
Setelah Tuan Riko keluar dari kantor, Betrand cepat-cepat menutup pintunya dan segera menelepon Bella, dia engga mau kalau Bella ketemuan lagi dengan Riko
" Mami lagi dimana? "
" Mami.... Lagi di kafe kantor lagi liat Tuan Riko berjalan dengan sekertarisnya dengan gagah. " ucap Bella memancing emosi
" Ngapain di situ, Papi bilang pulang ke apartemen bukan kelayapan!" Betrand mulai tersulut emosi
Disela Betrand berbicara ngawur dari balik ponsel Bella terdengar suara Bi Wina memberikan segelas juice alpukat.
" Mami di apartemen? " ucap Betrand terhenti
" Kenapa curiga? " celetuk Bella yang merasa puas menjaili
Seketika itu Betrand terdengar menahan dengan rasa tenang dibalik rasa gugupnya
" Ya udah, Papi kerja dulu nanti kita ketemu di apartemen. " ujar Betrand gugup senang lalu menutup panggilan ponselnya.
Syukur dech, ternyata ada dirumah .Dasar gadis ini bisa aja buatku cemburu gumamnya melirik sana-sini mengusap dada senyuman pun mulai merekah lagi.
Ring...Ring... Ring
ponsel berbunyi sesaat Betrand menyimpannya dimeja.
nomor tak dikenal, nomor siapa?
Betrand : Halo..
sapa Betrand menjawab panggilan
" Ini Betrand.. "
" Ya siapa ini? "
" Saya Pak Rizky, Betrand besok anda wajib masuk kampus. Ada hal yang harus dibicarakan mengenai skripsi anda! " tegas Pak Rizky
" Oh.. Iya Pak besok saya akan datang, terima kasih. " jawab Betrand dengan sopan mengakhiri panggilan dan menghela napas panjang
aku disini bentak-bentak bawahan, dikampus aku dibentak... nasib... nasib.
batin Betrand membuka lagi pekerjaannya.
*****
keesokan harinya Bella seperti biasa bangun lebih awal mempersiapkan sarapan buat sang calon suami, kemudian setelah selesai dia segera berdandan bersiap-siap pergi ke kampus ,kerena hari ini ada pembahasan skripsi yang dia rivisi, tak lupa dia memakai parfum yang Betrand belikan.
Setelah Bella cukup percaya diri dia pun keluar kamar untuk menyantap sarapan nasi goreng yang dia buat sebelumnya.
Betrand yang baru turun dari kamar berdandan casual dengan celana jeans
" Mau kemana? " Bella mengerutkan alis
" Mau ke kampus , ada janji dengan Pak Rizky mau membahas skipsi. " jawabnya dengan tanpa dosa
__ADS_1
" Eh... Bukannya kemarin udah, " Sahut Bella teringat.
" I-itu... Kemarin... Kemarin Pak Rizky pergi waktu aku kesana. " jawab Betrand gugup
Pagi itu dia merasa skak mat matanya berkeliling mengalihkan perhatian Bella
" Ayo jujur mau kemana!" tanya Bella sambil kedua tangannya memegang pinggang dan berjalan mendekati Betrand dengan angkuh.
" Beneran mau ke kampus.. Kalau engga percaya Mami boleh ikut. "Betrand menjawab gugup sembari mundur
" Bohong! Papi mau unjuk ketampankan didepan semut-semut itu.! " ucap Bella tegas
" Beneran enggak. " jawab Betrand yang tersudut di dinding
" Awas aja kalau umbar ketampanan dan ngegombal engga ada makan malam, tau! " ucap Bella mengepal baju Betrand sambil berjinjit
" ....Wah Mami buat nasi goreng pasti enak. " ucap Betrand dengan cepat duduk dan menyantap hidangan yang sudah Bella siapkan.
Bella yang melihat hanya menyimpitkan matanya penuh curiga.
Bi Wina yang melihat dan mendengarnya hanya bisa menahan tawa melihat kelakuan kedua majikannya yang seperti anak-anak.
Akhirnya mereka berangkat ke kampus, Bella yang mulai menepis kecurigaan terlihat santai menikmati perjalanan menuju kampus.
kenyataan kecuringaan Bella muncul lagi saat mereka memasuki gerbang kampus, walaupun kejadian ini bukan sekali tapi karena Betrand melakukan kebohongan kemarin , rasa cemburu Bella mulai bangkit.
Seperti biasa setiap memasuki kampus para gadis yang kecentilan saling berbisik mencari perhatian pacarnya.
Wajah Bella ikut berubah menjadi lebih kusut.
