Cowok Playboy Itu Pacar Ku

Cowok Playboy Itu Pacar Ku
Kejutan


__ADS_3

Ring... Ring


Dering ponsel Yuanita


" Halo... Di salon....Boleh.... Ya udah aku tunggu. " ucap Yuanita membicarakan di ponselnya


" Siapa? " tanya Bella


"Pacar lah... " jawab Vivian meledek


" Siapa... Siapa? " tanya Bella yang antusias


" Nanti juga kamu tau... " jawab Yuanita


" Siapa dong...Ganteng engga? " sahut Bella yang sedikit memaksa


" Liat aja nanti... " ucap Yuanita merahasiakan


" Kalian tau..? " tanya Bella kepada Salsa dan Vivian


" Engga... " jawab Mereka sambil tersenyum


" Bohong...! "


" Udah tunggu aja bentar lagi juga nyampe. " ucap Yuanita


30 menit berlalu, mereka pun selesai dengan acara meni-pedi, saat Bella sedang berdiri dikasir melakukan transaksi datang seorang laki-laki yang dia kenal


" Steve.. lagi apa disini? " tanya Bella menghampiri


" Eh... Bella mau jemput... "jawab Steve


" Mau jemput pacar... Dimana kenalin dong? " tanya Bella


Dari belakang Yuanita mendekat dan menggandeng Steve


" Kalian.... " ucap Bella kaget.


" Kenalin dia pacar aku. " sahut Yuanita tersenyum penuh kejutan


" Wah... Selamat... Selamat..., Dari kapan? " tanya Bella dengan senang


" Baru sebulan. " jawab Steve


" Kalau gitu kalian harus traktir aku makan siang. " sahut Bella dengan sombong


Steve pun mengangguk dan mereka pergi salah satu restoran di depan mall

__ADS_1


" Kalian semua tau..! " tanya Bella kepada Vivian dan Salsa


" Tau... " jawab mereka


" Kok aku baru tau engga adil!. " sahut Bella yang kesal dan manja


" Kamu tuh!... terlalu sibuk dengan suamimu sampai kita aja engga pernah lagi kumpul. " jawab Vivian


" Maaf.. "


Akhirnya mereka pun saling mengobrol tentang hubungan Steve dan Yuanita ,Bella begitu memperhatikan dengan gembira kata demi kata yang Yuanita dan Steve katakan, sambil menikmati makan siang. Tangan mereka hampir tak lepas dan saling mengumbar senyum yang penuh cinta.


Dari luar restoran Tuan Riko sedang berjabat tangan dengan salah satu koleganya


" Okey kita akan ketemu lagi dilain waktu. " ucap Tuan Riko mengakhiri percakapan


" Tuan silahkan. " ucap supir membuka pintu belakang mobil.


Tuan Riko mengangguk ,saat dia akan masuk ke dalam mobil matanya tertahan dengan sosok seorang gadis cantik yang sedang tersenyum manis membuat hatinya berdetak dan bibir sedikit melebarkan. Dia Bella perempuan yang dapat membuat Tuan Riko dapat berbuat apa saja untuk mendapatkannya


" Pak Beni.. . Kita makan siang dulu. " ucap Tun Riko yang berjalan menuju restoran T


" Tapi pak.. Kita sudah... " sahut Pak Beni tapi perkataannya tak dianggap oleh Tuan Riko dia hanya lebih fokus menghampiri Bella


" Selamat siang. " sapa Tuan Riko yang berdiri di samping Bella


" Siang " jawab mereka semua yang memandang Tuang Riko


" Apa kabar Nona Bella..? " sahut Tuan Riko yang mencium tangan Bella


" Se-sehat. " jawabnya yang tersenyum kaku


" Boleh saya bergabung. " ucap Tuan Riko yang langsung duduk disamping Bella


" Anda? " tanya Salsa


" Kenalkan saya Riko Perkasa.. Saya teman Nona Bella yang manis. " ucap Tuan Riko menatap Bella


" Oh... Anda kerja dimana? " Salsa melanjutkan pertanyaan


" Saya hanya staff di perusahaan SF. " Jawabnya


" Sepertinya yang saya nilai anda bukan seorang staff. "


" Lalu... " sahut Tuan Riko menatap Salsa


" Tapi seseorang yang sangat berpengaruh." jawab Salsa dengan yakin

__ADS_1


" Anda bisa saja Nona... " ucap Tuan Riko


" Anda tidak perlu siapa kami ,kami hanya orang biasa yang jauh dari expectation anda. " ucap Salsa yang tersenyum sinis


" Memang teman Nona Bella ini pintar dalam menggambarkan sesuatu "


jawab Tuan Riko dengan tenangnya.


