
Setelah cukup lama Betrand akhirnya puas dengan balas dendamnya, Betrand kembali berjalan untuk bergabung tapi sayang saat dia kembali dengan para sahabatnya, Bella sudah tidak ada.
"Kemana Bella? " tanya Betrand khawatir
" Cari aja sendiri.! " jawab Erni dengan marah
" Fer... Ada apa! " tanya Betrand karena
berbicara dengan para gadis tidak akan ada titik temunya.
" Dia pergi setelah melihat kamu bergabung dengan mereka, kayaknya Bella kecewa dengan ide jahatmu. " jawab Ferdi
" Terus dia kemana sekarang? " tanya Betrand dengan menatap kearah sembarangan
" Keluar hotel dengan Riko. " tunjuk Ferdi
" Ya udah Thank's ya.. " sahut Betrand dengan langkah cepatnya keluar hotel.
Diluar hotel
Betrand melihat Riko sedang menenangkan Bella, dengan perlahan Betrand mendekat, Riko menatap kebelakang dan mengedip mata. Dengan perlahan Riko pergi meninggalkan Bella sendirian di taman hotel dan mendekati Betrand serta menepuk pundak lalu berkata
" Selesaikan okey... " ucap Tuan Riko melangkah pergi
Betrand menghelas nafas dan mendekati Bella dan mengusap-usap dadanya.
"Udahlah kamu pergi sana! Biar aku sendiri aja. " ucap Bella bergeser
" Masa Papi harus tinggalin Mami sendirian." jawab Betrand yang ikut bergeser
" Kamu! ...Mau apa kesini bukannya temenin wanita serakah itu! " ucap Bella dengan nada cemburu
" Mami cemburu? " tanya Betrand memandang Bella dan tersenyum
" Cemburu... Cih! ...Enak aja aku cemburu emang ya.... " ucap Bella yang terhenti saat Betrand mencium bibir Bella
"....Kenapa kamu cium aku? " tanya Bella dengan ujung matanya
" Mami cantik. " jawab Betrand memandang gemas
Bella hanya memberikan senyuman sinisnya
" Dasar laki-laki playboy, enggak liat cewek cantik aja.... " ucap terhenti saat Betrand mencium lagi.
" .....Kenapa kamu cium aku lagi? " tanya Bella yang sekarang dengan nada sedikit lembut
" Hanya mau menutup bibir kecil istriku yang imut." jawab Betrand yang kembali memandang gemas
" .....Ya udah kita jalan-jalan yuk... hangout-hangout lah.. " ucap Betrand berdiri dan mengajak Bella
" Sana aja pergi sendiri.! " jawab Bella yang sok cuek
" Yuk... " ucap Betrand mengedipkan mata.
Akhirnya Bella pun meraih tangan Betrand dan mereka menikmati jalan-jalan dan berkuliner ria nya sampai Bella merasa sangat bahagia dan kekenyangan.
Selama perjalanan menuju rumah Bella tertidur dengan lelapnya ,malam itu Betrand benar-benar memanjakan Bella hingga sampai depan dirumah.
" Sayang...Sayang... Bangun. " ucap Betrand mengoyang-goyangkan badan Bella
__ADS_1
" Apasih Pih... Ngantuk! " ucap Bella yang membalikkan badan kearah kaca
" Sayang kita udah sampai. " ucap lembut Betrand mengusap rambut Bella
Bella hanya menggerakkan badannya saja
ya apa boleh buat gumam Betrand turun dari mobil dan mengetuk pintu
Tok... Tok.. Tok..
" Nak Betrand sudah pulang, mana Bella? " tanya Bu Tina didepan pintu
" Dimobil...Tidur " jawab Betrand dengan nafas pelan
" Ya udah bangun kan...Biar dia pindah ke kamar. " sahut Bu Tina
" Sudah tapi Bella engga bangun." ucap Betrand yang masih berdiri didepan pintu
" Ya udah bangun lagi aja.. " sahut Bu Tina dengan santai
Betrand kembali kedalam mobil dan membangunkan Bella tapi tetap aja Bella enggan bangun akhirnya dengan terpaksa Betrand menggendongnya
" Betrand, kenapa Bella? " tanya Pak Indra yang duduk diruang tamu
" Bella susah dibangunin... Pah. " jawab Betrand tertuduk
" Bella bangun! kasihan Betrand berat. " ucap Bi Tina menggoyang-goyangkan badan Bella
" Emmm.. jangan ganggu masih ngantuk. " jawab Bella mengigau sedikit manja dengan kepala makin mencari kenyaman di dada Betrand
" Mah... Pah saya tidurin dulu Bella. " ucap Betrand gugup dan melangkah ke kamar Bella yang ikutin dengan Bu Tina
Betrand dengan hati-hati menidurkannya Bella dan menyelimbutinya kemudian ke luar kamar dengan gugup.
