
Sahabat-sahabat Betrand hanya tertawa geli melihat tingkat laku Bella yang begitu dramatis.
" Aduh sakit....tau!" ucap Betrand yang merasakan sakit disekujur badannya.
"Betrand....Betrand! kamu udah sadar?" sahut Bella yang langsung dengan memeluk erat
" Aduh sakit... sakit Bella!" ujar Betrand yang masih kesakitan melepaskan pelukan Bella, perlahan Bella melonggarkan pelukannya dan berkata "ups..sorry ga sengaja. " Bella yang tersenyum malu.
"Ngapain, kalian tutup mukaku! " tanya Betrand melirik ke arah sahabatnya.
" Waktu kamu tidur, kamu ngigau bilangnya *Aduh silau..tutup tuh jendelanya* itu kata kamu, bener kan guys.. " ucap viko yang ga mau merasa bersalah
Betrand tak bisa berbuat apa apa dengan kejahilan para sabahatnya.
" Betrand... maafin aku ya? " ucap Bella dengan menatap Betrand yang merasa bersalah.
" Untuk apa..? " tanya betrand
" Tentang yang kemarin"
" Iya.. tapi kamu maafin aku juga? sebenarnya dalam hal ini aku yang lebih bersalah ,aku harap kita bisa melupakan kesalahpahaman kita " ujar Betrand memegang tangan Bella dan Bella tersenyum mengangguk. kemudian
Betrand menggerakkan badannya untuk duduk
"Eh.. kamu mau apa? " tanya Bella
" A-Aku ingin duduk. " jawab Betrand yang berusaha membangunkan badannya
"Sini aku bantu. " ujar Bella yang cekatan membantunya. sedikit demi sedikit Betrand bergerak untuk duduk
" Betrand gimana kejadiannya bisa sampai gini? " tanya Bella yang mengkhawatirkan Betrand.
" Biasa dia kan trempramental, untung aja dia selamat! "jawab Viko kesal.
" Sayang aku mohon sama kamu kedepannya kamu bisa mengontrol emosi kamu... ya.. " ucap Bella sembari membelai pipi Betrand.
Betrand saat itu hanya mengangguk tertunduk ,sedangkan sahabatnya tersenyum geli dari belakang Bella
" Terus kata dokter gimana? "Bella terus menanyakan
" Ga apa apa, kalau besok semuanya baik dia boleh pulang" jawab Jojo
" Makasih ya udah jagain Betrand.. " ucap Bella
" Tenang aja dia sahabat kami, kamu jangan sungkan" ujar Steve
" Masih sakit...?" tanya Bella yang memegang lembut kedua pipi Betrand.
Betrand menggelengkan kepala ,
__ADS_1
mereka tersenyum dan saling pandang Betrand pun berinisiatif untuk mencium Bella dengan tangan yang masih di pipi Betrand akhirnya bergeser pindah menjadi merangkul tepat melintang dileher Betrand, ciuman itu disambut hangat olehnya.Tangan Betrand bergerak pindah memeluk pinggang kecil Bella dan tangan kanan mengibas-ngibas agar sahabatnya segera pergi meninggalkannya.
" Wah... Ini anak ga tau tempat ya.. " ujar Viko membuang muka
" Ya udah, kita pulang dulu nanti sore kita kembali lagi" sahut steve melambaikan tangan.
Ketika Bella akan melepaskan ciuman ternyata tertahan oleh tangan Betrand yang tepat dibelakang kepala betrand yang menandakan dia ga mau mengakhirinya, setelah sahabatnya pergi ciuman mereka semakin bergairah dengan perlahan jari jemari Betrand masuk kedalam baju Bella dan berpetualang hingga mendarat di gunung kembar Bella dan meremasnya. di sela-sela ciuman mereka terdengar desahan Bella yang membuat Betrand semakin bergairah.
Tanpa sengaja suster piket masuk untuk memeriksa Betrand alangkah terkejutnya dia melihat apa yang dia liat
" Ups... sorry nanti saya kembali lagi " ucap suster menutup kembali pintu aduh anak zaman sekarang emang ga tau tempat gumam suster dan berlalu.
Dengan perlahan mereka mengakhirinya dan mereka terdiam canggung.
Betrand yang memegang tangan bekas pendaratannya sedangkan Bella merapihkan baju bekas kenakalan Betrand
" Maaf.." ucap Betrand kaku
Bella hanya tersenyum dan merapikan pakaian dan rambutnya lalu bergegas pergi keluar kamar.
