
Diluar bandara Bella santai menunggu Betrand membawakan mobil dari area parkir ,mata menatap fokus diantara kerumunan orang yang laku lalang.
Suara klakson terdengar keras di samping Bella
" Sayang... Ayo pulang! " panggil Betrand dari balik kemudi, Bella yang tersadar dari melamunnya, menggaguk dan bergegas masuk
"Ada apa kok, ngelamun? " Betrand menatap Bella memegang wajahnya yang masih fokus dengan satu tujuan
" Lihat. " ucap Bella menunjuk kearah parkiran,
Betrand yang penasaran memalingkan tatapannya.
Terlihat dari jauh tampak Steve dan Yuanita yang sedang adu mulut.
" Sayang kita kesana yuk.. " ajak Bella yang mulai khawatir dengan situasi Sahabatnya.
Dengan cepat Betrand membelokkan mobilnya menghampiri mereka,
Bella bergegas keluar mobil meninggalkan Betrand yang masih mengontrol mobilnya untuk parkir.
" Sayang hati-hati. " ucap Betrand khawatir dengan Bella yang mendadak keluar dari mobil
" Ada apa! " tanya Bella dengan suara lantang memisahkan sahabatnya
Yuanita menoleh menatap Bella dengan mata yang melebar.
" Bella... " Tangis Yuanita pecah takala memeluk erat sahabatnya
" Sudah... Sudah... " sahut Bella mengusap-usap punggung Yuanita menenangkannya.
Betrand mendekat bersalaman dengan Steve yang berwajah merah kesal.
" Ayo ikut aku." ajak Bella menuntun Yuanita kedalam sebuah kafe meninggalkan Betrand dan Steve diarea parkir.
Didalam kafe Bella berusaha menenangkan Yuanita dari isak tangis yang sudah pecah sejak tadi.
" Ada apa? " tanya Bella dengan lembut, tangannya mengelus-ngelus punggung tangan Yuanita sembari menyodorkan segelas fanta float.
" Steve.. Steve mutusin aku. " jawab Yuanita terbata-bata, napasnya sesak menahan kecewa
" Kenapa bisa? " Bella melanjutkan bertanya
" Dia... Dia mu liburan dengan Lusi... Pacar barunya " keluh Yuanita, kemudian ia diam menggigit bibirnya.
Bella tertunduk menahan rasa sedih ,matanya berkeliling, kuku telunjuknya menahan gigi, menutup kata-kata yang akan dia buang.
Kemudian dia berpindah ke samping Yuanita yang menunduk wajahnya menempel diantara lengan yang basah dan Memeluk punggung sembari mengusap-usap memberi ketenangan.
__ADS_1
Ditempat parkir Betrand yang memainkan kaki terdiam dengan kedua tangan didalam saku celana.
" Kamu baik-baik aja? " tanya Betrand
Steve mengangguk menghela napas
" Mau kemana? "
" Aku dan Lusi mau berlibur ke caribia. " jawab Steve sambil mengerutkan alis dan mata yang berkeliling
" Akan lama? "
" Hanya selama weekend. " jawab Steve
" ....Kamu? " Lanjut Steve bertanya
" Orang tua Bella pulang, aku mengantarnya." jawab Betrand
" Hati-hati dijalan, " ucap Betrand menepuk pundak Steve dan berlalu
" Betrand, bilang sama Bella hibur Yuanita selama aku pergi. " pinta Steve
Betrand mengangguk dan mengacungkan jempolnya
Tak lama Betrand membalikkan badannya dan melihat Steve menyambut Lusi dengan senyuman dan ciuman,Lusi yang begitu genit membalas ciuman di bibir Steve.
Betrand yang melihat terdiam sejenak, hatinya yang dirundung kacau dengan keadaan yang sering dia lakukan dahulu. Dia merapatkan bibirnya dan menunduk membalikkan badan menghampiri Bella di dalam kafe.
" Dia baik-baik aja? " tanya Betrand dengan nada pelan
Bella hanya menggelengkan kepala,
Kemudian Bella berdiri menarik Betrand keluar dari kafe.
" Sebaiknya Papi pulang aja lebih dulu, Mami mau temani dia. " ucap Bella dengan menatap sedih sahabatnya.
" Okey... Mami hati-hati ya... Kalau udah selesai telpon Papi." sahut Betrand memegang pipi Bella dengan lembut, dan Bella mengangguk.