" Enggak Pah... Kita hanya jalan-jalan aja sambil makan-makan. " jawab Betrand
"....Pah saya mau ke kamar dulu. " lanjut Betrand pamit dan melangkah cepat kedalam kamar tamu
Dibalik kamar Betrand sedikit mendengarkan obrolan Pak Indra dan Bu Tina
" Mah coba cium bau mulut Bella, apa benar dia engga mabuk? " ucap Pak Indra dengan tegas, Bu Tina mendekati Bella yang sudah ngorok dan mencium bau mulutnya
" Emmm bau... Bawang mentah... dan bau bakso. " jawab Bu Tina dan masih mengendus-endus didepan mulut Bella dan secara kebetulan Bella bersendawa Bu Tina tiba-tiba Berdiri tegak.
" Kenapa? " tanya Pak Dani menatap penasaran
" Bau berbagai jenis makanan. " jawab Bu Tina yang mengipas-ngipas didepan hidungnya karena bau mulut Bella dan melangkah keluar kamar.
" Mah... Emangnya kalau kakak kecapean suka Papah gendong ya... " tanya Ciko yang mendekat
" Engga... Engga pernah Papah gendong biasanya kalau Papah bangunin dia, langsung bangun" ucap Pak Indra yang sedikit heran
" Mungkin mantu kita manjain Bella disana, liat aja kelakuan kayak anak kecil... Ya udah sana semuanya tidur udah malam. " sahut Bu Tina mengakhiri perbincangan malam itu.
Sedangkan Betrand mengusap-usap dada dan melangkah ke atas ranjang
Keesokan harinya
Bella pun terbangun dari tidurnya ,saat membuka dia melihat Bu Tina memandang aneh ke wajah Bella
__ADS_1
" Mah ada apa kok... Liatin Bella begitu amat? " tanya Bella sambil mengosok-gosokkan mata
" Tadi malam kamu makan apa? sama minum apa? " tanya Bu Tina dengan santai
Sambil berpikir Bella berkata " Bakso... Takoyaki... Tahu pedas.... Minumnya juice alpukat.. Emangnya kenapa? " ujar Bella
" Kamu inget kenapa sampai tidur di ranjang ini? " tanya Bu Tina
" Tau.... Papah bangunin aku terus aku berjalan kamar. " jawab Bella sedikit mengerutkan alis
" Bukan....Kamu digendong Betrand sampai kekamar... Tau.! "ucap Bu Tina kesal
" Apa! ...Yang bener Mah.. " sahut Bella kaget
" Udah bangun cepet... Udah mau nikah masih aja kayak anak kecil bangun! " ucap Bu Tina dengan lantang
" Iya Mah... " jawab Bella dengan malu
Dan mereka pun keluar dari kamar dan tanpa sengaja Bella bertemu dengan Betrand yang sudah rapi
" Nak Betrand.. ayo kita sarapan. " ajak Bu Tina dengan lembut
"....Dan kamu mandi cepet !...Perempuan kok... malas. " lanjut Bu Tina dengan sinis
" Iya Mah... " jawab Bella dengan pasrah
Sedangkan Betrand hanya bisa menahan senyumnya dan melangkah mengikuti Bu Tina menuju ruang makan ,disana Pak Indra dan Ciko sudah menunggu dimeja makan
" Duduk. " ucap Pak Indra mempersilahkan Betrand untuk duduk.
" Gimana tidurnya nyenyak? " tanya Pak Indra memulai pembicaraan
" Iya.. " jawab Betrand dengan singkat
" Apa orang tuamu sudah sampai? " tanya Pak Indra kembali
" Sudah Pah... Kata Ayah kita ketemu nanti jam makan siang di lobby Hotel. " jawab Betrand
" Jam makan siang? " tanyanya kembali
" Iya Pah sekitar jam 12 siang. " sahut Betrand
" Okey....Kalau gitu kita berangkat jam 10.30" sahut Pak Dani dengan semangat.
" Mau kemana Pah.? " tanya Ciko dengan polos
" Kita kan mau ketemu dengan orang tuanya Betrand....Kamu nih lupa! " ucap Pak Indra
Sewaktu mereka akan memulai sarapan
terdengar suara dering telepon
" Suara telpon siapa tuh? " tanya Ciko yang celingak-celinguk
" Oh...Maaf suara ponsel saya dikamar. " jawab Betrand berdiri dan meninggalkan ruang makan
Setelah selesai dia menerima telpon didalam kamar, saat keluar dia melihat Bella berlalu dengan memakai handuk sedada. Tentu saja hasratnya meningkat dengan cepat Betrand memeluk Bella dan bersadar di dinding
" Cantik.... Pagi ini sayangku cantik banget. " ucap Betrand yang tak kuasa mencium Bella dan menyentuh dada yang basah dengan bibirnya sambil sedikit mendesah. Bella seperti terbiasa terhipnotis dengan desahan Betrand
__ADS_1
" Bella... Cepat turun kita makan! " teriak Bu Tina dari bawah tangga.
Bella terperanjat kaget dan mendorong Betrand sampai terhempas kedinding dan berlari menuju kamar, sedangkan Betrand tersenyum puas sudah mencium wangi sabun di dada Bella yang basah.