" Mau apa, tutup! " bentak Bella melirik kecil
Jari Betrand yang sudah berada di posisi tepat , akhirnya berpindah memegang stir kembali, sampai di tempat parkir.
" Awas aja kalau ngegombal !" ketus Bella mengepalkan tangan,.
Betrand yang melotot kaget hanya bisa menganggukkan kepala tanpa bicara.
Kemudian Bella keluar dari mobil menuju lorong kampus meninggalkan Betrand yang masih didalam mobil mengusap-usap dada
anak ini makan apa tiba-tiba serem gitu, apa kebanyakan makan cabe sama soda, pedes amat mulutnya
Batin Betrand bergemit kaget
Bella yang baru 3 langkah keluar dari mobil terhenti dan membalikkan badan menatap tajam ke arah mobil sambil cepet keluar! melotot dan menggerakkan kepalanya
Betrand pun bergegas keluar mobil.
Hari ini entah kenapa Betrand seperti anak cupu yang kena bully , kepala berusaha menunduk walaupun badan tegap tapi hatinya sedang ciut.
Di sela mereka berjalan menuju kelas para gadis selalu menyapa melambaikan tangannya dengan genit, karena disebelah ada sekurity, Betrand hanya memberi setengah senyumnya kepada para gadis genit.
Sesampainya di kelas semua sahabatnya sudah berkumpul melambaikan tangan
__ADS_1
" Hai.. kok baru datang? " tanya Yuanita
" Abis ngejinakin singa, jadi terlambat. " jawab Bella sedikit menyindir
" Sayang aku duduk dulu ya... . " pamit Betrand
Bella tak menjawab, dia hanya duduk cuek disamping Salsa.
Tak lama Steve pun datang menggandeng gadisnya yang baru ,Yuanita yang masih merasa sakit akibat putus cintanya berusaha tenang, tangannya mengepal menahan emosi,
Bella dan Salsa yang mengenal sifat Yuanita berusaha memalingkan pikirannya ke pembicaraan lain.
Disela pembicaraan, Bella melirik sedikit kebelakang meja tempat biasa Betrand dan sahabatnya duduk.
Steve terlihat menikmati kemesraan bersama gadis barunya sedangkan Betrand yang ingin mengikuti jejak para sabahatnya hanya bisa gigit jari saat Bella menatap sinis dan melotot
" Bro...Bella kenapa, aku liat dari kalian datang Bella kelihatan aneh? " tanya Jojo yang memperhatikan Bella yang melotot sinis.
" Abis makan cabe sekilo tadi pagi. " keluh Betrand menunduk pasrah.
Jojo yang mendengarnya hanya mengerutkan alis tanpa ngerti arti kata yang Betrand katakan.
" Viko kayaknya hari ini akan ada aksi bully. " sindir Jojo
" Siapa, dimana? "Viko yang terperajat
" Nanti aja ,kamu hanya tinggal menyaksikan aja. " lanjut Jojo menyindir
Sedangkan Betrand yang tersindir hanya bisa diam tak berkutik, dia merasa hari itu harga diri telah jatuh ke lubang juram yang dalam.
Setelah selesai kelas Betrand dengan cepat membereskan buku-bukunya untuk mememui Pak Rizky
" Mau kemana buru-buru amat.? " tanya Steve
" Aku punya janji ketemu sama Pak Rizky. Aku pergi dulu ya.. " pamit Betrand bergegas pergi sampai didepan bangku Bella, Betrand berpamitan
" Sayang, aku pergi dulu mau ketemu dengan Pak Rizky, nanti kita ketemu dikantin ya.. " pamit Betrand dengan mengelus rambut Bella dengan lembut .
Tapi sayangnya baru saja akan keluar kelas Betrand bertemu dengan Silvia, dan Victoria
" Halo.. Tampan mau kemana buru-buru amat, Silvia kangen." ucapnya dengan genit.
Sampai *********** menepel di dada
Betrand ,Victoria pun tak mau kalah tangan kiri Betrand ditarik dan diletakkan dipinggang Victoria,
Jelas itu membuat Bella cemburu setengah mati dengan mata yang menyempit Bella berjalan melalui Betrand dan membantingkan pintu dengan keras, melihat itu Betrand semakin gugup dan ciut melepaskan pelukan mereka pun susah kerena Silvia dan Victoria memegang tangan dan punggung Betrand dengan erat.
Para sahabatnya berlalu tersenyum menyindir
" Viko lihatkan siapa yang kena bully. " sindir Jojo berlalu
Viko yang menyadari perkataan Jojo cuman bisa tersenyum puas menyaksikan kesengsaraan sahabatnya.
__ADS_1
nasib... nasib..
guman batin Betrand dengan pasrah.