Cowok Playboy Itu Pacar Ku

Cowok Playboy Itu Pacar Ku
Akhirnya


__ADS_3

Tinggal menunggu beberapa hari mereka resmi menjadi suami istri, hari demi hari mereka semakin sibuk dengan semua persiapan ,seminggu sekali mereka pulang ke negara Z mempersiapkan agar lebih sempurna.


" Hai ! " sapa Bella berteriak kepada semua sahabatnya


" Hai... Ada apa senang betul. " ucap Yuanita


" A... ku... A... Kan bagikan ini.." lanjut Bella menunjukkan undangan pernikahan berwarna gold


" Wah... makasih. " jawab kompak mereka menerima undangan


" Jadi kalian akadnya dinegaramu Bell... " ucap Vivian


" Iya-iya lah...Harus di tempat ku kalian harus datangnya " jawab Bella dengan bangga


" Okey... "


Beberapa lama kemudian Bella menelepon Riko dan Ferdi untuk janjian ketemuan


Bergegas Bella pergi, siang itu dia benar-benar sibuk membagikan undangan pernikahannya


Dikafe XX dia sengaja membuat janji temu dengan sahabat SMAnya


" Hai.. Fer... " Bella melambaikan tangan menghampiri Ferdi yang telah datang lebih dulu


" Ada apa nih tiba-tiba kamu panggil aku.. Mau Traktirku ya.. " ledek Ferdi


" Iya kali-kali boleh kan.. " jawab Bella sambil memanggil pelayan


setelah memesan minuman


" Fer... Aku mau kasih ini.. " ucap Bella menyodorkan undangan


" Jadi.. Kamu nikah sama Betrand. " ucap kaget bahagia Ferdi


" Iya kamu datangnya? " pinta Bella


" Okey... sekalian aku juga mau pulang, udah lama nih engga pulang. " sahut semangat Ferdi


" Oh ya kamu udah ketemu dengan Riko? " Ferdi mencoba mengingatkan


" Nanti udah kamu, kebetulan aku juga udah janjian ama dia dikafe DD. " jawabnya dengan santai


" Bell... sebenarnya aku sedikit kasihan sama Riko. " ucap Ferdi yang mulai curhat


" Kenapa sama dia.? "


" Sebenarnya dia cinta sama kamu dari SMA tapi dia engga pernah punya keberanian untuk mengungkapkannya. " ujar Ferdi


Bella sebenarnya juga mengetahui tapi apa boleh buat cintanya bukan untuknya


" Mungkin kita belum jodoh.. " jawab Bella dengan suara lemah, dia engga mau membuat harapan palsu lebih baik menderita sedikit dari pada membohongi terus menerus.


" Fer.. Udah dulu ya.. Sekarang aku mau ketemua ma Riko. " pamit Bella


" Bell.. aku mohon hati-hati nanti bicaranya yang terlalu menyakitinya. " ucap Ferdi menahan langkah Bella


Bella hanya mengangguk mengerti apa yang dimaksud Ferdi dan dia pun keluar Kafe meninggalkan Ferdi yang masih menikmati segelas kopi traktiran Bella.

__ADS_1


" Rik... Kamu dimana? " tanya Bella dalam telpon


" Aku otw ke kafe DD tunggu sebentar ya... " jawab Riko dengan nada senang


Bella yang lebih dulu datang terpaksa menunggunya. Lebih dari satu jam Bella menunggunya , dengan terengah-engah Riko datang dan mengubar senyuman kerinduannya


" Maaf, lama tadi dijalan sedikit macet.. Udah pesan makan. " ucapnya


" Engga apa-apa.. Aku udah pesan kok.. " jawab Bella


" Gimana kabarmu sekarang, maaf waktu itu aku engga bisa mengantarkanmu.. " ucap Riko sambil memegang tangan Bella dengan perlahan Bella menarik tangan dan menyimpannya di diatas kedua pahanya melihat itu Riko terlihat sedikit mengepal senyum sedikit layu dan tangan bergeser


" Bella... " ucapnya terpotong


" A-aku mau berikan ini. " ucap Bella


" Apa nih. " ucap Riko dengan nada pelan


" Dua minggu lagi aku akan menikah dengan Betrand, akadnya dilaksanakan dirumah ku, aku harap kamu bisa datang. " jawab Bella yang sedikit tertunduk merasa bersalah


" Kamu yakin akan menikah dengan dia, bukannya dia udah melukaimu berulang kali, apa kamu masih mau mengalah. " ujar Riko yang tidak menerima kenyataan


" Dia berjanji akan berubah dan selama ini dia sudah membuktikannya. "


" Membuktikan dengan apa... Membuktikan dengan berita yang membuat kamu terpuruk! Bella apa kamu engga mau memberi satu saja kesempatan untukku, menjadikan aku layak untuk membahagiakanmu. " ucap Riko kesal


" Rik... Cinta engga bisa dipaksakan aku tau kamu laki-laki baik, sopan, pintar , berkedudukan aku yakin kamu akan bertemu dengan jodohmu. " ucap Bella menghibur Riko


" Kamu tau 5 tahun aku berusaha mengumpulkan keberanian, mengumpulkan uang untuk apa... Untuk bisa bersanding denganmu, untuk bisa membahagiakanmu... Kamu tau dulu waktu SMA kamu bilang apa.. Kamu bilang aku suka cowok yang berduit biar apapun keinginanmu bisa terpenuhi... Selama ini aku mengumpulkan kekayaan hanya untukmu , sekarang lihat semua orang tunduk, apapun yang kamu mau saat ini aku bisa penuhi, Apa aku pernah menyakitimu engga kan! Tapi kenapa kamu engga kasih aku kesempatan itu. " ujar Riko menunduk kesal


" Riko maaf... Maafkan aku.. "


" Maaf... Andaikata waktu dapat diulang pun belum tentu kita bisa berpacaran. "


" Kenapa? "


" Karena selama ini aku hanya menganggapmu sebagai saudaraku. " ucap Bella meluruskan perasaannya.


