Cintaku Berlabuh Pada Om-om

Cintaku Berlabuh Pada Om-om
Selamat Datang Baby Gilang Putra Mahendra


__ADS_3

Hari ini semua berkumpul di rumah Wulan dan Juan untuk menyambut kedatangan Wulan dan bayinya. Imel pun kali ini ikut hadir walau keadaannya begitu lemas karena tak banyak makanan masuk karena mual yang di alaminya. Tak ingin mengecewakan sahabatnya lagi Imel pun ikut hadir walaupun dengan tak rela karena bayi Wulan akan memanggilnya dengan sebutan Oma.


"Lu baik-baik aja Mel?" Nita.


"Masih aman Ta." Imel.


"Jangan di paksa. Kita ngerti kok." Dini.


"Tenang. Gw aman kok." Jawab Imel walaupun rasa mual terus menderanya.


Wulan pun datang bersama Saras dan Mama Juna. Dengan baby boy dalam gendongan Mama Juna. Wulan di papah oleh Mami Saras dan di ikuti Juna di belakangnya. Sementara Papa Juna dan Papi Yoga menggunakan mobil yang berbeda.


Trio bumil menyambut kedatangan Mama muda dengan suka cita. Walaupun bibirnya terus menyunggingkan senyumannya akan tetapi raut pucatnya tak mampu di tutupi. Wulan segera memeluk Tante sekaligus sahabatnya itu. Imel pun menyambutnya dengan hangat.


"Selamat ya Sayangkuh." Imel.


"Terima kasih Tante." Wulan.


"Mel, kamu baik-baik saja?" Saras.


"Baik Kak." Jawab Imel lemah.


Saras memberi kode pada Bima yang kebetulan bersitatap dengannya untuk segera menghampiri Imel yang telah nampak semakin memucat. Begitupun dengan Oma Yuni dan Melati. Seolah mengerti tatapan Saras Bima pun segera menghampiri Imel dan benar saja. Jika tak ada Bima di belakangnya sudah bisa di pastikan Imel akan ambruk.


Syukurlah Bima dengan sigap menopang tubuh Imel yang terkulai lemas walaupun masih dengan kesadaran yang penuh. Bima langsung menggendong Imel ke kamar tamu yang sudah di sediakan oleh Melati.


"Imel..."


"Mas," Panggil Imel lirih.


"Kita ke kamar." Bima.


Bima membaringkan Imel dengan perlahan dan menyelimutinya dengan nyaman. Mama Yuni, Saras dan Melati pun ikut memburu Imel. Begitu juga dengan Nita, Dini dan Wulan.


"Bagaimana sayang? Apa kita ke rumah sakit saja?" Tanya Mama Yuni khawatir.


Imel menjawabnya dengan gelengan kepala.


"Tapi semakin hari kondisi kamu mengkhawatirkan sayang. Mama khawatir sayang." Mama Yuni.


"Imel hanya kelelahan Ma. Biarkan Imel beristirahat dulu nanti kita akan bergabung kembali ke depan." Bima.


"Baiklah. Jangan terlalu lelah sayang." Saras.


"Iya Tante. Apa lebih baik Tante istirahat saja di rumah. Nanti biar Wu yang ke rumah." Wulan.


"Tidak apa-apa. Gw baik-baik aja." Jawab Imel lirih.


"Mel,,," Nita.


"Ya sudah. Biarkan Imel istirahat kita kedepan lagi sja." Melati.


Semua pun kembali ke depan menyambut kehadiran baby boy. Berbagai hidangan tersaji di atas meja. Orang tua Juna pun masih berada di sana. Mereka pun sama mencemaskan keadaan Imel yang begitu memaksakan diri.

__ADS_1


"Apa sudah ada nama untuk cucu Opa ini?" Tanya Papi Yoga.


"Sudah dong Pi." Jawab Wulan.


"Siapa?" Kompak semua bertanya.


"Gilang Putra Mahendra." Juan.


"Hai baby Gilang."


"Panggilannya G. Singkat saja." Wulan.


"Hai Baby G."


"Hai semuanya..." Wulan.


Karena sudah cukup lama belum menyusu Baby G pun menangis haus. Wulan pun segera membawanya ke kamar untuk di beri ASI. Baby G menyusu dengan lahap. sepertinya baby G kehausan setelah menempuh perjalanan dari rumah sakit dan sampai rumah bermain-main bersama semua orang yang datang menyambut kedatangannya.


