Cowok Playboy Itu Pacar Ku

Cowok Playboy Itu Pacar Ku
terpana


__ADS_3

Tepat selesai pembelajaran, Bella terlihat santai di bangku taman kampus, bibirnya tersenyum imut sembari memainkan cincin kawin yang bersemat di jari manisnya, baginya masih terasa mimpi dia telah menjadi Nyonya Betrand Anggara yang sah, laki-laki yang pernah menjadi musuh, sahabat dan orang yang dia benci dengan semua kelakuannya.


" Hai! " tepuk Riko pada pundak Bella memberi salam


Dengan terkejut Bella melirik sambil mengusap dada


" Riko! " jawab Bella


" Oh ya, maaf ya waktu pernikahanmu aku engga datang. " ucap Riko yang duduk disamping Bella


" Kenapa? "


" Waktu aku belum rela melihat kamu duduk di pelaminan dengan orang lain. " jawab Riko tertunduk


" Kamu baik-baik aja? " tanya Bella yang tiba-tiba merasa bersalah


" Aku baik-baik aja... Tenang aku udah move on kok.. " sahut Riko menunjukkan senyumnya


" Gimana kabar mu? " lanjut Riko bertanya


" Aku baik... Hanya aku masih merasa engga percaya kalau aku udah menikah, semua berjalan seperti mimpi. " jawab Bella dengan raut bahagia


" Syukur dech kalau kamu bahagia, semoga kehidupan rumah tanggamu selalu bahagia. " sahut Riko yang memberi restu


" Boleh kita berperlukan? " tanya Riko melebarkan kedua tangannya.


" Apa! " sahut Bella yang terkejut


Riko hanya membalas dengan mengangguk


Dengan rasa ragu Bella mendekat, belum kejadian itu dari belakang terasa aura panas yang penuh cemburu.


" Ehmmm.. " ucap Betrand menghentikan pelukan mereka


" Sayang... " sambut Bella berdiri mendekat dan merangkul tangan Betrand


" Aku rasa engga perlu sampai pelukan. " ucap Betrand menegaskan statusnya


" Sorry... Selamat ya atas pernikahannya semoga kalian langgeng sampai maut memisahkan. " ulur tangan Riko memberi selamat


" Sama-sama. " jawab pendek Betrand dengan hati-hati


" Oh ya aku lupa ada keperluan apa kamu datang kesini? " tanya Bella sambil rangkul tangan Betrand


" Aku... Aku lagi nunggu seseorang.. " jawabnya yang gugup

__ADS_1


" Seseorang... apa itu pacarmu? " sahut Bella memasang mata ledek


Belum juga terjawab, Yuanita dari jauh melambail dan memegang tangan Riko.


" Eh, Bella.... Betrand lagi apa kalian " tanya Yuanita dengan polos


" Kalian pacaran! " tunjuk Bella yang sedikit terkejut


" Emmm.. Nanti dech aku jelaskan, sekarang kita pergi dulu.. " pamit Yuanita menarik Riko


" Sayang, apa mereka pacaran? " ucap Bella yang kepo


" Emangnya aku pikirin... Lagian ngapain juga kamu pelukan dengannya, mau balikan lagi! " ucap cemburu Betrand


" Siapa yang mau pelukan! " bantah Bella menarik Betrand berjalan kelapangan parkir


" Itu tadi apa.. Kalau aku telat sedikit aja kalian pasti pelukankan! " sahut Betrand


" Siapa yang pelukan istrimu ini engga pelukan dengan laki-laki lain selain suamiku. " bujuk Bella dengan nada manja


" Iya, karena istriku ini ketahuan dengan cowok yang bukan suaminya. " balas Bertrand sambil mencubit manja


Bella membalas dengan senyuman dan mengusap lembut pipi Betrand.


Sebelum pulang kerumah Bella yang saat itu sangat manja meminta Betrand untuk makan diluar, dengan tertunduk Betrand menyanggupi permintaan sang permaisuri hatinya, dengan tak lama mereka pun memakirkan mobilnya disalah satu restoran barat, sambil memamerkan wajah cerahnya Bella menarik Betrand masuk. Seperti biasa semua pesanan makanan Bella yang pesan dan Betrand hanya mengangguk menyetujui pesan istrinya.


Tak lama pesanan pun tiba dengan sigap Bella memulai eksekusinya. Ditengah menikmati ada yang membuat Bella terpana, Betrand yang saat itu sedang menikmati dan akan menyuapi Bella terhenti dan mengikuti kemana mata Bella tertuju. pangpang dari jauh sepasang kekasih Riko dan Yuanita yang sedang asik menikmati makan siang.