" Aku harap kamu bisa merestui kami. " lanjut Bella


Dering ponsel pun terdengar dan Bella berpamitan


" Aku pergi dulu Betrand udah mengungguku. " ucapnya


" Bella semoga bahagia, andaikata pernikahanmu tak bahagia kembalilah disini hatiku selalu menerimannya. " ucap Riko


memelas,


Bella tersenyum mengangguk dan keluar kafe yang disambut dengan Betrand dan mencium Bella dengan senyum hangat masuk ke dalam mobil.


Sedangkan Riko menatap sedih menyayangkan kesempatan dulu saat Bella belum berpacaran tidak dia tembak dulu, andaikata dia tidak terlalu fokus untuk mengejar status untuk bisa sejajar dengan Bella mungkin keadaannya tak seperti ini.


**///


Diapartemen seminggu sebelum pernikahan


" Sayang besok kamu akan pulang , biarkan Bi Wina ikut denganmu. " pinta Betrand

__ADS_1


" Kenapa? "


" Agar aku tenang meninggalkanmu, agar istriku disana tak lelah ,biar semua Bibi yang urus, Mami disana duduk manis percantik diri biar lebih segar saat akad. " ucap Betrand memegang kedua pipi Betrand dan mencium keningnya. Bella hanya tersenyum mengangguk


Hari yang ditunggu pun tiba jantung mereka berdetak kencang semua terlihat sibuk dengan persiapan yang ada, Bella yang diam dikamar diam dengan penata rias yang mulai mengoles memberikan polesan terindah pada wajah Bella yang terlihat cantik dengan bergaun putih, sedangkan Betrand yang juga sudah berdandan memakai jas hitam elegan menunjukkan aura kebahagiannya.


Alunan irama merdu menghantarkan Betrand yang melangkah lebih dulu keatas pelaminan ,jantung nya berdetak kencang, tangan yang tiba-tiba berkeringat, napas yang sesekali dia atur dalam gugupnya. Menatap memasang senyum menenangkan diri didepan semua sahabat dan kedua keluarga besar, sesekali matanya menatap saat kedua orang tua berjalan dan duduk disamping kiri dan kanan, jari-jemarinya sedikit bermain berusaha melepaskan gugup yang seakan menyesakkan napas.


Tak lama Bella bergaun putih indah berjalan perlahan tertunduk manahan rasa gemetar, tangannya berpegangan erat pada lengan Ayahnya yang selama ini menjadi sandarannya


Di dudukkanlah Bella tepat disamping Betrand, Betrand yang menatap takjub dengan kecantikan yang terpancar pada wajah cantik Bella, tangannya menyambut lembut dan tersenyum bahagia, saat itu hatinya sedikit tenang walaupun sesekali Betrand menatap wajah Bella yang seakan bermimpi.


Penghulu memulai acaranya, Betrand mengangkat tangannya berpegangan dengan wali nikah untuk mengatakan janji sucinya


Akhirnya setelah melalui berbagai hal, tepat pada pukul 09.00 WIB mereka sah secara agama dan hukum dengan mahar seperangkat alat shalat dibayar tunai pun Betrand sebutkan dengan lugas tanpa beban, Mereka semua bahagia tak terkecuali kedua keluarga besar, airmata Bella terus mengalir saat meminta maaf dan pamit untuk melaksanakan tugasnya menjadi seorang istri, saat itu pun lepaslah tanggung jawab kedua orang tua nya,


**Karenamu,


setelah aku bertemu kamu,


Semuanya berubah


Aku mulai percaya untuk pertama kalinya, Aku menemukan, Aku bermimpi


Bahwa orang sepertiku bisa jatuh cinta


Karena kamu


Alasanku hidup


Karena kamu


Aku hanya mencintaimu,


aku hanya mencintaimu dan


aku hanya akan mencintaimu


Karenamu,


sekarang aku bisa mengatakan aku mencintaimu


Alasan aku tinggal, karena kamu


Apakah ini iya atau bukan cinta


Kamulah yang membuat aku berubah, karena kamu


Setelah aku mencintai tanpa dusta, aku menemukan rasa sakit juga


Saat itulah aku menyadari bahwa kamu adalah segalanya bagiku**


Hari ini mereka menjadi raja dan ratu sehari senyum bahagia terpancar di wajah mereka, para undangan datang selih berganti memberi doa restu dan ucapan selamat atas pernikahan mereka, alunan nada merdu nan romantis menjadi sejarah kebahagiaan dalam kehidupan mereka.


Ini adalah pesta mewah sekali seumur hidup bagi Bella, tapi bagi Betrand ini adalah pesta yang sederhana jauh dari undangan kelas premium, jauh dari awak media yang selalu menunjukkan kemewahan. Pesta ini memang hanya dihadiri kerabat sahabat terdekat saja. ini sesuai dengan impian Bella yang tidak terlalu banyak setingan seperti pasangan-pasangan para temannya terdahulu ,ini adalah pernikahan yang skral yang penuh khimat sekali seumur hidup bagi mereka


Tak tampak lelah dari wajah mereka, semua bahagia semua menikmati suasana yang sederhana nan romantis.

__ADS_1


Hingga tiba malam hari Bella dan Betrand berpamitan untuk melakukan bulan madu ke Prancis, tempat yang Bella impikan sejak lama.


__ADS_2