
Hari ini adalah hari terakhir untuk keluarga Pak Arya bercengkerama, siang itu seluruh anggota keluarga larut dalam kehangatan , hingga malam hari keluarga Arya mengadakan pesta baberqeu, berbagai jenis daging dan sayur mereka siapkan, para pelayan dengan teliti mempersiapkan dan melanyani hidangan yang istimewa
Disela acara Betrand datang dengan menggunakan baju formal jas serba putih, melangkah menghampiri Bella yang sedang asik memainkan kembang api bersama Jerry
Ayah, Bunda dan semua kakak-kakaknya melihat terkejut serta mengikuti Betrand dengan tatapan bahagia
" Bella... " ucap Betrand memanggil lembut
Bella yang masih asik melihat kembang api menatap kaget, melihat Betrand yang begitu tampan.
" Ada apa? " tanya Bella yang masih memegang kembang api
Betrand berlutut dengan menunjukkan box perhiasan yang berisi cincin berlian
" Sayang ini kedua kalinya aku akan melamarmu, sekarang aku akan melamarmu didepan orang tuaku, sayang maukah kamu menikah denganku, hidup bersama sampai tua. " ucap Betrand
Bella hanya diam, sejenak dia mengalihkan pandangan kepada Ayah dan Bunda.
" Betrand yang pertama kamu lamar aku didepan sahabat, sekarang didepan orang tuamu, tentu saja aku setuju untuk menikah denganmu. " jawab Bella dengan memberi tangan kirinya untuk Betrand sematkan cincin di jari manisnya.
Semua bertepuk tangan bahagia dan memberi selamat.
" Anakku, sekarang kamu sudah dewasa, sebentar lagi kamu akan menikah, Ayah harap kalian selalu bahagia. " ucap Pak Arya memeluk Betrand
" Terima kasih, Yah. " sahut Betrand
" Sayang, kamu selamat ya.. Semoga kalian selalu rukun. " ucap Bu Prisillya memeluk Betrand
Dari belakang terdengar suara Kak Derry memberi semangat agar Betrand mencium Bella, Betrand memandang Ayah dan Bunda untuk meminta izin dan Ayah mengedipkan mata dengan tanda menyetujuinya
Betrand pun mencium bibir Bella tanpa sungkan dan semua tersenyum bahagia.
Malam pun semakin larut semua bahagia dengan moment-moment yang tak terlupakan.
Didepan kamar, Betrand mulai tak ragu menunjukkan rasa cintanya dengan berciuman, malam itu Betrand dengan semangat mencium Bella hingga masuk kedalam kamar Betrand dan mendorongnya keatas ranjang
" Malam ini kita tidur disini, " ucap Betrand yang menatap Bella yang penuh cinta.
Keesokan harinya
Semua anak-anak Pak Arya sudah siap untuk pulang, Bu Prisillya terlihat sedih takala mereka semua berpamitan
Hari itu Bella merasa juga kesedihan berpisah dari calon mertuanya.
Sesampainya di apartemen, Bi Wina sudah siap menyambutnya.
" Nona Bella... Bibi kangen sama Non.. " sambut Bi Wina memegang tangan Bella
__ADS_1
" Saya juga kangen Bibi, maaf sudah merepotkan Bibi untuk jagain Betrand selama aku engga dirumah." ucap Bella
" Non.. Ini ..Sudah tugas bibi menjaga Tuan Muda. " sahut Bi Wina mengambil koper Bella dan memasukkan kedalam kamar
" Papi.. lelah?" tanya Bella ikut duduk bersandar disamping Betrand
" Engga... Hanya lega. " jawab Betrand menatap kosong ke langit rumah
" Lega? "
" Ya.. Lega, Mami sudah ada dirumah lagi, itu yang buat Papi lega. " ucap Betrand melirik Bella
" Emangnya.. Kalau Mami engga dirumah, Papi resah? " Bella menggoda dan bersandar didada Betrand
Betrand hanya tersenyum mengusap rambut Bella yang hitam ,kemudian memejamkan matanya kembali.
Bella berdiri meninggalkan Betrand yang tampak kelelahan untuk mengambil selimbut tipis dan menyelimbutinya.
Hari pun semakin senja Betrand yang terbangun dari tidur siang terlihat masih mengantuk, Berkali-kali dia menguap bersandar menyandarkan diri. Menatap sekeliling ruangan yang tampak sepi, dia berusaha berdiri dan berjalan sedikit sempoyongan menuju kamar Bella merah
Dengan perlahan Betrand membuka pintu kamar dan melihat calon istri tercintanya sedang asik membereskan pakaian dan souvenir.