Dari jauh Bella mulai kepo kembali ingin rasa dia mendekat mendengar apa tang merek bicarakan


" Sayang, sayang lihat itu Riko dan Yuanita kan.. kira-kira apa ya, yang mereka bicarakan ?" tanya Bella yang khusyuk menatap sahabatnya


" Apa perduliku ." jawab singkat Betrand sambil menyuapi Bella


" Cih... " balas Bella yang sedikit kesal sambil mata yang tetap fokus


Dibalik itu Riko dan Yuanita yang menikmati makan siang mulai sedikit canggung


" Nita... Sepertinya kontrak kita harus kita akhiri. " ucao canggung Riko


" Kenapa? " tanya Yuanita yang kaget


" Kamu taukan perjanjian kita, tidak boleh suka apalagi jatuh cinta sedangkan aku sekarang mulai menyukaimu. "ucap Riko yang mengukapkan cinta


Ya ampun dia melakukan pengakuan cintanya ama gimana nih... batih Yuanita yang gugup

__ADS_1


" Sekarang terserah kamu andaikata kita harus akhiri perjanjian ini , tapi aku suka kamu bukan karena kamu sahabat Bella atau kamu menjadi pelarianku, tapi aku benar-benar menyukai dengan semua sifat dan kepribadianmu. " lanjut Riko dengan pasrah.


" Sebenarnya... Sebenarnya aku juga menyukaimu tapi aku takut kalau kamu engga menyukaiku karena aku masih trauma dengan pacaran. " balas Yuanita yang tertunduk


" Jadi bolehkah aku menjadi pacarmu? " ucap Riko yang berharap


Dengan isyarat menganguk Yuanita tersenyum menyetujui dan menerima Riko sebagai pacaran, laku tanpa ragu Riko memengang tangan Yuanita dan menciumnya, sontak saja wajah Yuanita memerah malu bercampur aduk dengan gugup.


Sedangkan Bella terkejut dengan apa yang dilihatnya


" Sayang... Sayang kita makan lihat Riko mencium tangan Yuanita! " ucap spontan Bella sambil memuluk-muluk kecil tangan Betrand ,sedangkan Betrand hanya bisa melepaskan napas panjang dan terus menyuapi Bella, tak lama tangan Bella melambail-lambai menandakan dia sudah kenyang, lalu beranjak mendekati Riko san Yuanita


Saat mereka sedang asik dalam pengakuan cintanya Bella mengejutkan mereka


" Eh, kalian lagi apa disini? apa kalian pacaran. " sindir Bella yang tak merasa bersalah dengan menganggu mereka


" Eh. Bella lagi apa disini.? " tanya gugup Yuanita


" Aku lagi makan sama Betrand.. Sayang sini! " ajak Bella yang langsung duduk disamping Yuanita


Yuanita dan Riko menjadi bengong saling menatap dengan kehadiaran Bella


sedangkan Betrand dari seberang mendekati


" Hai... Kami mengganggu? " tanyanya dengan lugas


" Eh.. Engga-engga silahkan. " sambut Yuanita yang pasrah sedangkan Riko menatap bingung, dia kira Yuanita akan menolak kehadiran Bella dan Betrand


Dengan pasrah Riko pun menerima mereka walaupun sesekali Betrand sedikit extrem dengan kata-katanya ,Riko hanya bisa tersenyum dengan aura cemburu Betrand,


Sedangkan Betrand yang tak percaya kalau Riko sekarang berpacaran dengan Yuanita , fikirannya masih tertuju dengan niat Riko untuk merebut Bella disaat dia lengah.


Percapakan pun akhirnya berakhir mereka semuanya pulang dengan pasangannya masing-masing.


Selama dalam perjalanan Bella tak hentinya berbicara tentang semua sahabatnya, obrolan dimulai dari A sampai ke Z dan obrolan pun tak berhenti sampai di kamar apartemennya, hingga Betrand menutup mulut Bella


" Sayang, apa kamu tak lelah membicarakan mereka? " tanyannya sambil memeluk pinggang kecil Bella


" Emangnya kenapa? "


" Sayang kamu selalu membicarakan yang itu, yang ini, hal itu dan hal ini tentang sabahat kita tapi, istriku tak pernah menanyakan apa yang diinginkan suamimu sendiri ." ucap Betrand yang masih memeluk Bella


" Emangnya apa yang diinginkan suamiku tercinta? " Bella menanyakan balik


" Kamu tau apa tujuanku menikahimu? " Betrand mulai menegaskan

__ADS_1


" Apa? " Bella yang pura-pura tak tahu


" Tujuanku menikahimu agar kita cepat punya anak. Jadi istriku harus pikiran bagaimana caranya kita bisa cepat punya anak." ucap Betrand sembari menikmati indahnya pengantin baru.


__ADS_2