
Betrand kembali keruang makan bergabung dengan kedua orang tua Bella dan tak lama Bella pun datang dengan mata malunya sedangkan Betrand menatap genit kepada Bella
" Yuk sekarang kita makan.... " ajak Bu Tina keseluruhan anggota keluarga
" Oh ya, kita berangkat jam 10 aja. " sahut Pak Indra memotong pembicaraan dengan penuh semangat
" Katanya jam 10.30? " sahut Ciko yang heran
" Papah mau beli cinderamata dulu. " jawab Pak Indra menepuk pundak Ciko
" Pah... Engga usah. " Betrand menolak keinginan Pak Indra
" Engga boleh gitu ,calon besan mau ketemu masa kita engga kasih oleh-oleh ya...Kan Mah.? " sahut Pak Indra sambil mengedipkan mata genit.
" Iya.. " Bu Tina hanya menjawab dengan polos
Setelah mereka menikmati sarapan pagi dan saling mengobrol, akhrinya mereka pun berangkat menuju hotel yang dimaksud dengan membawa cinderamata khas dari daerah Bella.
Saat itu Betrand serasa seperti dirumah sendiri dengan sikap ramahnya keluarga Bella yang sama seperti keluarga Betrand.
*****
Sesampainya di hotel. Pak Indra dan keluarga keluar dari mobil, ketika Bu Tina dan yang lain melangkah masuk kedalam hotel, Pak Indra memegang dada dan terdiam didepan hotel
" Ada apa...Pah? " tanya Bu Tina melirik heran
" Mah...Papah ganteng ga ?" ucap Pak Indra yang terlihat gugup
" Apa! " sahut Bu Tina kaget mendengar perkataan Pak Dani
" Pegang dada Papah.. " ucap Pak Indra sambil menarik tangan Bu Tina dan menempel di dada Pak Indra
"....deg-degan ya.. " lanjut Pak Indra menatap Bu Tina
" Papah kenapa? " tanya Bu Tina menenangkan Pak Indra
" Mamah tau ini baru pertama kali kita ke hotel? " ujar Pak Indra
" Papah jangan gitu dong, malu sama anak-anak, ach! " ucap Bu Tina melepaskan genggaman tangan Pak Indra dengan sedikit mendorongnya.
__ADS_1
Betrand, Bella dan Ciko hanya bisa tersenyum geli melihat prilaku Pak Indra yang sedikit kocak.
" Ayo, kasiah nanti calon besan kita menunggu lama.!" ujar Bu Tina berjalan terlebih dahulu karena malu
" Mah tunggu! " sahut Pak Indra menyusul
Sedangkan Betrand dan Bella berjalan santai di paling belakang
" Papah, cantik lucu ya.. " ucapnya menahan tersenyum
" Ga tau .." sahut Bella yang merasa malu dengan kelakuan papahnya.
Mereka semua berjalan menuju ruang makan VIP. Pak Arya beserta keluarganya pun menunggu kedatangan Pak Indra dan keluarga
" Selamat datang." sambut Pak Arya dengan tangan terbuka
" Iya.. Iya.. Terima kasih. " sahut Pak Indra yang langsung menyambut dengan berjabat tangan.
" Silahkan.. Silahkan duduk. " Bu Prisillya menyambut dengan hangat. Untuk keluarga yang mempunyai nama besar ,pertemuan ini sangat jauh dari kata mewah yang hanya dihadiri oleh keluarga inti .
" Pak Arya.. Ini sedikit cinderamata dari kami. " ucap Pak Indra memberikan sekantong cinderamata kepada Pak Arya.
".....Oh ya ini ada sedikit oleh-oleh dari negara kami." lanjut Pak Arya yang saling bertukar cinderamata
" Bella, apa kabar? " sambut Bu Prisillya dengan hangat
" Sehat, tante. " jawabnya mengangguk
" Jangan panggil tante dong...panggil aja Bunda, kan lebih akrab. " Bu Prisillya memegang lembut pipi Bella dan tersenyum bahagia, melihat keadaan seperti itu Bu Tina merasa yakin akan keluarga calon suaminya.
" Mari kita duduk,." ajak Bu Prisillya memegang tangan Bella agar duduk disebelahnya. Bella dengan hati deg-degan menuruti keinginannya
" Pak Indra, saya jadi merepotkan Bapak sekeluarga dengan kedatangan kami kesini. " Pak Arya memulai pembicaraan
" Tidak... Tidak Pak justru sebaliknya, saya selaku tuan rumah tidak bisa menyambut anda dengan layak. " sahut Pak Indra mencairkan suasana
" Pak Indra sebenarnya, kami sekeluarga datang kemari untuk memenuhi keinginan putra ketiga kami, yang pertama bersilahturahmi dan yang kedua mau meminang anak bapak. " ucap Pak Arya dengan lugas ,pembicaraan itu mulai nampak serius, Bu Prisillya tak hentinya mengumbar senyuman dengan tangan yang selalu memegang tangan Bella. Bella yang saat itu hanya tertunduk malu dengan sesekali menatap Betrand yang tepat dihadapannya.