Tak lama kemudian suster yang tadi pun masuk kembali
" Maaf pak tadi saya mengganggu privasi anda. " ucap suster demgan mengeluarkan tensimeter dan stetoskop setelah selesai memeriksa suster itu berkata " sebentar lagi akan ada dokter yang memeriksa anda? "
tak butuh waktu lama dokter itu pun datang
" Om Rahmat! " ucap Betrand yang kaget setelah menoleh kearah dokter.
" Ada apa ini, nak? " tanya om rahmat dengan santai memegang laporan kesehatan betrand
" Biasa om kenakalan remaja " jawab Betrand yang malu-malu.
disela obrolan mereka bella pun datang dan menghampiri
" Eh, Om kenalin pacar Betrand " ujarnya memperkenalkan mereka berdua.
" Bella" ucap nya tersenyum dan om rahmat pun tersenyum
" Om ini.... teman ayah waktu kuliah " ujar Betrand
" Gimana dokter keadaannya?" tanya Bella
" Ga apa apa semuanya baik-baik aja besok juga boleh pulang " jawab om rahmat yang berdiri disamping Betrand dan berjalan keluar kamar
Setelah Om Rahmat keluar dan menutup pintu Bella yang saat itu sedangkan membereskan sofa mendekatinya dan Betrand pun menarik tangan Bella hingga terduduk diranjang serta menarik Bella untuk tidur bersamanya.
" Tenang aku janji ga akan berbuat lebih jauh lagi " ucap Betrand yang memeluk Bella dari belakang dengan tangan kanan yang memeluk pinggang Bella, Betrand mencium punggung Bella hingga sampai di leher punggung.
" Aduh sakit !" ucap Bella berusaha melepaskannya
__ADS_1
" Tenang aja aku hanya ngasih tanda merah biar semua tau kalau kamu udah ada yang punya " jawab Betrand tersenyum dan memeluk erat tak terasa mereka pun tertidur .
Memang kamar yang diisi oleh Betrand adalah kamar VVIP jadi suasana kamar pun nyaman dengan ranjang besar sofa dan televisi serta ac serasa bukan berada di rumah sakit tapi dihotel berbintang.
Tak terasa hari sudah menjelang sore hari, mata Bella yang masih mengantuk terbuka dengan perlahan tapi alangkah kagetnya melihat semuanya sahabatnya mengelilingi mereka.
" Betrand... Betrand ... bangun." ucap Bella menggoyang-goyangkan badan Betrand
" Ada apa sayang..? " ucap Betrand yang masih mengantuk. ketika dia membuka mata
"AAAA... Kalian lagi apa! " ucap Betrand menjerit kaget sembari menarik selimbut menutupi dadanya walaupun mereka tidak melakukan apapun.
Semuanya sahabat tertawa terbahak-bahak
" Kalian ini yang pasangan kumpul kebo digrebek Sat Pol PP. " ucap Viko tak hentinya dia tertawa.
" Ada apa sih! " ucap Bella berlari menuju kamar mandi menutupi rasa malunya.
" Gimana keadaanmu sekarang? " tanya Jojo mencairkan suasana
" Udah lebih baik. "
" Adi bilang nanti sore dia kesini tadi dia udah telpon Berkali-kali tapi kamu ga angkat? " ujar steve
Betrand langsung mengambil ponselnya dan ternyata benar sekertaris adi sudah melakukan 10 kali panggilan, dia hanya tersenyum karena dari siang itu ponselnya dalam keadaan sistem mode getar.
tok.. tok.. tok..
" Masuk " sahut Betrand yang sedang asik mengobrol
" Hai, bro.." ucap sekertaris adi memberi salam, memang jika diluar kantor diantara mereka tidak ada yang namanya atasan dan bawahan karena bisa di bilang usia mereka sama.
" Sorry jadi ngerepotin, loe.." ucap Betrand menyambut salam.
" Gimana keadaanmu sekarang? "tanya sekertaris adi sambil memberikan setumpuk file
" Baik, " jawab Betrand sambil memeriksa file.
mereka larut dalam percakapan yang mulai serius.
Tak berselang lama Bella keluar dari kamar mandi dengan rambut diselimbuti handuk setelah mandi dan berkeramas. Hal itu menjadi bahan ledekan bagi semua sahabatnya.
teman teman semua maaf author baru bisa menyelesaikan episode ini dikarenakan banyak harus dibekerja di dunia nyata semoga semua pembaca tercinta tidak kecewa.
salam hangat dariku ya...
dan stay at home ya...
semoga kalian selalu sehat......
__ADS_1