" Apa saya tidak mengganggu anda semua kan.. Sebenarnya saya sangat senang.... sudah lama tak berjumpa Nona Bella " sahut Tuan Riko yang terus memandang Bella, yang membuat Bella serba salah dia hanya takut kalau keadaan ini sampai Betrand mengetahui.


Tuan Riko memang pandai membuat orang merasa skak mat dalam semua pembicaraan sampai mereka semua terpaksa menerimanya bergabung satu meja, berkali-kali Tuan Riko membuat Bella menjadi salfok, Steve yang kala itu berada diantara mereka dengan sengaja , tanpa sadar Bella dan Tuan Riko dia memotretnya dan mengirimnya ke ponsel Betrand


** Istrimu sedang digodang orang cepat datang kalau tidak dia akan menarik istrimu.**


Pesan itu Betrand terima ditengah rapat ,tentu saja ini membuatnya bukan lagi cemburu tapi Tuan Riko memang pintar berkata manis apalagi Tuan Riko memang menyukai Bella, Betrand pun bergegas pergi meninggalkan rapat yang sudah dia serahkan sepenuhnya kepada Sekertaris Adi , Betrand membawa mobinya dengan cepat ,dia tidak mau ada cela untuk Tuan Riko mendekati Bella


Sesampainya di restoran, Betrand melihat kedalam restoran dan memang Tuan Riko sedang berusaha menggoda Bella. Dengan wajah tampan dan usia yang tak jauh dari Betrand tentu saja dia bisa dibilang cowok metropolis dengan segudang prestasi, wajah yang tampan, kaya dan berpengaruh diperusahaan dan yang terlebih lagi Tuan Riko masih lajang.


Dengan penuh cemburu Betrand masuk ke dalam restoran dan berdiri samping Bella kemudian membungkuk berbicara di kuping kanannya dengan lembut, Bella yang melirik kaget dan berdiri memeluknya. Bella mengerti akan Betrand, dia takut Betrand akan cemburu lalu Bella mencium pipi Betrand dengan sengaja untuk menegaskan bahwa Bella sudah mempunyai tambatan hatinya


" Siang ...Tuan Riko.. Senang sekali bertemu anda disini. " ucap Betrand yang menyodorkan tanganya untuk berjabat tangan dengan tangan kiri masih memeluk Bella


" Siang.. " Tuan Riko menerima jabat tangan Betrand


" Sungguh kejutan bagi saya, Tuan Riko bersedia bergabung diacara makan siang istri saya. " jawab Betrand menegaskan statusnya membuat semua sabahatnya merasa kagum dengan kata-kata Betrand


" Saya hanya sekedar lewat, menurut saya hal yang wajar untuk saling menyapa dengan seseorang yang kita kenal. "


" Silahkan duduk. " ucap Betrand mempersilahkan duduk, Betrand pun duduk diantara Bella dan Tuan Riko. Bella hanya terdiam tertunduk dibalik badan Betrand


Betrand pun mengerti kalau Bella sudah kalah dalam semua pembicaraan, akhirnya mereka menikmati makan siang dengan perkataan yang saling sindir ..Teman-temannya hanya kagum dengan kata-kata yang dilontarkan Betrand yang sedikit membuat Tuan Riko terdiam tersenyum


Hingga selesai makan


" Biar saya yang membayar semuanya? " ucap


Tuan Riko


" Saya rasa tidak perlu ...untuk keperluan istri saya tidak perlu uluran bantuan orang lain. " ucap Betrand mengeluarkan kartu dan membayar bill nya. Tuan Riko hanya tersenyum


" Kalau gitu terima kasih atas makan siangnya semoga kita bisa bertemu lagi. " ucap Tuan Riko mencium tangan Bella dan Bella hanya tersenyum kaku, dia takut membuat Betrand semakin salah paham


" Terima kasih juga Tuan Riko bersedia bergabung dengan kami. Dan perjumpaan selanjutnya kemungkinan akan tipis " sahut Betrand


" Kita tidak tau dengan takdir dihadapan kita. " ucap Tuan Riko dan berjalan menuju mobil lalu pergi meninggalkan mereka semua didepan restoran


" Fuhh.. " Bella yang mengeluarkan nafas panjang seperti lepas dari sebuah beban yang berat

__ADS_1


" Mami engga apa-apa? " tanya Betrand memegang rambutnya. Dan Bella hanya menggelengkan kepala


" Bravo... Bravo " ucap para sahabat bertepuk tangan kagum akan Betrand


__ADS_2