Dengan tatap sedih Pak Indra menatap anak perempuan satu-satunya akan menuju ke jenjang pernikahan, Pak Indramenunduk dan tersenyum
__ADS_1
" Pak, saya mempunyai anak perempuan hanya satu, dia adalah permata bagi kami. Kami selalu ingin yang terbaik bagi anak kami, tak terasa anak perempuan kami yang dulu selalu menghiasi warna dalam keluarga akan milik orang lain." ucap Pak Indra menatap haru sambil mengusap airmata .Bu Tina pun menitikkan sambil mengusap rambut Bella, tak kala melihat putrinya akan dipinang.
" ....Betrand Bapak mau tanya dihadapan orang tuamu.? " lanjut Pak Indra menatap Betrand
" Iya.. Pah.. Silahkan. "
" Apa, Nak Betrand bersungguh-sungguh akan menikah dengan Bella. Nak Betrand tau, kalau anak Bapak ini, anak yang manja, yang terkadang susah diatur juga keras kepala? " tanya Pak Indra dengan mata sedikit berkaca-kaca
" Iya, Pah...saya bersungguh-sungguh akan menikahi Bella dan saya tau sifat Bella seperti apa, karena itu saya minta restu dari Ayah, Bunda, Papah dan Mamah untuk kami. " jawab Betrand yang penuh percaya diri.
Pak Indra yang sedikit tertunduk dan menatap Bella yang bersedih bahagia. " Bella, Papah mu tanya. Apa kamu, yakin kalau Betrand adalah calon suami kamu. " tanya Pak Indra dengan nada lembut.
Bella tak bisa berkata apa-apa, dia hanya mengangguk dan menitikkan airmatanya.
" Pak Arya sepertinya, kedua anak kita telah memutuskan. Saya sebagai orang tua hanya bisa merestui mereka. " ucap Pak Indra yang menahan sedihnya.
" Pak Indra semoga kita diberi kesehatan sampai acara pernikahan anak-anak kita." ucap Pak Arya yang berjabat tangan dengan Pak Indra
" Kira-kira, kapan kita akan melangsungkan pernikahan? " tanya Bu Prisillya
" Bunda, saya dan Bella sudah memutuskan. Dua minggu setelah wisuda ,kita akan melangsungkan pernikahan. " jawab Betrand
" Ternyata anak-anak kita sudah lebih dulu menentukan." sahut Bu Prisillya yang sedikit kaget dengan keputusan Betrand
" Iya bu, anak zaman sekarang selalu saja sudah memutuskan sendiri, berbeda dengan zaman kita dulu ya bu... " ucap Bu Tina yang senyuman bahagia.
Dan mereka ,akhirnya mengobrol sambil menikmati santapan yang sudah dihidangkan.
Tampak kehangatan di antara kedua keluarga,
" Oh ya, Bella nanti bunda mau dong cobain nasi gorengnya, jangan Ayah aja yang sudah cobain masakan mantu. !" ucap Bu Prisillya dengan nada cemburu
" Kapan, Bella masakin nasi goreng? " tanya Bu Tina tang menatap heran
" Waktu itu, suami saya kebetulan ada rapat di negara L dan menginap di apartemen anak saya, disana ternyata ada Bella. " ucap Bu Prisillya yang polos, mendengar perkataan itu Pak Indra dan Bu Tina kaget dan mulai berpikiran negatif.
" Pah... Mah... Sebenarnya waktu itu Bella memang tinggal di apartemen saya. Tapi Papah dan Mamah jangan berpikir negatif, selama Bella tinggal di apartemen saya, saya tidur dikantor, kalau anda tidak percaya, boleh Papah dan Mamah bertanya kepada Bi Wina. " ucap Betrand menjelaskan keadaan sebenarnya
" Bi Wina.. " Bu Tina sedikit mengerutkan alis penasaran dengan keadaan apartemen yang Betrand tinggali.
__ADS_1
" Dia pembantu di apartemen Betrand, Bi Wina ini kepercayaan saya untuk menjaga Betrand. " sahut Bu Prisillya menjelaskan dengan tetap memegang tangan Bella