
BAB 8
Selama dalam perjalanan menuju kafe. Bella terlihat puas saat melihat Betrand yang berlumuran oli disekujur tubuhnya
rasain lo... gumam Bella
Sesampainya dikafe
"Hai, Kak Alex siang !" ucap Bella menyapa dengan raut muka bahagia
"Wah... Ada angin apa nih, Bella terlihat bahagia? " tanya alex membalas senyuman Bella.
"Ada dech? " jawab Bella yang ketawa-ketiwi sendiri.
" Syukur dech Kakak liatnya, senang banget Adik Kakak ceria lagi, hari ini siapkan untuk bekerja.! " ucap Kak Alex memberi semangat
" Siap, Semangat dong.!" jawab Bella
" Ya udah, ganti baju sana. " sahut Kak Alex sambil mengusap rambut Bella.
Dan Bella pun mengangguk segera pergi berganti baju,hari itu menjadi hari paling semangat buat Bella dengan bahagia dia melayani para pelanggan satu persatu hingga Alex pun turut senang melihatnya.
Sementara itu Betrand yang kesal bersama sahabatnya pergi ke salah satu mall dan berjalan memasuki salah satu salon langganannya.
"Hello ganteng, wah ada mimpi apa kalian datang semua kesini kangen aku ya "tanya pemilik salon dengan sedikit alay yang menyambut Betrand dan sahabat-sahabatnya dengan gembira.
Betrand pun membuka masker ,topi dan kaca mata
"Ya Tuhan, kenapa ini muka abis ngebengkel atau...?" tanya pemilik salon yang kaget melihat keadaan Betrand.
"Kecebur drum oli..." ledek Viko ketawa dari samping
Betrand melirik tajam ke arah Viko seketika dia pun tersenyum takut melihat Betrand seperti harimau yang siap menerkam mangsanya.
"Dengerin ya aku mau muka, dan badan ku bersih lagi tau..!! " ucap betrand sambil menarik baju dan mengancam pemilik salon sampai gemetar ketakutan
"I.. I.. Iya Bos Si...Siap" ucap pemilik salon yang berusaha melepaskan bajunya karena ketakutan.
Dengan cekatan pemilik salon itu mengutus tiga orang langsung melanyani Betrand dengan seksama.
" Silahkan tuan kesebelah sini." ajak salah satu pegawai salon
" Dengerin kalau aku sampai ga bersih total aku cincang kalian! " ucap Betrand mengancam.
"Ba-baik..Boss" jawab mereka dengan gemetar
"Kenapa temanmu ini kayak abis kalah tarung?" tanya pemilik salon.
"Emang bener abis kalah, KO dan tertindas pula." ucap Jojo sambil tertunduk menggelengkan kepala bersama Viko dan Steve
Pemilik salon pun menganggukkan kepala.
" Kasihan? " ucap Steve dan Viko bersamaan . Meratapi temannya yang sudah tertindas.
__ADS_1
4 jam berlalu sudah Betrand disalon itu. Dengan terampil dan teliti para pegawai salon membersihkannya.
" Sudah selesai boss. " ujar salah satu pegawai yang memperlihatkan Betrand ke depan cermin.
Betrand merasa puas dengan hasil kerja mereka
"Berapa total semuanya!" tanya Betrand dengan nada lantang.
"Semuanya 800ribu.."jawab pemilik salon memberikan tagihannya.
"Ganteng... Nanti lagi hati-hati jangan sampai kalah tarung lagi "ucap pemilik salon meledek.
Sahabat- sahabatnya hanya tersenyum tipis menahan tawa.
Tapi melihat Betrand langsung menatap tajam ke wajah sahabatnya dan langsung keluar dari salon.
"Udah ini kamu mau kemana? Jadi mau makan victoria? " tanya Steve
"Ga aku mau pulang aja ". Ucap Betrand melangkah penuh amarah.
Sahabat sahabatnya pun tersenyum dan mengikuti nya.
" Udah ...Santai aja gimana kalau kita ke Klub Zero." ucap Jojo yang memberi ide sembari menenangkan sabahatnya
" Kita bersenang-senang! " sambung Viko merangkul Betrand dan menariknya
Betrand hanya diam menahan amarahnya dengan menatap Viko yang semangat sembari mengangkat tangan
Sementara itu kafe
Alex pun senyum-senyum melihat rajin nya bella dalam kerja.
"Kakak.... ." ucap Vivian.