" Sudah bangun. " ucap Bella merapihkan pakaiannya kembali ke lemari
" Iya... " jawab Betrand berjalan dan bersandar dipundak Bella
Betrand mengangguk manja
" Buat siapa ini? " tanya Betrand melihat souvenir yang berserakan diatas ranjang
" Ini... Buat sahabat-sahabat kita, teman-temanku di Kafe Alex ,buat Papah dan Mamah." jawab Bella mengemas satu-persatu souvenir
" Buatku.. "
" Papi kan orang sana, ngapain minta souvenir,." jawab Bella yang santai
" Jadi buat Papi engga ada. "
Bella menggelengkan kepala dan pergi keluar kamar menghampiri Bi Wina yang sedang menyiapkan makan malam
" Bi.. Ini sedikit oleh-oleh dari saya. " Bella memberikan sekantong kecil souvenir
"Bibi..aja dapet oleh-oleh, masa aku engga.!" terdengar nada iri dari kamar
" Mami udah bilang, Papi bisa beli tiap pulang" balas Bella dengan lantang
Betrand yang merasa cemburu keluar dari kamar Bella cih orang lain aja yang diperhatikan sedangkan aku... gumam Betrand berjalan kesal menuju kamar.
__ADS_1
Bella dan Bi Wina hanya bisa tersenyum melihat Betrand yang berkelakuan layaknya anak kecil.
Bella sore itu terlihat lebih cuek, dia lebih asik mengobrol dan memasak bersama Bi Wina.
mana nih anak... kok engga nongol-nongol, Betrand yang gelisah di dalam kamar mengharap Bella membujuknya.
Karena terlalu lama Betrand pergi untuk menyegarkan badan, setelah selesai pun Bella tidak berada dikamar untuk membujuknya, karena kesal sendiri Betrand akhirnya pasrah keluar dari kamar dengan wajah murung. menuruni tangga dan duduk dimeja makan
" Udah laper, nih Mami masakin kesukaan Papi. " ucap Bella tanpa bersalah
Betrand hanya diam cemberut minta maaf kali... cuek banget Betrand menatap Bella yang sedang menghidangkan menu makan dipiring Betrand.
" Selamat makan, sayang. " ucap Bella yang duduk menatap senyum
" Kenapa, ada yang lucu! " ketus Betrand melahap nasi
" Papi ganteng ." jawab Bella dengan menopang dagu.
pasti ada maunya Betrand yang kesal
" Papi besok kuliah engga? "
" Ada apa nanya. "
" Mami, besok mau kuliah ,mau beresin tugas skipsi, Papi kapan beresin tugasnya? "
sejenak Betrand berpikir iya juga aku udah lama engga ke kampus ,selama ini aku cuman bisa online aja.
" Sama besok juga Papi kekampus, kenapa? " tanya dengan sinis
" Asik dong kita bisa ke kampus bareng, jadi Mami engga usah repot-repot pake taksi online." Bella yang bernada bahagia
" Emang kenapa kalau pake taksi online? " Betrand yang penasaran
" Kalau pake taksi online, yang pertama Mami harus keluarin uang, yang kedua oleh-oleh yang Mami bawa ....Kan banyak , repotlah kalau sendiri, tapi kalau Papi ikut bisa bantu Mami bawain oleh-olehnya. " jawab Bella dengan semangat dan mencium pipi Betrand lalu pergi masuk kedalam kamar.
emangnya aku kuli angkut Betrand yang semakin kesal menatap Bella sambil melahap makan malam.
Malam hari nya.. benar-benar Bella bisa membuat Betrand kesal setengah hati, dia berkali-kali melirik ke arah pintu tapi Bella yang kunjung keluar kamar
ini anak ngapain sih didalam
" woi, keluar lagi apa didalam, tapa! " ucap lantang Betrand yang terdengar sampai dalam kamar Bella.
Karena tidak ada balasan dari dalam kamar, Betrand yang kesal menghampiri kamar Bella dan membuka pintu kamar dengan wajah yang penuh kekesalan wajahnya langsung berubah saat melihat Bella yang baru saja selesai mandi, bertelanjang bulat, sontak Bella menjerit dan melemparkan apa saja yang ada dihadapannya seraya berteriak " Keluar dasar laki-laki mesum! "
Betrand yang kaget segera keluar dari kamar dan menutup pintu kamar dengan keras.
__ADS_1