Sementara di kamar tamu Imel mulai membaik. Bima dengan setia menemani Imel di sampingnya. Setelah sedikit menghilang rasa mualnya Imel pun meminta Bima menemaninya kembali ke luar. Imel ingin melihat cucu pertamanya.


"Mel, sudah baikan?" Dini.


"Iya. Gw mau liat cucu gw." Imel.


"Ya udah ayo kita antar." Dini.


Imel pun di apit Dini dan Nita pergi ke kamar Wulan sementara Bima ikut bergabung bersama yang lainnya.


"Masih belum berkurang mual muntahnya Mas Bima?" Mama Juan.


"Semakin hari keadaannya seperti semakin lemas." Mama Yuni.


"Sudah berkonsultasi dengan dokter Bim?" Melati.


"Sudah Kak. Menurut dokter baik-baik saja dan dokter pun sudah memberikan obatnya." Bima.


"Kandungannya bagaimana?" Saras.


"Kandungannya juga baik-baik saja." Bima.


"Mungkin lebih manja saja ya Mas Bima." Mama Juna.


"Iya Bu. Tapi saya lebih suka istri saya manja begitu." Bima.


"Wah, enak sakali jadi istrinya Mas Bima." Mama Juna.


"Asal manjanya tepat saja ya Bim." Saras.


Dini, Wulan, Nita dan Imel pun berkumpul di dalam kamar dengan Wulan yang sedang mengasihi. Mereka bercerita seputar kehamilan mereka. Wulan yang ngidam parah dengan suapan Imel. Dini yang ga bisa kalo ga nyium bau ketiak Dodit dan Nita yang jadi doyan makan dan mandi. Dan sekarang Imel yang selalu mual melihat makanan apapun dan jadi lebih manja pada Bima.


"Om Bima marah ga Mel klo lu telf terus minta dia balik dari kantor?" Wulan.


"Mana bisa dia marah." Nita.

__ADS_1


"Om lu kan bucin parah." Dini.


"Om lu juga kali Din." Nita.


"Eh, iya ya." Dini.


"Hahahaa...."


"Mas Bima segalanya pokoknya. Bahkan pas lagi rapat pun dia langsung pulang. Kadang gw yang ngerasa ga enak tapi udah gw coba tahan juga ga bisa malah gw bisa nangis seharian. Terus Mama langsung telfon deh." Imel.


"Kita beruntung banget ya dapet pasangan yang sayang sama kita." Nita.


"Alhamdulillah. Gw sempet amit-amit banget di deketin Om-om tapi nyatanya Om-om yang paling mengerti gw." Imel.


"Jadi ga jadi nyesel dong Mel?" Nita.


"Sangat-sangat bersyukur." Imel.


"Begitupun Om Bima Mel. Dia beruntung banget dapetin lu." Wulan.


"Gw ga sempurna tanpa dia Wu." Imel.


"Uuu... So sweet.." Dini.


Tanpa mereka sadari ke empat pasangan mereka mendengarkan ucapan mereka di ambang pintu kamar. Keempatnya pun merasa bahagia mendapatkan pasangan ke empat sahabat tersebut. Selain cantik dan berprestasi mereka pun sangat menurut pada suami.


"Hm..."


"Eh, sejak kapan kalian di sana?" Imel.


"Sejak kamu memuji suami kamu ini sayang." Jawab Bima memeluk Imel dari samping.


"Iih,,, Mas. Ga malu di liatin keponakannya?" Imel.


"Ngga. Soalnya Mas peluknya istri Mas sendiri." Bima.


"Ya udah kita pamit ya Wu. Selamat jadi Mommy ya sayang." Imel.


"Makasih Tante. Sehat selalu ya Tante sama dede utunnya." Wulan.


"Aamiin."


"Kita pamit juga ya Wu." Dini.


"Iya Kita juga Wu." Nita.


"Yaah... Ya udah. Makasih banyak ya semuanya. Sering-sering ke sini ya Onty-onty semuanya dan juga Oma tentunya." Wulan.


"Bye.."


"Assalamu'alaikum."


"Bye,, wa'alaikum salam."

__ADS_1


Semua pun berpamitan kembali ke rumah masing-masing dengan berjalan kaki karena rumah mereka saling berdekatan cukup dengan berjalan kaki. Dodit, Juan dan Heru dengan sengaja membeli rumah dekat dengan rumah papa Bambang karena Imel dan Bima memutuskan untuk tinggal di rumah Papa Bambang dan Mama Yuni.


🌹🌹🌹


__ADS_2