Betrand menatap sekilas kedalam kafe dan tersenyum pamit. Bella pun kembali menenangkan Yuanita sembari mengusap-usap punggungnya.
" Yuanita, bisa kamu ceritakan, kenapa kalian bisa putus? " ucap Bella dengan perlahan
" Sudah seminggu Steve hilang kabar Sejujurnya aku sedikit khawatir dengan kesehatan dia, karena terakhir aku bertemu dia sedang flu, ternyata aku mendengar gosip diantara para mahasiswa dia sedang kencan di kafe bintang. Aku yang penasaran bergegas memastikan gosip itu dan ternyata benar dia sedang berciuman dengan seorang gadis anak semester tiga." ujar Yuanita menceritakan
" Kamu mendatanginya? "
" Iya, aku mendatanginya tapi Steve hanya tersenyum dan bilang kita sudah putus. lalu pergi merangkul perempuan itu. " Yuanita yang menahan sesaknya hati
__ADS_1
" Kamu udah minta penjelasan? "
" 3 hari kemari ,aku menemuinya lagi saat dia sedang berkumpul dengan Jojo dan Viko.
Dia bilang aku engga bisa lama dengan satu cewek bagiku cewek adalah bumbu manis dalam hidupku, jika bumbu itu sudah hambar aku pasti menjadi bumbu baru untuk melengkapi cerita indahku. " tutur Yuanita
Bella mulai terdiam merasakan apa yang Yuanita rasakan hatinya bergemit sedih mengingat saat Betrand berselingkuh, pasti terasa sakit dengan pengkhianatan oleh pasangannya sendiri. Hati Bella sedikit terganggu dengan keadaan Yuanita apa Betrand akan tetap setia gumam Bella yang mulai takut, walaupun dia tau kedua orangtuanya sudah bertemu, tapi rasa akan khawatir Bella tetap terasa karena julukan yang Betrand pegang selama ini.
" Sudah... Sudah.. Kita sekarang pulang yuk. " ajak Bella menghibur
Yuanita pun mengangguk setuju, dan mereka pun meninggalkan kafe , selama dalam perjalanan Yuanita hanya diam dengan tatapan kosong, Bella dengan setia mendampingi dan menghiburnya.
Sesampainya di asrama kampus Bella menuntun Yuanita yang seperti kelelehan menuju kamar. Ternyata seluruh sahabatnya telah menunggu menyambut Yuanita untuk menghiburnya
" Yuanita... Jangan sedih. " sambut Vivian merangkul hangat
Mereka berempat akhirnya pecah menangis meratapi sahabatnya yang putus cinta
Siang itu seluruh sahabatnya berkumpul berbincang-bincang dan menghibur Yuanita hingga malam
Bella yang tersadar cepat-cepat mengabari Betrand.
Bella : Sayang malam ini aku tidur di asrama.
Pesan itu Betrand terima disaat dia sedang melakukan rapat intern dengan staffnya.
Betrand : Ya sudah... Hati-hati disana, jangan lupa mandi air hangat dan jangan begadang.
Balas Betrand yang melanjutkan rapat kembali.
Malam itu mereka benar-benar menemani Yuanita yang tediam dengan tatapan kosong
" Yuanita, udah jangan sedih gitu. drama Laki-laki bukan hanya dia aja didunia ini " hibur Vivian
" Iya, masih banyak Laki-laki yang lebih baik dari dia, aku pastikan dia bakalan menyesal udah putusin kamu" ucap Salsa menghibur
" Aku kira, aku akan seperti Bella bisa menaklukkan cowok playboy, ternyata malah aku yang ditaklukkan. " keluh Yuanita yang merasa menyesal.
" Udah... Udah... Jangan kamu berpikir begitu, aku pun berapa kali menghadapi keadaan ini dengan Betrand. Kalau memang jodoh kita engga bisa berbuat apa-apa, selain menerimanya." jawab Bella
" Gimana kalau kita makan-makan? " ajak Vivian memberi ide
" Makan-makan? " sambung Salsa
" Iya, kita pesanan makan banyak-banyak, kita makan sampai kenyang !" sahut Vivian dengan semangat
" Okey... Biar aku yang bayar. " ucap Bella setuju
__ADS_1
Malam itu mereka benar-benar memesan banyak makanan dari pizza, hamburger, capcay sampai cemilan yang mereka sukai.
Dengan keadaan seperti ini suasana Yuanita pun sedikit membaik dengan mempunyai sahabat yang selalu mensupport dan menemaninya disaat sedih.