlambat sampai rumah." Jelas Imel panjang lebar.
"Hah! Syukurlah sayang. Mas udah panik. Hampir Mas balik lagi ke sana gara-gara kamu ga jawab panggilan Mas." Bima.
"Iya maaf ya Mas. Ponsel Imel low jadi Imel putuskan untuk mencharge dulu baru menghubungi Mas." Imel.
"Iya Mas. Hati-hati di jalan ya. Jangan lupa berdo'a. Mas cuma berdua sama Steve?" Imel.
"Iya sayang. Mungkin setelah ini Mas mau ambil cuti saja persiapan menikah." Bima.
"Ceh, cuti ga cuti juga perusahaan sendiri." Imel.
"Ya kan biar enak aja prosedur nya sayang." Bima.
"Iya. Jangan genit nanti di sana ya Mas. Jaga mata dan hati Mas." Imel.
"Tentu sayang. Pandangan Mas hanya tertuju sama kamu sayang. Hati Mas juga sudah luber nama kamu." Gombal Bima.
"Mas iih, gombal. Ya udah Mas istirahat. Besok kabarin ya kalo mau pergi. Mel juga nanti kabarin kalo mau pulang." Imel mengakhiri panggilan telfonnya.
Terlihat Nita masih asik berbincang bersama Heru. Terbersit ide jail di otaknya. Imel pun merangsek mendekati Nita yang tengah berbaring sambil ponselnya menempel di telinganya.
__ADS_1
"Ya ampun Ta. Telfonan kok ampe basah gitu sih celana." Imel.
"Astaga! ****** lu Mel." Umpat Nita.
"Istighfar Ta istighfar ya Allah, sabar Ta pernikahan kalian udah deket kok." Oceh Imel lagi.
"Dasar temen luknut Lu. Pergi sana." Usir Nita.
"Dih, ngusir ntar kangen lagi lu sama gw." Imel.
"Dih, PD." Nita.
"Mas Heru Nita terlope-lope tuh." Oceh Imel lagi.
"Udah tau dia ga perlu lu kasih tau sana iiih ganggu aja lu." Usir Nita lagi.
"Lah, gw kan mau bobo chantik di sini. Lu aja yang pindah sana telfonannya. Di kamar mandi sana sekaian cuci-cuci." Goda Imel lagi.
Nita pun sudah tak perduli lagi dengan ocehan Imel. Dirinya melanjutkan obrolannya dengan Heru. Nita dan Heru di satukan oleh orang tua Heru yang lebih dulu mengenal Nita. Ayah Heru di selamatkan oleh Nita ketika dirinya akan di begal.
Dan saat menerima undangan makan malam dari Ayah dan Ibu Heru Nita tak menyangka jika mereka adalah orang tua Heru yang dia kenal sebagai sahabat Dodit kekasih Dini. Dari situlah mereka mulai lebih dekat lagi.
Heru mengagumi Nita dari cerita yang di sampaikan Ayahnya. Dan usut punya usut ternyata Imel, Nita dan Dini memiliki ilmu beladiri. Wulan pun ikut berlatih sedikit setelah mengenal ketiganya. Apalagi Imel pernah terdaftar sebagai atlet taekwondo.
Hanya saja Imel tak melanjutkannya karena aktivitasnya sebagai mahasiswa kedokteran. Namun namanya begitu terkenal di kalangan atlet taekwondo. Karena Imel beberapa kali menyabet emas mengharumkan nama bangsa.
Namun, Imel selalu santai dengan segala kerendahannya. Pernah di istimewakan saat memasuki restoran karena pemiliknya mengenal Imel sebagai atlet. Bahkan Imel beberapa kali menolongnya.
Namun Imel menolaknya. Menurut Imel dirinya sama saja dengan pelanggan yang lainnya. Dan saat pemilik restoran itu menggratiskan makanan yang sudah di pesannya Imel dengan memaksa memberikan sejumlah uang untuk membayarnya.
Begitu lah Imel yang terlalu cuek dengan sekitar. Tak jarang para sahabatnya selalu mengingatkan dia agar tak terlalu cuek. Terutama untuk kepentingan dirinya sendiri. Mungkin karena Imel terlahir sebagai perempuan sendiri.
🌹🌹🌹
__ADS_1