"Eh, dek sini temanmu kenapa? Kakak liat semangat banget kayak udah dapat lotre.. "tanya Alex yang sedang duduk dikursi kasir
"Iya mungkin kak, tadi dikampus juga gitu pagi-pagi mukanya kayak yang dapat sial ,malah siangnya dikantin kayak orang kesurupan ketawa-ketawa sendiri "jawab Vivian sambil merinding dan mengerutkan dahi serta melipat tangan di dada.
"Kamu ini ga boleh gitu ach sama teman sendiri.. " ucap Alex sambil menyentil dahi Vivian
"Aduh! Kak bener aku engga bohong! "ucap Vivian mengusap dahinya yang sakit.
Alex hanya tersenyum dan berlalu.
"Bella rajin amat hari, boleh engga aku tau ada apa?? " tanya Vivian mendekati Bella yang sedang membereskan meja pelanggan.
Bella menceritakan semuanya tentang aksi jahilnya sambil sesekali ketawa. Vivian yang mendengar nya pun terheran-heran dengan kelakuan temannya sendiri.
"Kamu engga takut dibalas ama Betrand? " tanya Vivian.
"Ngapain takut saya Bella Agnesya engga akan pernah takut sama siapa pun dan tidak mungkin akan tertindas lagian suruh siapa menantangku! "ucap Bella dengan semangat seperti ombak yang pecah di batu karang
" Okey.. okey aku percaya" ucap Vivian menepuk pundak Bella dan tersenyum tipis melihat sifat asli temannya.
__ADS_1
ya ampun nih anak ngeri juga.... ampun dech
Di Klub Zero.
"Hai ganteng datang lagi mau aku temani " ucap ladies club mendekati Betrand dan sahabatnya.
"Diam kamu banyak ngomong..!! " ketus Betrand menghempaskan tangan ladies club sambil marah-marah membuat mereka terdiam kaku.
Steve pun mengibaskan tangannya agar para ladies club menjauhi Betrand.
"Udah, Bro tenang aja.. "ucap Steve menepuk pundak dan menenangkan Betrand.
"Bentar lagi bakal ada perang dunia ketiga nih" ucap Jojo sambil memanggil pelayan dan memesan minuman.
"Gimana engga kesal kelakuannya bikin naik darah tau..!! " ketus Betrand yang masih uring uringan
"Aku baru liat loh Betrand seperhatian gitu sama cewek. " sindir viko meledek.
"Apa kamu bilang...!!! "ucap Betrand yang berdiri mendekati sambil mengepalkan baju viko
"Tenang... Tenang..Bro " balas Viko sambil mengangkat tangan.
Betrand pun melepaskan baju Viko dan duduk kembali
" Bukannya kamu duluan yang jahil." dengan santai Steve yang menenggak minuman.
" Aku engga nyangka, ada juga yang berani menantang seorang Betrand Anggara, apalagi ini seorang cewek. " ejek Jojo
"Liat aja nanti Bella, aku bakal ngasih pelajaran sampai dia merasa menyesal udah diterima dikampus ini " marah Betrand sambil memukul meja.
" Sabar...Sabar.. Bro sekarang kita minum dulu nanti kita rencanakan untuk mengerjai Bella." ujar Steve memberikan segelas minuman dan Betrand meminumnya.
aku bakal balas atas apa yang kamu lakukan sekarang gumam Betrand yang menahan amarahnya.
" Kira-kira kita apain ya.. Tuh anak? " tanya Viko yang tidak sabar menunggu aksi selanjutnya.
"Pastinya bakal seru!" sindir Steve menatap Betrand
Sedangkan Betrand dengan mata menyempit tajam dia menyerangi nanti aksi balas dendamnya.
" Eh... Bukannya kamu mau memakan gadis itu? " sindir Viko mengingat kata-kata Betrand sebelumnya
" Makan.. Cih.. sorry harus makan si dada rata! " ketus dia yang seakan merendahkan
" Siapa yang mau makan gadis itu?" Jojo yang terperanjat kaget
Viko hanya menunjuk dengan matanya
Jojo semakin tak kuasa menahan tawanya
" Kenapa nyengir? " ucap Betrand
" Engga.... Aku hanya engga habis pikir... Gadis yang mau kamu makan malah ngajak bermain, apa itu cara terbaru kamu untuk makan gadis. " ledek Jojo puas
__ADS_1
" Cih... " Betrand membuang muka menyesali perkataannya.